Desa Bukian Ciptakan Teknologi Kincir Air untuk Penjernihan Air Minum

Desa Bukian Ciptakan Teknologi Kincir Air untuk Penjernihan Air Minum

Setiap desa, memiliki karakteristik wilayah masing-masing. Ada desa dengan karakteristik wilayah berbukit, lereng, dataran tinggi atau dataran rendah. Keberagaman karakter wilayah sebagai tempat mukim ini menjadikan desa memiliki keberagaman sumber daya alam. Sumber daya alam yang dimiliki desa, adalah potensi besar yang dapat dijadikan peluang usaha.

Seperti sumber daya alam yang dimiliki Desa Bukian. Di desa ini, sumber daya alam berupa sumber mata air begitu melimpah, akan tetapi warga desa masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Kendala dalam mendapatkan air bersih ini dikarenakan topografi atau karakteristik desa yang berbukit. Sementara, sumber mata air berada di antara bukit, dan letaknya cukup jauh dari pemukiman warga.

Secara administratif Desa Bukian, terletak di Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali. Memiliki karakteristik wilayah yang berbukit, dan dalam hal ini sebenarnya menguntungkan di sektor pertanian karena memiliki limpahan air, juga untuk industri lain seperti laundry, cuci sepeda motor dll. akan tetapi, keberadaan air yang berkualitas atau layak minum sulit di dapatkan. Terlebih ketika musim penghujan tiba, air yang mengalir adalah air bercampur tanah, atau keruh.

Untuk mendapatkan air yang bersih dan layak minum, warga perlu berjalan kaki sampai 5 KM, menaiki perbukitan. Karenanya, berbekal solidaritas dan pengetahuan; Pada 2008, sekelompok warga mendirikan Kelompok Cipta Karya, yang hadir dan membawa misi untuk melakukan inovasi untuk menyelesaikan persoalan pemasokan air bersih.

Setelah melalui berbagai serangkaian uji coba dan pembelajaran, pada tahun 2010 Kelompok Cipta Karya merancang inovasi untuk mendapatkan air bersih, saat itu keperluan pendanaan berasal dari swadaya masyarakat. Inovasi ini, dengan membuat mesin kincir air guna mendapatkan air yang ramah lingkungan. Keberadaan Teknologi Kincir Air untuk Penjernihan Air Minum, menjadi angin segar dan kabar gembira bagi warga desa dalam mengakses dan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Saat ini, keberadaan Kelompok Cipta Karya dan Teknologi Kincir Air telah memberikan banyak manfaat. Dan pada Musyawarah Desa Bukian tahun 2015, menetapkan program prioritas adalah penyediaan air bersih. Dengan demikian, maka Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), mendapatkan mandat untuk mendirikan unit usaha berupa Perusahaan Air Minum Desa. Guna mendukung hal ini, dikucurkan dana dari yang berasal dari swadaya masyarakat dan pamsimas sebesar Rp. 500.000.000.

Dengan semakin besarnya kebutuhan, dan peningkatan kapasitas produksi melalui PAM Desa. saat ini 269 Kepala Keluarga Desa Bukian tidak lagi khawatir kekurangan air bersih. Mereka sudah mendapatkan pasokan dengan baik, dan hanya perlu membayar iuran mulai dari Rp. 3.000,- tergantung kapasitas dari pemakaian.

Keberadaan Pam Desa, selain membantu dan menyelesaikan persoalan warga, juga memberi manfaat dan nilai ekonomi bagi Desa. Dalam satu bulan misalnya, PAM Desa mendapatkan laba hasil usaha sebesar Rp. 2.500.000 – Rp. 3.000.000. Selain juga, tentu berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat secara luas; di sektor pertanian, laundry, dan usaha lain, sudah tidak perlu khawatir akan pasokan air.

Dengan berbagai manfaat dan pemecahan masalah yang berhasil dihadapi oleh Warga Desa Bukian, maka tidak berlebihan jika inovasi teknologi kincir air yang dilakukan kelompok warga ini, ditetapkan dan mendapatkan apresiasi tingkat nasional dalam acara Lomba Cipta Karya Teknologi Tepat Guna tahun 2017.

Dari warga Desa Bukian, kita bersama belajar bahwa setiap sumber daya  yang ada di desa kita akan memberikan manfaat. Seperti halnya, sumber daya alam berupa mata air bersih. Dan, dengan kemauan melakukan perubahan dan inovasi, semua itu dapat menjadi jalan keluar dari persoalan yang dihadapi, serta akan memberikan nilai ekonomi bagi warga desa secara menyeluruh.

Semoga, dari Desa Bukian ini, akan menyebar inovator-inovator di desa-desa dengan berbagai inovasi dalam upaya mengembangkan dan membangun desa. Semoga bermanfaat. Salam. [ ryanstori ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *