Konsultasi Masalah BUM Desa Kamu Gratis!

Cek Sekarang!

Sinergi BUM Desa dengan Industri Sinergi Farm dalam program Ketahanan Pangan

16 Feb 2026 | By Ghulam | 26 views
Sinergi BUM Desa dengan Industri Sinergi Farm dalam program Ketahanan Pangan

Direktur Utama Sinergi Farm, Destarafi Perdana Islami menyampaikan tanggapan terkait Sinergitas BUM Desa dan Industri pada Ketahanan Pangan di Kick Off Sekolah Ketapang (Dok.Meravi)

Kementerian Desa melalui Keputusan Menteri Desa Nomor 3 Tahun 2025 menetapkan alokasi Dana Desa sebesar 20% (dua puluh persen) untuk program ketahanan pangan. Kebijakan ini menjadi momentum penting bagi Desa dan BUM Desa untuk mengembangkan usaha produktif yang tidak hanya menyerap anggaran, tetapi mampu menciptakan model bisnis yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan Kick Off Sekolah Ketahanan Pangan (disingkat Sekolah Ketapang) yang diselenggarakan bumdes.id tanggal 27 November 2025, salah satu Narasumber yakni Dosen FEB UMY dan Founder bumdes.id Dr. Rudy Suryanto menyampaikan 5 (lima) Aspek Strategi BUMDES menjadi Mitra Strategis, salah satunya yaitu Aspek Kerjasama dimana BUM Desa menjadi wadah dan penghubung Desa dengan pihak luar.

Untuk kerjasama dengan pihak luar atau Industri, hadir juga di Kick Off Sekolah Ketapang dari Sinergi Farm perusahaan Agro yang fokus pada sektor peternakan melalui pengelolaan domba dan pertanian. Sinergi Farm telah aktif mendampingi lima BUM Desa di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pengembangan usaha pertanian dan peternakan. Pendampingan yang dilakukan tidak berhenti pada aspek teknis budidaya, tetapi mencakup penguatan operasional serta analisis kelayakan usaha. Materi yang diberikan meliputi proyeksi pendapatan, perhitungan margin, hingga kajian kelayakan bisnis, sehingga desa memiliki dasar pengambilan keputusan yang rasional sebelum melakukan investasi maupun ekspansi usaha.

Selain itu, Sinergi Farm juga berpengalaman dalam menyusun Feasibility Study (FS) yang ringkas, komprehensif, dan realistis, sehingga dapat langsung digunakan sebagai dasar perencanaan dan mitigasi risiko usaha. Dengan jaringan kolaborasi yang telah terbagun di berbagai daerah, Sinergi Farm tidak hanya berfokus pada pengembangan wilayah DIY, tetapi juga membuka peluang penguatan ekosistem ketahanan pangan berbasis desa secara nasional.

Dalam Kick Off Sekolah Ketahanan Pangan, Destarafi Perdana Islami selaku Direktur Utama Sinergi Farm, menegaskan bahwa pengembangan ketahanan pangan berbasis desa harus dibangun dari perspektif industri dengan dua fondasi utama, yaitu standarisasi dan keberlanjutan. Sebagai perusahaan agro yang bergerak di bidang peternakan kambing perah dan domba pedaging, Sinergi Farm telah membangun pola kemitraan terstandar bersama BUM Desa dan peternak individu agar proses produksi, kualitas hasil, serta model bisnis dapat terukur dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara BUM Desa dan industri seperti Sinergi Farm menjadi model konkret bagaimana ketahanan pangan desa dapat dibangun secara profesional dan berkelanjutan. Sinergi Farm menekankan pentingnya standarisasi mutu, kepastian pasar melalui skema off-taker, serta kesepakatan awal terkait harga, volume, dan kualitas sebagai fondasi kemitraan yang sehat. Melalui pola Perjanjian Kerja Sama (PKS), sistem grading, dan pendampingan produktivitas, BUM Desa tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi sebagai mitra strategis dalam rantai pasok industri yang terukur dan kompetitif.

Melalui Sekolah Ketahanan Pangan, Bumdes.id mendorong BUM Desa agar memahami standar industri, mampu menyusun model bisnis, serta membangun kemitraan berbasis kepastian pasar. Dengan sinergi antara BUM Desa, industri, dan penguatan kapasitas melalui Sekolah Ketapang, ketahanan pangan desa dapat tumbuh lebih stabil, produktif, dan memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.

Bumdes.id berkomitmen terus memperluas jejaring kolaborasi strategis agar BUM Desa tumbuh sebagai pelaku usaha yang profesional, adaptif, dan berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan pangan  nasional dari tingkat desa.

Penulis : Ghulam

Editor : Diana Arta