BUMDes Mattuju meningkatkan usaha masyarakat dan angkat potensi desa

BUMDes Mattuju meningkatkan usaha masyarakat dan angkat potensi desa

Badan Usaha Milik Desa, sejak kemunculannya bersamaan dengan ditetapkannya undang-undang desa badan usaha milik desa mulai berdiri di berbagai desa di Indonesia. Salah satunya di Desa Pitue. Desa Pitue, masuk di wilayah Kecamatan Marang, Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan. Desa Pitue berada di pesisir pantai dengan mata pencaharian warga sebagai petani tambah, nelayan dan budidaya rumput laut, sebagian lainnya bermata pencaharian bekerja sebagai karyawan, sektor jasa, peternak dan pedagang.

Desa yang dihuni oleh 3.016 Jiwa dan terdiri dari empat dusun yaitu Dusun Pitue, Dusun Gusunge, Dusun Jennae dan Dusun Sabange, telah memiliki Badan Usaha Milik Desa sejak tahun 2015.  BUMDes Mattuju namanya. BUMDes Mattuju sesuai dengan namanya memiliki tujuan utama untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa, meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa, dan peningkatan Pendapatan Asli Desa.

Unit usaha yang dijalankan oleh BUMDes Mattuju terdiri dari beberapa unit usaha yang berbeda-bera di antaranya; unit usaha simpan pinjam, unit usaha jasa sewa kincir air tambah, dan unit usaha pengelolaan produk perekanan melalui ‘Rumah Produk Cahaya Desa’ yang mengolah dan memasarkan hasil perikanan dan kelautan desa setempat.

Selain fokus pada unit usaha, BUMDes Mattuju juga fokus pada pengembangan keterampilan sumber daya manusia, hal ini dengan mengadakan pelatihan dan pendampingan terhadap pengolahan hasil perikanan kepada masyarakat. Ini menjadi penting, karena peningkatan nilai ekonomi dari produk ‘ikan’ akan meningkat ketika dilakukan inovasi ‘mengalami peningkatan nilai jual’.

Pembekalan pelatihan dan pendampingan dalam mengelola hasil panen ikan sangat membantu dan bermanfaat bagi warga, hal ini misalnya untuk mengantisipasi harga turun karena musim panen ‘ikan melimpah’ dengan melakukan pengelolaan ikan seperti bandeng, kepiting dan udang tidak dijual begitu saja, namun diolah terlebih dahulu dan dilakukan pengemasan.

Dalam bidang lain, selain perikanan ada juga warga yang menjadi petani rumput laut. Dengan memanfaatkan adanya Dana Desa, dapat menyelenggarakan pelatihan budidaya rumput laut guna menambah pengetahuan masyarakat. Saat ini, hasil budidaya dan olahan rumput laut sudah mampu ditampung dan dipasarkan oleh BUMDes Mattuju, sehingga tidak sekedar dijual kiloan tapi ada peningkatan nilai ekonomi.

Peningkatan pendapatan dari pemanfaatan BUMDes dan Dana Desa, sangat dirasakan oleh warga desa dan pemerintah desa. Misalnya bisa dilihat dari Total Anggaran Pendapatan Desa Pitue sebesar 1,98 miliar berasal dari Pendapatan Asli Desa yang bersumber dari pendapatan hasil usaha BUMDes sebesar 685,5 ribu, alokasi Dana Desa yang berasal dari APBD Kabupaten Pangkep sebesar 1,12 miliar, dan Dana Desa yang berasal dari APBN sekitar 857 juta rupiah.

Dari Total Anggaran tersebut telah dialokasikan untuk; Belanja Penyelenggaraan Pemerintahan Desa sebesar 33%, Belanja Pemberdayaan Masyarakat sebesar 28%, Belanja Pelaksanaan Pembangunan Desa sebesar 27%, Belanja Pembinaan Kemasyarakatan 11% dan Belanja Tak Terduga sebesar 1%.

Keberhasilan Desa Pitue tidak lepas dari semangat kerja sama, semangat membangun desa, semangat gotong royong antar warga desa. Semangat ini, kemudian saling sinergi dalam BUMDes yang kemudian memberikan manfaat nyata dalam perputaran kegiatan roda ekonomi.

Melalui Kisah sukses Desa Pitue dalam mengelola Dana Desa, kita bersama sebagai pegiat desa dapat memetik pelajaran berharga, bahwa di mana pun dan dalam kondisi desa yang seperti apa pun, selama ada kemauan akan selalu ada jalan, selama kita mau melakukan inovasi akan ada harga yang akan kita nikmati. Semoga, kita bersama dapat mengambil hikmah dan motivasi dari Desa Pitue, salam BUMDes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *