Konsultasi Masalah BUM Desa Kamu Gratis!

Cek Sekarang!

Mengapa Sekolah Ketahanan Pangan (Ketapang) Penting Bagi Pengurus BUM Desa?

09 Feb 2026 | By Subandi | 31 views
Mengapa Sekolah Ketahanan Pangan (Ketapang) Penting Bagi Pengurus BUM Desa?

(Dok. Meravi.id)

Ketahanan pangan tidak lagi sekadar isu pertanian, melainkan telah berkembang menjadi agenda strategis pembangunan desa. Dalam konteks inilah Sekolah Ketahanan Pangan (Ketapang) menjadi ruang pembelajaran penting bagi pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh Bumdes.id, Sekolah Ketapang dirancang untuk memperkuat kapasitas pengelola BUM Desa agar mampu menjadikan sektor pangan sebagai sumber kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.

BUM Desa memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Namun, banyak BUM Desa yang masih menghadapi tantangan dalam mengelola usaha pangan secara profesional, mulai dari perencanaan bisnis, pengelolaan produksi, hingga pemasaran. Sekolah Ketapang hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan yang sistematis dan berbasis praktik. Pelatihan ini tidak hanya membahas aspek teknis produksi pangan, tetapi juga menekankan pentingnya tata kelola usaha, analisis potensi desa, serta integrasi program ketahanan pangan dengan kebijakan Dana Desa.

Salah satu nilai penting Sekolah Ketapang bagi pengurus BUM Desa adalah peningkatan pemahaman terhadap konsep ketahanan pangan secara utuh. Ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal ketersediaan bahan pangan, tetapi juga mencakup aksesibilitas, keterjangkauan harga, kualitas gizi, dan keberlanjutan. Dalam pelatihan Bumdes.id, pengurus BUM Desa diajak melihat pangan sebagai ekosistem usaha desa mulai dari hulu (produksi) hingga hilir (pengolahan dan distribusi). Perspektif ini mendorong BUM Desa untuk tidak sekadar menjadi penjual bahan mentah, tetapi naik kelas menjadi pengelola rantai nilai pangan.

Selain itu, Sekolah Ketapang penting karena membantu pengurus BUM Desa menyelaraskan usaha pangan dengan kebijakan pemerintah, khususnya terkait alokasi Dana Desa untuk ketahanan pangan. Dengan adanya kewajiban pengalokasian anggaran ketahanan pangan, BUM Desa memiliki peluang besar untuk menjadi pelaksana usaha strategis desa. Melalui pelatihan ini, pengurus dibekali pemahaman regulasi, perencanaan usaha berbasis musyawarah desa, serta mekanisme kerja sama dengan pemerintah desa dan kelompok tani atau nelayan.

Pelatihan Sekolah Ketapang dari Bumdes.id juga menekankan penguatan kapasitas manajerial dan kewirausahaan sosial. Pengurus BUM Desa dilatih untuk menyusun model bisnis yang realistis, menghitung risiko usaha, serta memastikan usaha pangan memberikan manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat desa. Pendekatan ini penting agar BUM Desa tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan stabilitas pangan lokal.

Lebih jauh, Sekolah Ketapang mendorong lahirnya inovasi usaha pangan berbasis potensi lokal. Setiap desa memiliki karakteristik dan sumber daya yang berbeda. Melalui proses belajar bersama, pengurus BUM Desa dapat menggali peluang usaha pangan yang sesuai dengan kondisi desa masing-masing, seperti pengelolaan lumbung pangan desa, usaha pengolahan hasil pertanian, budidaya pangan lokal, atau distribusi pangan berbasis BUM Desa.