Cara Unik Agar Usaha BUMDes Berkembang

Berpuluh-puluh, beratus-ratus bahkan beribu-ribu ide bisnis seringkali terlintas dan terpikirkan dalam benak banyak orang. Seperti halnya yang dilakukan oleh pengurus BUMDes. Mereka berpikir keras untuk menghasilkan sebuah ide bisnis guna usaha BUMDes yang nantinya akan dijalankan. Tapi, untuk merealisasikan ide tersebut, tentu membutuhkan effort yang besar. Lantas, bagaimana cara merealisasikan ide-ide tersebut menjadi sebuah bisnis yang ideal?

Ide bisnis yang sudah ada tidak seharusnya langsung dieksekusi secara mentah, namun perlu dilipatgandakan terlebih dahulu. Hal ini sangat disarankan seperti penuturan Wahyudi, Kepala Desa Panggungharjo. Untuk membuat usaha BUMDes, perlu adanya cara unik agar usaha tersebut terkesan berbeda dengan usaha yang sudah ada, meskipun serupa dengan usaha sebelumnya (yang sudah ada tersebut), seperti berinovasi terhadap produk yang dibuat. Berikut beberapa cara unik agar usaha BUMDes berkembang:

Pertama, kita harus mencari “pembeda” antara bisnis BUMDes dengan bisnis lainnya. Dengan adanya perbedaan tersebut (antara usaha BUMDes dengan usaha yang lain), maka usaha yang dibuat akan memiliki nilai lebih dan memiliki keunikan tersendiri sehingga menarik perhatian pembeli untuk melirik serta membeli produk BUMDes. Oleh karena itu, buatlah sebuah inovasi dengan melakukan subtitute (substituti atau mengganti). Misal, produksi brownies. Jika berbicara brownies, orang-orang pasti akan tertuju pada brownies “Amanda”. Bagaimana bila BUMDes ingin memproduksi brownies juga? Apakah akan kalah saing dengan brownies Amanda yang sudah melegenda dan menang nama? Tentu tidak jika BUMDes bisa membuat inovasi dalam memproduksi brownies tersebut, seperti membuat brownies yang terbuat dari tela (contoh: produk Cokro Tela Cake), tentu hasilnya akan berbeda dengan brownies Amanda. Maka, berinovasilah!

Kedua, kita bisa combine (mengkombinasikan – menggabungkan dua produk agar saling melengkapi dan menjadi lebih sempurna). Seperti kemunculan camera phone. Awalnya telepon genggam (handphone) berfungsi untuk panggilan suara dan sms, serta kamera berfungsi untuk mengambil gambar diri atau momen lainnya. Seiring berjalannya waktu, handphone dan kamera ini menjadi satu-kesatuan, sehingga muncul handphone yang berkamera, seperti smartphone saat ini, yang memiliki fungsi untuk berkirim pesan dan panggilan suara serta bisa juga untuk mengabadikan momen lewat kamera yang terpasang dibalik handphone maupun kamera depan layar handphone. Dari gambaran ini, tentu BUMDes bisa membuat usaha dengan mengkombinasikan dua hal yang bisa menjadi satu-kesatuan yang bermanfaat dan memiliki nilai lebih sehingga banyak dicari pembeli.

Ketiga, adobt (adopsi – penyesuaian). Usaha BUMDes yang dijalankan bisa mengadopsi kepada usaha yang sudah ada sebelumnya. Seperti yang dilakukan oleh BUMDes Desa Lab Kuris. BUMDes ini membuat Lembaga Keuangan Mikro layaknya Grameen Bank dan Credit Union, dengan menjadikan duit sebagai alat.

Keempat, modify (modifikasi – mengubah), seperti kacang Duplex. Apa yang menjadi pembeda kacang duplex dan kacang Dua Kelinci? Pada kemasannya, produk kacang kulit Duplex ini dilengkapi dengan wadah untuk sampah kulit kacangnya. Jadi, pada kemasan kacang Duplex ini terdapat dua kantong. Kantong yang depan merupakan tempat atau wadah kacang kulit yang utuh, dan kantong yang belakang merupakan tempat atau wadah untuk sampah kulit kacangnya. Hal ini tentu membuat orang-orang yang memakan kacang Duplex ini tidak membuang sampah kulit kacangnya dengan sembarangan. Ramah lingkungan sekali bukan?

Kelima, put to the other purpose (digunakan untuk fungsi yang lain). Seperti halnya kotoran sapi yang ada di kandangnya. Kotoran sapi ini tentunya merupakan kotoran yang sudah menjadi sampah dan bisa menyebabkan polusi karena mengeluarkan aroma tak sedap, dan bagi sebagian orang kotoran ini terlihat menjijikan. Namun, kotoran sapi ini bisa menjadi barang yang bermanfaat ketika diubah dan diolah menjadi pupuk organik.

Keenam, eliminate (eliminasi – menghilangkan). Menghilangkan disini bisa bermakna menghilangkan kesan yang sudah ada di usaha sebelumnya. Seperti yang dilakukan oleh AHASS. Bengkel resmi milik Honda ini telah merubah sudut pandang masyarakat yang berpikir, bengkel itu identik dengan “kotor”. Di AHASS, kalian akan disuguhkan dengan pemandangan bengkel yang bersih.

Ketujuh, re-arrange (penataan ulang). Hal ini seperti yang dilakukan oleh Go-Jek, di mana tukang ojek memiliki berbagai macam fungsi tidak sekadar mengantar jemput diri anda, tapi juga bisa memberikan berbagai pelayanan yang anda butuhkan.

Dengan demikian, kita semua, pengurus BUMDes dalam hal ini perlu melakukan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) bahkan ATP (Amati, Tiru, Plek). Itulah beberapa cara unik agar usaha BUMDes bisa berkembang dan survive, serta mampu bersaing secara sehat dengan usaha lainnya. (ayuresti/bumdes.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *