Konsultasi Masalah BUM Desa Kamu Gratis!

Cek Sekarang!

Apa saja program kami

gambar pelatihan bum desa
Pelatihan BUM Desa

Kami memberikan layanan pelatihan baik secara online maupun offline dengan didukung konsultan dan praktisi berpengalaman soal Bumdes

gambar pelatihan bum desa
Pendampingan BUM Desa

Kami memberikan layanan pendampingan baik secara online maupun offline dengan didukung konsultan dan praktisi berpengalaman soal Bumdes

gambar pelatihan bum desa
Layanan Digital

Kami menyediakan layanan digital yang dapat digunakan untuk mendukung pengelolaan Bumdes, seperti Cek Kesehatan Usaha Bumdes, Sistem Aplikasi Akuntansi Bumdes dan layanan konsultasi lainnya

Cek Kesehatan Usaha BUM Desa

Data Cek Kesehatan Usaha
BUM Desa Seluruh Indonesia

Rincian Data Bumdes.id

0

0

Total Data BUM Desa
BUM Desa Rintisan

*Bintang 1 - 2

0

0

Bumdes Berkembang
BUM Desa Maju

*Bintang 3

*Bintang 4 - 5

Aceh, Bali, Banten, Bengkulu, Yogyakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan,
Kalimantan Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Maluku Utara, NTB, NTT, Papua, Papua Barat, Riau, Sulawesi
Barat, Sulawesi Tegah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara

Profil BUM Desa Indonesia

Profil Online BUM Desa Indonesia

Mereka adalah seluruh mitra yang berkolaborasi dengan dengan kami.

Newsletter terbaru

Newsletter Bumdes.id Edisi 7 - Lanskap Baru Pemberdayaan CSR Industri

Periode: Juli 2024

Newsletter Bumdes.id Edisi 7 - Lanskap Baru Pemberdayaan CSR Industri

Download Newsletter

Bumdes TV

Video Edukasi BUM Desa

Kumpulan video edukatif terkait peraturan dan isu terbaru Bumdes di Indonesia.

Artikel Terbaru

BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), Penggerak Ekonomi Lokal Menuju Desa Mandiri

BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), Penggerak Ekonomi Lokal Menuju Desa Mandiri

Di tengah semangat pembangunan desa yang terus menggeliat, BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) hadir sebagai salah satu instrumen paling strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. Sejak diatur secara resmi melalui Undang-Undang Desa No. 6 Tahun 2014, BUMDes telah berkembang menjadi pilar ekonomi lokal yang diakui secara nasional.

Ribuan BUMDes tersebar di seluruh penjuru Indonesia, bergerak di berbagai sektor mulai dari pertanian, pariwisata, perdagangan, hingga jasa keuangan mikro. Kehadirannya bukan sekadar lembaga usaha biasa BUMDes adalah wujud nyata otonomi desa dalam mengelola potensi lokal demi kesejahteraan seluruh warganya.

Apa Itu BUMDes (Badan Usaha Milik Desa)?

BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa adalah lembaga usaha yang didirikan dan dikelola oleh pemerintah desa bersama masyarakat dengan tujuan memperkuat perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan warganya. BUMDes dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa masing-masing, sehingga jenis usaha yang dijalankan dapat berbeda-beda sesuai karakteristik lokal.

Modal utama BUMDes bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), yang dapat diperkuat dengan Dana Desa, hibah, pinjaman, maupun penyertaan modal dari pihak lain. Seluruh keuntungan yang diperoleh BUMDes menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes) yang dapat digunakan kembali untuk membiayai pembangunan dan layanan publik di tingkat desa.

BUMDes memiliki sejumlah ciri khas yang membedakannya dari lembaga usaha lain. Kepemilikannya ada pada pemerintah desa, pengawasannya dilakukan langsung oleh pemerintah desa dan masyarakat, orientasinya adalah peningkatan PADes, dan seluruh unit usahanya disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan lokal desa.

Tujuan Didirikannya BUMDes

BUMDes tidak didirikan sekadar untuk mencari untung. Ada tujuan yang lebih besar di baliknya:

  1. Meningkatkan pendapatan asli desa, agar desa tidak sepenuhnya bergantung pada Dana Desa dari pemerintah pusat

  2. Membuka lapangan kerja bagi warga lokal tanpa harus pergi merantau ke kota

  3. Mengoptimalkan potensi desa, baik itu sumber daya alam, produk lokal, maupun layanan yang dibutuhkan warga

  4. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara merata dan berkelanjutan

  5. Mendorong kemandirian ekonomi desa dalam jangka panjang

Badan Usaha Milik Desa didirikan dengan tujuan yang sangat strategis bagi pembangunan desa jangka panjang. BUMDes bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Desa sebagai sumber pembiayaan pembangunan, mengoptimalkan aset dan potensi ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja bagi warga desa, serta mendorong pertumbuhan usaha masyarakat melalui penyediaan layanan jasa dan produk yang dibutuhkan.

Apa Manfaat BUMDes bagi Warga Desa?

Kalau BUMDes berjalan dengan baik, manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga desa:

Lapangan kerja tersedia di desa sendiri Warga tidak perlu merantau untuk mendapatkan penghasilan. BUMDes menyerap tenaga kerja lokal — dari pengelola, kasir toko, hingga pemandu wisata.

Harga lebih terjangkau untuk kebutuhan pokok BUMDes yang mengelola toko sembako atau agen distribusi bisa menekan harga yang selama ini dikendalikan oleh pedagang luar.

Pendapatan desa bertambah Keuntungan BUMDes masuk ke kas desa — dan bisa digunakan untuk membangun fasilitas umum, membiayai program sosial, atau meningkatkan pelayanan warga.

UMKM warga punya saluran pemasaran BUMDes bisa menjadi jembatan antara produk UMKM lokal dengan pasar yang lebih luas — termasuk pasar digital.

Warga punya akses layanan keuangan Di daerah yang jauh dari bank, BUMDes dengan unit simpan pinjam atau layanan agen perbankan bisa menjadi penyelamat bagi warga yang butuh akses keuangan.

BUMDes yang Kuat Dimulai dari Fondasi yang Benar

BUMDes bukan sekadar nama lembaga di papan desa. Ia adalah alat — alat untuk mengubah potensi desa menjadi kesejahteraan nyata bagi warganya.

Tapi alat sebaik apapun tidak akan berguna jika tidak digunakan dengan benar. BUMDes yang kuat dibangun di atas tiga fondasi: tata kelola yang transparan, usaha yang sesuai potensi lokal, dan pengelola yang kompeten dan jujur.

Ketika tiga fondasi itu ada, BUMDes bukan hanya menghasilkan keuntungan finansial — ia membangun kepercayaan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi motor perubahan nyata yang dirasakan dari dalam desa itu sendiri.

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Penggerak Ekonomi Desa Indonesia

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Penggerak Ekonomi Desa Indonesia

Desa Indonesia sedang memasuki babak baru dalam perjalanan pembangunan ekonominya. Pemerintah kini mendorong pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai kelembagaan ekonomi baru yang diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi desa secara lebih inklusif dan produktif.

Apa Itu Koperasi Desa Merah Putih?

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau disingkat KDKMP adalah koperasi yang dibentuk khusus di tingkat desa atau kelurahan sebagai bagian dari program pemerintah untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa.

Sederhananya, KDKMP adalah wadah usaha bersama milik warga desa, di mana setiap warga bisa menjadi anggota, ikut berkontribusi, dan menikmati hasilnya bersama-sama.

Warga desa bergabung dalam satu koperasi, iuran bersama, lalu koperasi itu membuka toko kebutuhan pokok, menampung hasil panen petani, atau menyediakan pinjaman modal usaha dengan bunga yang lebih ringan dari rentenir. Itulah gambaran sederhana KDKMP.

Apa Saja yang Bisa Dilakukan KDKMP?

KDKMP bisa menjalankan berbagai jenis usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi desa setempat. Beberapa contoh nyata yang umum:

🏪 Gerai/toko kebutuhan pokok Menjual sembako dan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau bagi anggota koperasi.

🌾 Pengumpulan dan pemasaran hasil pertanian Menampung hasil panen anggota, padi, sayur, buah, lalu memasarkannya ke pasar yang lebih luas dengan harga yang lebih baik.

🏠 Gudang penyimpanan bersama Tempat menyimpan hasil panen agar petani tidak harus menjual saat harga sedang murah.

💰 Simpan pinjam anggota Menyediakan pinjaman modal usaha bagi anggota dengan bunga yang lebih ringan dibandingkan pinjaman di luar.

🛠️ Pengolahan produk lokal Membantu warga mengolah bahan baku lokal menjadi produk yang bernilai lebih tinggi, misalnya singkong menjadi keripik, atau susu sapi menjadi yogurt.

Apa Manfaat KDKMP bagi Warga Desa?

Jika berjalan dengan baik, KDKMP bisa memberikan manfaat nyata yang langsung dirasakan warga:

Harga kebutuhan pokok lebih terjangkau, karena dibeli langsung dari sumber, tanpa banyak perantara.

Petani dapat harga jual yang lebih adil, tidak lagi tergantung pada tengkulak yang menentukan harga sepihak.

Akses modal lebih mudah, pinjaman dari koperasi biasanya lebih fleksibel dan bunga lebih rendah.

Produk lokal bisa masuk pasar lebih luas, koperasi membantu pengemasan, sertifikasi, dan pemasaran produk UMKM anggota.

Warga punya rasa memiliki,? karena mereka adalah pemilik koperasi itu sendiri, bukan sekadar pelanggan.

Koperasi Desa Merah Putih adalah peluang nyata bagi warga desa untuk membangun kekuatan ekonomi bersama. Bukan sekadar program pemerintah yang datang dan pergi? tapi potensi fondasi ekonomi desa yang bisa bertahan lama jika dikelola dengan benar, diurus oleh orang yang tepat, dan didukung oleh seluruh warga.?

Kuncinya ada di tangan kita bersama: transparansi, partisipasi aktif, dan kemauan untuk bekerja sama? bukan bersaing. Karena koperasi yang kuat bukan koperasi yang paling banyak modalnya. Tapi koperasi yang paling solid kebersamaannya.

Membangun Kapabilitas SDM BUM Desa dalam Pengelolaan Usaha Desa

Membangun Kapabilitas SDM BUM Desa dalam Pengelolaan Usaha Desa


BUM Desa (Badan Usaha Milik Desa) dapat berjalan dengan baik apabila setiap sumber daya manusia memiliki kemampuan yang sesuai dengan posisinya. Struktur organisasi BUM Desa sudah dirancang untuk saling melengkapi. Namun, tanpa peningkatan kapabilitas SDM BUM Desa yang terarah, struktur tersebut sulit bekerja secara optimal. Karena itu, penguatan SDM perlu dilakukan berdasarkan jabatan dan tugas masing-masing. Pendekatan peningkatan kapabilitas tidak harus rumit. Langkah yang sederhana dan konsisten justru lebih mudah diterapkan. Fokus utama adalah memastikan setiap posisi memahami perannya dan mampu menjalankannya dengan baik dalam kegiatan sehari-hari.

Peningkatan Kapabilitas Penasehat

Kapabilitas Penasehat dapat ditingkatkan dengan memperkuat pemahaman terhadap arah usaha BUM Desa. Penasehat perlu rutin mengikuti perkembangan kegiatan usaha. Diskusi berkala dengan pengelola membantu Penasehat memberi masukan yang lebih relevan. Akses terhadap laporan singkat kegiatan juga penting. Langkah praktis lainnya adalah melibatkan Penasehat dalam evaluasi sederhana. Evaluasi ini tidak bersifat teknis, tetapi melihat kesesuaian usaha dengan kebutuhan desa. Dengan cara ini, arahan yang diberikan lebih membumi dan mudah diterapkan.

Peningkatan Kapabilitas Pengawas atau Dewan Pengawas

Pengawas perlu memiliki kemampuan membaca dan memahami laporan kegiatan. Kapabilitas ini dapat ditingkatkan melalui pembekalan singkat tentang alur pengelolaan usaha desa dan pencatatan keuangan. Pengawasan menjadi lebih efektif jika Pengawas memahami proses kerja, bukan hanya hasil akhirnya. Langkah berikutnya adalah menetapkan jadwal pengawasan yang jelas. Pengawasan yang rutin membantu mendeteksi masalah lebih awal. Diskusi terbuka dengan pengelola juga penting agar fungsi pengawasan berjalan tanpa kesan menghakimi.

Peningkatan Kapabilitas Direktur

Kapabilitas Direktur dapat ditingkatkan melalui penguatan kemampuan memimpin dan mengelola tim. Direktur perlu dibiasakan menyusun rencana kerja sederhana. Rencana ini membantu mengarahkan kegiatan usaha secara lebih terstruktur. Kemampuan mengambil keputusan juga perlu diasah melalui evaluasi rutin. Pendampingan menjadi langkah yang efektif bagi Direktur. Diskusi atas persoalan nyata membantu meningkatkan kepekaan dalam mengelola usaha. Dengan pendampingan yang tepat, Direktur dapat menjalankan perannya secara lebih percaya diri.

Peningkatan Kapabilitas Sekretaris

Sekretaris membutuhkan kapabilitas dalam pengelolaan administrasi dan dokumentasi. Peningkatan kemampuan dapat dilakukan melalui pembiasaan pencatatan kegiatan secara rapi. Format administrasi yang sederhana akan memudahkan pekerjaan sehari-hari. Langkah lainnya adalah pelatihan singkat terkait pengarsipan dan penyusunan dokumen. Sekretaris yang tertib membantu seluruh organisasi bekerja lebih terstruktur. Administrasi yang baik juga memudahkan proses evaluasi.

Peningkatan Kapabilitas Bendahara

Kapabilitas Bendahara perlu difokuskan pada pencatatan keuangan yang jelas dan konsisten. Pembekalan tentang pencatatan keuangan sederhana menjadi langkah awal yang penting. Penggunaan format pencatatan yang mudah dipahami akan membantu mengurangi kesalahan. Pendampingan rutin membantu Bendahara memahami arus kas usaha. Pemeriksaan berkala atas catatan keuangan juga diperlukan. Dengan langkah ini, pengelolaan keuangan menjadi lebih transparan dan dapat dipercaya.

Peningkatan Kapabilitas Pegawai

Pegawai membutuhkan peningkatan kapabilitas yang bersifat teknis dan praktis. Pelatihan langsung sesuai jenis usaha menjadi cara yang paling efektif. Pembagian tugas yang jelas membantu pegawai bekerja lebih fokus. Evaluasi kerja sederhana juga penting dilakukan. Evaluasi ini membantu pegawai memahami area yang perlu diperbaiki. Dengan pendampingan yang konsisten, kualitas kerja pegawai dapat meningkat secara bertahap.

Menyatukan Peningkatan Kapabilitas SDM BUM Desa

Peningkatan kapabilitas SDM BUM Desa perlu dilakukan secara terpadu antar jabatan. Setiap posisi saling berkaitan dalam kegiatan pengelolaan usaha desa sehari-hari. Ketika satu peran tidak berjalan dengan baik, pekerjaan posisi lain ikut terpengaruh. Karena itu, penting untuk menyamakan pemahaman mengenai tujuan pengelolaan usaha desa dan pembagian peran melalui koordinasi yang sederhana dan rutin, serta diperkuat dengan pelatihan bersama yang dilaksanakan sesekali.

Pelatihan tersebut cukup dilakukan paling banyak satu kali dalam setahun, idealnya setelah evaluasi kinerja tahunan atau menjelang awal tahun kerja. Tema pelatihan difokuskan pada penguatan kerja tim, pemahaman peran masing-masing jabatan, serta penyelarasan arah pengelolaan usaha desa. Di luar itu, komunikasi terbuka dan evaluasi bersama tetap menjadi cara utama untuk meningkatkan kapabilitas SDM BUM Desa. Diskusi singkat dapat dimanfaatkan untuk membahas kendala dan mencari solusi bersama, sehingga proses belajar berlangsung secara alami dan berkelanjutan.

19 Maret 2024

Kemitraan Narasumber Biro Bermas DIY Peningkatan Kapasitas BUMKal - Kelurahan Maguwoharjo

28 Desember 2022

Kunjungan Sekolah Bumdes

26 Desember 2022

Pelatihan Revitalisasi BUM Desa Paska PP 11 Tahun 2022

21 Desember 2022

Kunjungan Sekolah Bumdes

19 Desember 2022

Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan

Yuk, ikut jadi bagian dari perjalanan Bumdes.id

untuk membangun komunitas & layanan yang membantu menumbuhkan BUM Desa di seluruh Indonesia!
Join Komunitas