Konsultasi Masalah BUM Desa Kamu Gratis!

Cek Sekarang!

25 BUM Desa Kabupaten Muara Enim Studi Lapangan ke Kebun Ketahanan Pangan BUM Desa Amarta Pandowoharjo, Sleman, Provinsi DIY

11 Feb 2026 | By Ghulam | 6 views
25 BUM Desa Kabupaten Muara Enim Studi Lapangan ke Kebun Ketahanan Pangan BUM Desa Amarta Pandowoharjo, Sleman, Provinsi DIY

25 BUM Desa Kabupaten Muara Enim berkunjung ke Kebun Ketahanan Pangan BUM Desa Amarta Pandowoharjo, Sleman, DIY (Dok. Meravi.id)

Bumdes.id mendampingi 25 BUM Desa se-Kabupaten Muara Enim untuk Studi Lapangan ke Kebun Ketahanan Pangan yang dikelola oleh BUM Desa Amarta Pandowoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dari Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi SDM Pengurus BUM Desa Kabupaten Muara Enim yang difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Muara Enim.

Program ketahanan pangan BUM Desa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebijakan pemerintah melalui Keputusan Menteri Desa Nomor 3 Tahun 2025, dengan pemberian alokasi 20% (dua puluh persen) dari dana desa diperuntukkan bagi ketahanan pangan desa. 

Salah satu BUM Desa yang berhasil menerapkan program ini adalah BUM Desa Amarta Pandowoharjo, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Direktur BUM Desa Amarta, Agus Setyanta, menyampaikan bahwa program ketahanan pangan di Desa Pandowoharjo mulai dijalankan pada tahun 2025 sebagai mandat baru hasil musyawarah desa, dengan pengelolaan dana 20% Dana Desa yang dipercayakan kepada BUM Desa. Di Desa Pandowoharjo, program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada budidaya tanaman seperti pepaya, jagung, bawang merah, ubi jalar, cabai, dan sayuran, tetapi juga membangun kawasan edukasi pertanian yang melibatkan Gapoktan, Kelompok Wanita Tani, serta petani milenial. Kolaborasi ini dimulai sejak tahap perencanaan melalui pembentukan tim kajian desa untuk menentukan jenis usaha sesuai potensi dan musim tanam.

Sejauh ini, BUM Desa Amarta telah berhasil melakukan panen melon dan sayuran masa tanam pendek seperti kangkung, sementara komoditas lain masih dalam tahap pertumbuhan. Meski menghadapi tantangan musim, program yang mulai berjalan pada pertengahan tahun ini dinilai telah memberikan manfaat dan menjadi pembelajaran berharga dalam pengelolaan unit usaha pangan desa.

Agus Setyanta mengajak para pengelola BUM Desa untuk berani mengambil peluang pengelolaan dana ketahanan pangan. Menurutnya, tantangan di lapangan dapat diatasi melalui kolaborasi dan pendampingan yang tepat, termasuk bekerja sama dengan lembaga pendamping seperti Bumdes.id.

Bumdes.id  berkomitmen terus mendampingi BUM Desa dalam memperkuat kapasitas usaha sehingga kebijakan ketahanan pangan desa dapat memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat.

Penulis : Ghulam 

Editor : Diana Arta