Cara Memberi Nilai Tambah Produk Unit Usaha Bumdes

Nilai tambah produk

Sektor industri pada era kekinian merupakan sektor yang menjadi โ€œpemimpinโ€ dalam aktivitas perekonomian. Artinya, sektor industri yang tumbuh akan mampu mengangkat dan memacu pertumbuhan sektor yang lainnya.

Desa-desa di Indonesia merupakan basis sektor pertanian dan perikanan, yang mana pada kedua sektor ini tumpuan hidup dan ekonomi warga desa disandarkan. Karenanya menjadi penting untuk memperhatikan perkembangan sektor industri yang memiliki hubungan dengan sektor pertanian dan perikanan. Hal ini, dimaksudkan agar terjadi perkembangan menuju era industri yang dapat memberikan nilai tambah produk yang dihasilkan dari sektor pertanian dan perikanan.

Karenanya peranan Pemerintah Desa dan Badan Usaha Milik Desa harus mampu menangkap proyeksi perkembangan sektor industri ke depan. Salah satu caranya adalah dengan melakukan berbagai inovasi desa, dari produk potensi desa, dengan memberikan nilai tambah, atau melakukan upaya produksi agar terjadi perubahan nilai tambah.

Apa itu nilai tambah?

Nilai tambah (value added) adalah pertambahan nilai suatu komoditas karena mengalami proses pengolahan, pengangkutan ataupun penyimpanan dalam suatu produksi. Dalam proses pengolahan nilai tambah dapat didefinisikan sebagai selisih (marjin) antara nilai produk dengan nilai biaya bahan baku dan input lainnya, tidak termasuk tenaga kerja.

Sedangkan marjin adalah selisih antara nilai produk dengan harga bahan bakunya saja. Dalam marjin ini tercakup komponen faktor produksi yang digunakan yaitu tenaga kerja, input lainnya dan balas jasa pengusaha pengolahan (Hayami et al, 1987).

Konsep nilai tambah adalah suatu perubahan nilai yang terjadi karena adanya perlakuan terhadap suatu input pada suatu proses produksi. Arus peningkatan nilai tambah komoditas pertanian terjadi di setiap mata rantai pasok dari hulu ke hilir berawal dari petani dan berakhir pada konsumen akhir. Nilai tambah komoditas pertanian di sektor hulu dapat dilakukan dengan penyediaan bahan baku berkualitas dan berkesinambungan yang melibatkan para pelaku mata rantai pertama. Nilai tambah pada sektor hilir melibatkan industri pengolahan.

Telah dibuka pendidikan dan pelatihan bagi pengelola BUMDes: Klik untuk informasi lebih lengkap Pendaftaran Training of Trainers Pendampingan Bumdes Angaktan 20

Komoditas pertanian yang bersifat perishable (mudah rusak) dan bulky (kamba) memerlukan penanganan yang tepat, sehingga produk pertanian siap dikonsumsi oleh konsumen. Perilaku tersebut antara lain pengolahan, pengemasan, pengawetan, dan manajemen mutu untuk menambah kegunaan menimbulkan nilai tambah sehingga harga produk pertanian menjadi tinggi (Marimin dan Magfiroh, 2010)

Nilai tambah mempunyai peranan penting dalam sektor industri, khususnya Industri Pengolahan. Nilai tambah merupakan nilai lebih dari sebuah produk industri, yang dimulai dari efisiensi dalam proses input produksi. Sehingga nilai tambah ini yang menyebabkan keuntungan lebih pula dari industri.

Menurut Kemdiknas (Wibowo, 2011:26), terdapat beberapa cara memberikan nilai tambah yang dimaksud, yaitu:
1. Melalui pengembangan teknologi baru (developing new technology);
2. Melalui penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge);
3. Melalui perbaikan produk (barang dan jasa) yang sudah ada (improving existing product or services);
4. Melalui penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak, dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and service with fewer recources).

Inilah tips yang dapat dilakukan untuk memberi nilai tambah dalam suatu produk:

1. Sebaiknya yang kita produksi adalah produk utama dan mempunyai kemampuan untuk berproduksi secara terus-menerus atau kelangsungannya berjalan dalam waktu yang lama (long term). Artinya kita harus berproduksi secara konsisten dan fokus pada produk tersebut serta memiliki pemasok yang sudah jelas. Jangan pernah menjual produk yang berganti ganti dan mitra pemasok yang tidak jelas kemampuannya.

2. Pastikan bahwa produk yang kita buat sudah melalui uji kelayakan jual; sebelum produk kita pasarkan pastikan bahwa kelayakan produk telah dipenuhi, misalnya dengan melakukan uji lab, atau paling sederhana dengan memberikan tester kepada kolega atau orang lain untuk mencoba produk kita secara gratis, mintalah atau biarkan mereka mengkritik dari hasil uji coba tersebut dapat dijadikan masukan dalam mengembangkan produk.

3. Pastikan produk yang dibuat memiliki segmen pasar yang jelas dan terarah; Setelah produk yang kita buat telah melewati layak uji dan kita yakin akan perkembangan produk, maka selanjutnya kita tinggal menentukan segmen pasar yang sesuai dengan produk tersebut. Apakah diperuntukkan bagi segmen berdasarkan jenis kelamin, usia, profesi, tempat tinggal dll.

4.  Pastikan milikilah perhitungan laba / rugi yang terukur jelas; sangat penting untuk melakukan analisa perhitungan (simulasi) untung rugi. Tidak ada salahnya walaupun back ground kita bukan dari keuangan tapi cobalah membuat mempelajari, dan membaca laporan keuangan baik itu neraca, laba rugi, perubahan modal.

Langkah selanjutnya setelah ke empat hal tersebut di atas sudah dilakukan, maka kerjakanlah 3 hal di bawah ini untuk menciptakan nilai tambah produk :

1. Memberikan sesuatu yang tidak diberikan oleh kompetitor kita kepada konsumen; dalam hal ini kit dapat memberikan bonus dari pembelian, mungkin dengan beli 2 gratis 1 atau mungkin pembelian dapat diantar atau hal lain yang membuat pelanggan senang akan layanan kita sehingga mereka terkesan. Lakukanlah kegiatan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dari produk yang ada pada kompetitor.

2. Berikan layanan purna jual kepada pembeli; tidak ada salahnya memiliki layanan purna jual yang berbeda dengan kompetitor, misalnya dengan memberikan jaminan mutu atau garansi. Perlu diingat jangan pernah kesampingkan keluhan pelanggan karena hal tersebut akan terus menyempurnakan bisnis kita.

3. Lakukan edukasi gratis bagi pelanggan; berikan informasi lebih dari sekedar produk yang diinginkan oleh pelanggan, berikan informasi tambahan mengenai produk yang kita buat.

Bagaimana menciptakan nilai tambah, dapat kita pelajari bersama melalui pendidikan dan pelatihan. Bagi Anda, yang ingin belajar BUMDes, memerlukan pendidikan dan pelatihan BUMDes maka jawabannya adalah Sekolah Bumdes. Sekolah Bumdes adalah tempat belajar Bumdes secara paten dan menyenangkan. Kombinasi Teori, Simulasi, Praktik dan Kunjungan Lapangan. Belum lengkap belajar Bumdes kalau belum ke Sekolah Bumdes SMB Bumdes.id. Sekolah Bumdes berada di Jl. Nogotirto No.15 B, Area Sawah, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Silakan Anda berkunjung jika sedang berada di Jogja, Sekolah Bumdes selalu terbuka untuk Anda.

Informasi program selanjutnya dapat menghubungi nomor kontak: https://wa.me/6285772900800.
๐—•๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ท๐—ฎ๐—ฟ ๐—•๐˜‚๐—บ๐—ฑ๐—ฒ๐˜€ ๐—ฌ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ธ๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—•๐˜‚๐—บ๐—ฑ๐—ฒ๐˜€ โ€“ ๐—ฃ๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐˜ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐—•๐˜‚๐—บ๐—ฑ๐—ฒ๐˜€. (Aryanto/Bumdes.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *