Usaha BUMDes Tetap Gagal, Salah Memilih Potensi? Ini Jawabannya!

Gagal, gagal, dan gagal, merupakan “kata-kata” yang sangat ditakuti dan dijauhi oleh semua manusia di muka bumi. Kegagalan dianggap sebagai sesuatu yang wajib dihindari, terlebih jika posisi kita sebagai seorang pengusaha. Seorang pengusaha akan berusaha keras agar usahanya dapat berjalan lancer tanpa mengalami kerugian dan kegagalan. Hal ini pun berlaku dalam Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes bisa saja mengalami kegagalan dan kerugian. Apa penyebab utama BUMDes mengalami kegagalan?

Perlu diketahui, sebelum BUMDes berdiri, pastikan jika BUMDes sudah membuat planning, kira-kira unit usaha apa yang akan dijalankan dan dikembangkan oleh BUMDes. Kebanyakan permasalahan dan kesalahan yang sering terjadi ialah BUMDes salah dalam melakukan pemetaan potensi dan juga masalah di desa. Hal ini tentu harus disoroti oleh para pengelola BUMDes dengan secara serius dan seksama. Ketika usaha BUMDes sudah ada dan berjalan, perlu selalu dicek kesehatan usahanya, seperti layanan konsultasi dari Bumdes id “Cek Kesehatan Usaha BUMDes” di Sekolah BUMDes.

Sesungguhnya, potensi desa memiliki banyak dimensi dan sifatnya sangatlah meluas. Setiap desa tentu memiliki potensi dan keunikannya masing-masing. Potensi ini harus merupakan sesuatu yang memiliki kemungkinan untuk dikembangkan menjadi bentuk lain yang bisa dijual (produk). Selain itu, potensi ini sifatnya terpendam atau diam, maksudnya ialah sesuatu yang belum dimanfaatkan untuk kepentingan lain (bisnis). Potensi desa sendiri bisa berupa alam, budaya, manusia, dan teknologi. Memanfaatkan potensi sebagai unit usaha dilakukan oleh BUMDe Tirta Mandiri dalam menjadikan sumber mata air di desanya sebagai destinasi wisata, seperti Umbul Ponggok yang terkenal dengan spot selfie di bawah air (kolam).

Selain potensi, desa tentu memiliki permasalahan yang butuh untuk diselesaikan dan diberikan solusi. Usaha BUMDes ini bisa lahir dari permasalahan yang ada di desa tersebut. Seperti yang telah dilakukan BUMDes Panggung Lestari maupun BUMDes Amarta. Unit usaha pengolahan sampah di kedua BUMDes ini lahir karena permasalahan sampah yang ada di desa keduanya. Untuk membantu Pemerintah Desa menyelesaikan permasalahan sampah di desa, BUMDes-BUMDes ini membuat unit usaha pengolahan sampah untuk turut serta membantu Pemerintah Desa dalam mengurangi sampah dan tentunya hasil dari pengolahan sampah ini bisa membantu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) di desa tempat BUMDes berada.

Namun, jika BUMDes tidak memaksimalkan potensi dengan baik atau justru memaksakan BUMDes meniru kesuksesan BUMDes lain, maka bayang-bayang kegagalan akan menghantui BUMDes. Seperti yang terjadi di salah satu BUMDes di Lampung yang mana sebenarnya desanya memiliki potensi pertanian, tapi karena ingin mengikuti jejak kesuksesan BUMDes Tirta Mandiri dengan Umbul Ponggoknya, mereka merasa mampu dan mencoba membuat wisata desa yang sama. Apa yang terjadi? Gagal! Faktor utama kegagalan wisata desa ini ialah kondisi infrastruktur jalan yang tidak baik dan mesti dibenahi terlebih dahulu.

Dari kasus di atas dapat disimpulkan, unit usaha yang seharusnya dijalankan dan dikembangkan oleh BUMDes ialah unit usaha yang berasal dari potensi dan masalah yang ada di desa dan pastikan pasar dari produk yang dihasilkan nanti setidaknya adalah warga desa itu sendiri. Jangan sampai BUMDes salah langkah dalam mengambil keputusan dan memetakan potensi atau masalah bahkan peluang usaha untuk BUMDes. Jika sahabat Bumdes.id ingin tahu lebih banyak terkait penentuan usaha BUMDes melalui pemetaan potensi dan masalah, ikuti Training of Trainers (TOT) Pendampingan BUMDes dan juga kunjungi Sekolah BUMDes di Yogyakarta (info lebih lanjut 085 772 900 800). (ayuresti/bumdes.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *