Sinkronisasi dan Kolaborasi untuk menjadikan BUMDES Mitra Strategis membangun ketahanan pangan dari Desa
Dr. Rudy Suryanto menyampaikan materi Sinkronisasi dan Kolaborasi untuk menjadikan BUMDES Mitra Strategis membangun Ketahanan Pangan dari Desa. (Dok. Meravi.id)
Pada kegiatan Kick Off Program Sekolah Ketahanan Pangan tanggal 27 November 2025 yang diselenggarakan bumdes.id, Narasumber Dr. Rudy Suryanto menekankan pentingnya mejadikan BUM Desa sebagai mitra strategi dalam optimalisasi 20% (dua puluh persen) Dana Desa untuk ketahanan pangan melalui sinergi dengan BUM Desa.
Menurut Dr. Rudy Suryanto, BUM Desa kini berada pada posisi strategis sebagai mitra pemerintah, terutama dalam agenda prioritas Presiden dan proyek strategis nasional. Ketahanan pangan menjadi fokus utama untuk mengurangi impor dan menjaga stabilitas harga. Karena itu, gerakan menanam perlu kembali diperkuat, dan program ini menjadi ujian bagi kesiapan BUM Desa. Jika model ini berhasil, peluang BUM Desa terlibat dalam program strategis lainnya akan semakin besar.
Program Ketahanan Pangan (Ketapang) telah menunjukkan berbagai hasil positif, mulai dari panen jagung hingga produksi telur ayam. Ini membuktikan bahwa pengelolaan melalui BUM Desa dan kemitraan merupakan model yang efektif. Meski demikian, BUM Desa tetap membutuhkan kolaborasi dengan Gapoktan, UMKM, petani, dan kelompok masyarakat. Tidak semua BUM Desa otomatis dapat menjadi mitra strategis, kapasitas dan tata kelola tetap menjadi syarat penting.
Selain ketahanan pangan, peluang besar lainnya mulai terbuka, seperti pengolahan sampah menjadi energi, program internet rakyat, dan integrasi Ketapang–KOPDES–MBG yang diprediksi menjadi agenda nasional pada 2026. Namun semua peluang tersebut menuntut BUM Desa yang legal, tertata, dan siap bermitra. Saat ini baru sekitar 40.000 BUM Desa yang berbadan hukum, sehingga percepatan legalitas menjadi keharusan.
Perubahan kebijakan melalui UU Nomor 3 Tahun 2024 juga menuntut BUM Desa untuk lebih profesional, pengurus wajib bersertifikasi, BUM Desa harus menghasilkan keuntungan, dan model bisnisnya berbasis kemitraan. BUM Desa tidak boleh bekerja sendiri, tetapi menjadi wadah kolaborasi untuk berbagai sektor seperti wisata, persampahan, pasar desa, dan SPAMDes.
Agar dapat menjadi mitra strategis pemerintah, BUM Desa perlu menata kelembagaan, meningkatkan kompetensi SDM, memperkuat akuntabilitas, menerapkan pelatihan berbasis SKKNI, dan menjalankan SOP operasional secara konsisten. Dengan langkah tersebut, BUM Desa akan lebih siap memanfaatkan peluang dan berperan dalam transformasi pembangunan desa.
Penulis : Subandi
Editor : Diana Arta