Konsultasi Masalah BUM Desa Kamu Gratis!

Cek Sekarang!

Apa saja program kami

gambar pelatihan bum desa
Pelatihan BUM Desa

Kami memberikan layanan pelatihan baik secara online maupun offline dengan didukung konsultan dan praktisi berpengalaman soal Bumdes

gambar pelatihan bum desa
Pendampingan BUM Desa

Kami memberikan layanan pendampingan baik secara online maupun offline dengan didukung konsultan dan praktisi berpengalaman soal Bumdes

gambar pelatihan bum desa
Layanan Digital

Kami menyediakan layanan digital yang dapat digunakan untuk mendukung pengelolaan Bumdes, seperti Cek Kesehatan Usaha Bumdes, Sistem Aplikasi Akuntansi Bumdes dan layanan konsultasi lainnya

Cek Kesehatan Usaha BUM Desa

Data Cek Kesehatan Usaha
BUM Desa Seluruh Indonesia

Rincian Data Bumdes.id

0

0

Total Data BUM Desa
BUM Desa Rintisan

*Bintang 1 - 2

0

0

Bumdes Berkembang
BUM Desa Maju

*Bintang 3

*Bintang 4 - 5

Aceh, Bali, Banten, Bengkulu, Yogyakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan,
Kalimantan Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Maluku Utara, NTB, NTT, Papua, Papua Barat, Riau, Sulawesi
Barat, Sulawesi Tegah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara

Profil BUM Desa Indonesia

Profil Online BUM Desa Indonesia

Mereka adalah seluruh mitra yang berkolaborasi dengan dengan kami.

Newsletter terbaru

Newsletter Bumdes.id Edisi 7 - Lanskap Baru Pemberdayaan CSR Industri

Periode: Juli 2024

Newsletter Bumdes.id Edisi 7 - Lanskap Baru Pemberdayaan CSR Industri

Download Newsletter

Bumdes TV

Video Edukasi BUM Desa

Kumpulan video edukatif terkait peraturan dan isu terbaru Bumdes di Indonesia.

Artikel Terbaru

Relasi Penting Ketahanan Pangan Desa dalam Mendukung Makan Bergizi Gratis

Relasi Penting Ketahanan Pangan Desa dalam Mendukung Makan Bergizi Gratis

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada ketersediaan dan keberlanjutan pasokan pangan. Di sinilah ketahanan pangan desa memiliki relasi yang sangat penting sebagai fondasi utama pendukung MBG. Penguatan peran desa melalui pengelolaan pangan lokal menjadi kunci agar program gizi tidak hanya berjalan, tetapi juga berkelanjutan.

Melalui berbagai pelatihan yang difasilitasi oleh Bumdes.id, pengurus BUM Desa didorong untuk memahami bahwa ketahanan pangan bukan sekadar produksi, melainkan sistem yang mencakup pengelolaan, distribusi, dan akses pangan bergizi. Desa memiliki potensi besar sebagai penyedia bahan pangan segar, aman, dan terjangkau untuk mendukung pelaksanaan MBG di tingkat lokal. Ketika BUM Desa mampu mengelola usaha pangan secara profesional, rantai pasok MBG dapat dipenuhi dari desa itu sendiri.

Pelatihan Bumdes.id menekankan pentingnya sinergi antara usaha pangan BUM Desa, kelompok tani, dan pemerintah desa. Sinergi ini memungkinkan bahan pangan seperti beras, sayuran, telur, ikan, dan produk olahan lokal disuplai secara konsisten untuk kebutuhan MBG. Selain meningkatkan efektivitas program gizi, pendekatan ini juga membuka peluang ekonomi bagi petani dan masyarakat desa.

Dengan demikian, ketahanan pangan desa dan program Makan Bergizi Gratis saling memperkuat. Melalui peningkatan kapasitas pengurus BUM Desa sebagaimana didorong dalam pelatihan Bumdes.id, desa dapat berperan aktif mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi lokal.

Penulis : Subandi

Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pengurus BUM Desa Untuk Optimalisasi Ketahanan Pangan

Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pengurus BUM Desa Untuk Optimalisasi Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan desa membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan sumber daya alam. Faktor kunci yang sering menentukan keberhasilan program ketahanan pangan adalah kapasitas kewirausahaan pengelolanya, khususnya pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Dalam konteks ini, pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Bumdes.id menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran BUM Desa sebagai penggerak ekonomi sekaligus penopang ketahanan pangan desa.

Pelatihan kewirausahaan Bumdes.id dirancang untuk membekali pengurus BUM Desa dengan pola pikir wirausaha (entrepreneurial mindset) yang adaptif dan berorientasi solusi. Pengurus tidak hanya diajak memahami peluang usaha pangan, tetapi juga dilatih mengidentifikasi potensi lokal, membaca kebutuhan pasar desa, serta mengelola risiko usaha. Pendekatan ini penting agar usaha ketahanan pangan tidak berhenti pada kegiatan produksi, tetapi berkembang menjadi unit usaha yang berkelanjutan dan bernilai tambah.

Dalam pelatihan tersebut, pengurus BUM Desa memperoleh pemahaman praktis mengenai perencanaan bisnis usaha pangan, mulai dari penyusunan model bisnis, pengelolaan modal, hingga strategi pemasaran. Bumdes.id menekankan pentingnya integrasi antara tujuan ekonomi dan sosial, sehingga usaha pangan BUM Desa mampu menyediakan akses pangan yang terjangkau bagi warga sekaligus menciptakan keuntungan bagi desa.

Selain aspek teknis, pelatihan kewirausahaan Bumdes.id juga menyoroti tata kelola dan profesionalisme pengelolaan BUM Desa. Pengurus didorong untuk membangun sistem administrasi yang transparan, pembagian peran yang jelas, serta kemitraan strategis dengan kelompok tani, pelaku UMKM, dan pemerintah desa. Tata kelola yang baik menjadi pondasi penting agar usaha ketahanan pangan dapat berkembang secara sehat dan dipercaya masyarakat.

Melalui pelatihan kewirausahaan Bumdes.id, BUM Desa dipersiapkan menjadi aktor utama dalam mengoptimalkan ketahanan pangan desa. Dengan pengelolaan yang profesional dan berorientasi keberlanjutan, BUM Desa tidak hanya memperkuat ekonomi desa, tetapi juga menjaga ketersediaan dan akses pangan bagi seluruh warga.

Penulis : Subandi

Mengapa Sekolah Ketahanan Pangan (Ketapang) Penting Bagi Pengurus BUM Desa?

Mengapa Sekolah Ketahanan Pangan (Ketapang) Penting Bagi Pengurus BUM Desa?

Ketahanan pangan tidak lagi sekadar isu pertanian, melainkan telah berkembang menjadi agenda strategis pembangunan desa. Dalam konteks inilah Sekolah Ketahanan Pangan (Ketapang) menjadi ruang pembelajaran penting bagi pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh Bumdes.id, Sekolah Ketapang dirancang untuk memperkuat kapasitas pengelola BUM Desa agar mampu menjadikan sektor pangan sebagai sumber kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.

BUM Desa memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Namun, banyak BUM Desa yang masih menghadapi tantangan dalam mengelola usaha pangan secara profesional, mulai dari perencanaan bisnis, pengelolaan produksi, hingga pemasaran. Sekolah Ketapang hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan yang sistematis dan berbasis praktik. Pelatihan ini tidak hanya membahas aspek teknis produksi pangan, tetapi juga menekankan pentingnya tata kelola usaha, analisis potensi desa, serta integrasi program ketahanan pangan dengan kebijakan Dana Desa.

Salah satu nilai penting Sekolah Ketapang bagi pengurus BUM Desa adalah peningkatan pemahaman terhadap konsep ketahanan pangan secara utuh. Ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal ketersediaan bahan pangan, tetapi juga mencakup aksesibilitas, keterjangkauan harga, kualitas gizi, dan keberlanjutan. Dalam pelatihan Bumdes.id, pengurus BUM Desa diajak melihat pangan sebagai ekosistem usaha desa mulai dari hulu (produksi) hingga hilir (pengolahan dan distribusi). Perspektif ini mendorong BUM Desa untuk tidak sekadar menjadi penjual bahan mentah, tetapi naik kelas menjadi pengelola rantai nilai pangan.

Selain itu, Sekolah Ketapang penting karena membantu pengurus BUM Desa menyelaraskan usaha pangan dengan kebijakan pemerintah, khususnya terkait alokasi Dana Desa untuk ketahanan pangan. Dengan adanya kewajiban pengalokasian anggaran ketahanan pangan, BUM Desa memiliki peluang besar untuk menjadi pelaksana usaha strategis desa. Melalui pelatihan ini, pengurus dibekali pemahaman regulasi, perencanaan usaha berbasis musyawarah desa, serta mekanisme kerja sama dengan pemerintah desa dan kelompok tani atau nelayan.

Pelatihan Sekolah Ketapang dari Bumdes.id juga menekankan penguatan kapasitas manajerial dan kewirausahaan sosial. Pengurus BUM Desa dilatih untuk menyusun model bisnis yang realistis, menghitung risiko usaha, serta memastikan usaha pangan memberikan manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat desa. Pendekatan ini penting agar BUM Desa tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan stabilitas pangan lokal.

Lebih jauh, Sekolah Ketapang mendorong lahirnya inovasi usaha pangan berbasis potensi lokal. Setiap desa memiliki karakteristik dan sumber daya yang berbeda. Melalui proses belajar bersama, pengurus BUM Desa dapat menggali peluang usaha pangan yang sesuai dengan kondisi desa masing-masing, seperti pengelolaan lumbung pangan desa, usaha pengolahan hasil pertanian, budidaya pangan lokal, atau distribusi pangan berbasis BUM Desa.

19 Maret 2024

Kemitraan Narasumber Biro Bermas DIY Peningkatan Kapasitas BUMKal - Kelurahan Maguwoharjo

28 Desember 2022

Kunjungan Sekolah Bumdes

26 Desember 2022

Pelatihan Revitalisasi BUM Desa Paska PP 11 Tahun 2022

21 Desember 2022

Kunjungan Sekolah Bumdes

19 Desember 2022

Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan

Yuk, ikut jadi bagian dari perjalanan Bumdes.id

untuk membangun komunitas & layanan yang membantu menumbuhkan BUM Desa di seluruh Indonesia!
Join Komunitas