3 Langkah Mendirikan Badan Usaha Milik Desa BUMDes

Begini Cara Mengelola BUMDes Yang Baik dan Benar

Sejak berlakunya undang-undang desa, dan pemerintah memberikan kewenangan penuh kepada desa untuk mengembangkan dan membangun wilayahnya. Bermunculan berbagai gagasan dan ide dalam upaya mengembangkan desa, salah satunya diawali dengan pendirian Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes, sebagai badan yang mewadahi upaya tersebut.

Banyak BUMDes yang sudah berdiri, tidak sedikit yang berhasil pun tidak sedikit yang akhirnya gulung tikar BACA: Agar BUMDes Tidak Gulung Tikar. Maka diperlukan pengelolaan yang serius, dan hal ini tentu diawali dengan langkah-langkah yang tepat sejak awal.

Untuk mendirikan BUMDes, tidak memerlukan syarat yang terlalu sulit. Langkah dalam mendirikan BUMDes setidaknya dimulai dari 3 langkah awal yaitu:

Langkah Pertama adalah Musyawarah

BUMDes, akan berdiri dan berkedudukan sebagai badan atau lembaga di tingkat desa. karenanya dalam pendirian BUMDes, harus diawali dengan musyawarah. Dalam tahap musyawarah ini panitia pembentukan BUMDes atau orang yang menjadi inisiator perlu merangkul berbagai elemen yang ada di desa seperti; kepala desa, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, kelompok pemuda dan lain sebagainya.

Melalui musyawarah ini, keluaran yang diharapkan adalah adanya kesepakatan bersama bahwa desa membutuhkan dan menginginkan adanya Badan Usaha Milik Desa, dengan berbagai kepentingan dan pertimbangan, sesuai dengan tujuan pendirian.

Melalui musyawarah ini, ketika sudah sepakat untuk mendirikan BUMDes maka perlu didiskusikan juga tentang potensi desa, unit usaha, kepengurusan BUMDes, sumber modal, dan hal teknis lain yang akan mendukung dalam pendirian BUMDes.

Dengan adanya musyawarah pendirian BUMDes, maka desa telah memiliki gambaran unit usaha apa yang akan dijalankan BUMDes, siapa yang memiliki kompetensi menjadi pengurus BUMDes, dan rencana tindak lanjut. Maka, dari musyawarah ini setidaknya sudah ditentukan nama-nama yang akan menjadi panitia pembentukan BUMDes.

Langkah kedua adalah Pembentukan Sistem dan Organisasi

Setelah memiliki hasil dari musyawarah pendirian BUMDes, dan sudah adanya panitia pembentukan BUMDes. Maka, melalui panitia ini kerja-kerja persiapan dimulai. Persiapan yang diperlukan adalah membuat peraturan organisasi atau ADART BUMDes; dalam hal ini di  dalamnya berisi Tugas, Tanggung Jawab dan fungsi pengelola BUMDes.

Selain membuat ADART, maka diperlukan adanya rencana usaha atau Business plan tentang usaha atau unit usaha apa yang akan dijalankan oleh BUMDes. Dalam tahapan ini, keseluruhan strategi pembuatan unit usaha, proses produksi, anggaran dan pasar telah disiapkan.  Sehingga, BUMDes telah memiliki pedoman dalam pendirian dan mengelola unit usahanya.

Tahap ketiga adalah Pengembangan

Ketika BUMDes telah siap berdiri dengan prasyarat yang telah selesai pada tahap kedua, kemudian BUMDes setelah siap didirikan, maka pengembangan dari BUMDes adalah menjadi tahap selanjutnya, dan tahap ini menjadi tahap paling penting, karena tanpa pengembangan BUMDes dapat mengalami kegagalan.

Maka pada tahapan ketiga, perlu dibahas dan didalami seputar hal-hal teknis seperti menentukan pihak ketiga yang akan diajak kerja sama, program pengembangan unit usaha yang sudah disepakati, serta merumuskan cara penggajian anggota BUMDes, dan pembahan standar operasional usaha lainnya.

Setelah selesai pada tahap tiga, dan semua unsur sudah saling terkoneksi, maka pendirian BUMDes dapat dilaksanakan. Tugas selanjutnya adalah menjalankan Badan Usaha Milik Desa dengan sebaik mungkin, guna mencapai tujuan untuk menyejahterakan dan memberi nilai ekonomi kepada masyarakat luas.

Begitulah tiga langkah dalam mendirikan BUMDes, terlihat mudah namun memerlukan waktu, tenaga dan sumbangsih pikiran yang benar-benar serius untuk mencapai tujuan pendirian yang benar-benar untuk kepentingan jangka panjang, bukan kepentingan menarik dana desa semata.

Semoga pembahan kali ini bermanfaat, dan sekira diperlukan diskusi tentang pendirian BUMDes dapat menghubungi kami untuk konsultasi. Terima kasih. Salam [ Ryanstori ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *