Kota Senja Kaimana Memiliki Digital Center untuk Mendorong Kesejahteraan Warganya

Kan kuingat slalu

Kan kukenang slalu

Senja indah

Senja di Kaimana

Siapa tak kenal lagu ini, lagu yang melejit taun 60-an. Dibawakan Alfian, penyanyi kondang waktu itu, lagu ini membuat keindahan senja Kaimana menjadi mimpi setiap orang menyaksikannya. Akhir April 2019 lalu, Bumdes.id membuktikan keindahannya sekaligus membaca potensi asli beberapa desa di sana. Ada apa saja di Kaimana?

Hari masih pagi ketika pesawat berjenis ATR 72-600 buatan Perancis-Italia yang ditumpangi Bumdes.id mendarat di bandara Utarom, nama bandara kota ini. Meski kota kecil tapi Kabupaten Kaimana memiliki bandara yang cantik, mulus dan bersih. Lebar dan panjang landasan pacu yang sangat memadai membuat hilir mudik pesawat lancar jaya di bandara ini.

Bumdes.id tiba di Kota Senja ini untuk bergabung pada hajatan Telkomsel bertajuk Program Baktiku Negeriku. Ini adalah program sosial Telkomsel untuk mendorong perkembangan ekonomi desa melalui kewirausahaan warganya. Tak tanggung-tanggung, perusahaan telekomunikasi paling terkemuka di Indonesia ini membuka Digital Center di sana.

Ditandai cat merah khas Telkomsel, Digital Center berdiri di Balai Desa Trikora, Kecamatan Utarom, Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Sebagai perusahaan telekomunikasi dengan jejaring terbesar di Indonesia, Telkomsel mendorong desa-desa di berbagai belahan nusantara agar mampu mengidentifikasi potensi lokal desanya, mendapatkan materi mengenai kewirausahaan sekaligus menciptakan saluran komunikasi  gratis bagi warga sehingga warga desa di daerah terpencil sehingga warga desa bisa mengakses berbagai informasi penting untuk menciptakan kesejahteraan desanya. Telkomsel sedang membangun jembatan agar warga desa bisa bisa mengelola potensi unggul desanya sebagai sumber ekonomi yang mensejahterakan.

Kaimana adalah salahsatu daerah yang terpilih sebagai tempat pelaksanaan program nan strategis ini. Di Kaimana, Telkomsel memilih Balai Desa Trikora sebagai Digital Center dengan memberikan fasilitas Wifi gratis bagi warga Trikora. Tak hanya membuat warga bisa ‘nginternet’ saja. Telkomsel juga menerjunkan anak-anak muda karyawan Telkomsel untuk terjun langsung ke warga desa memberikan pemahaman mengenai kewirausahaan, identifikasi potensi dan mengajari warga memanfaatkan teknologi komunikasi berbasis internet untuk memasarkan berbagai produk lokal sekaligus sebagai saluran warga mendapatkan berbagai informasi penting dunia. Tim ini juga mendorong lahirnya Badan Usaha Milik Desa sebagai lembaga usaha yang bisa mendorong produktivitas ekonomi warga Desa Trikora.

Diikuti 20-an karyawan Telkomsel yang masih berusia muda, rombongan peserta membagi tim-nya menjadi beberapa kelompok untuk kemudian melakukan sosialisasi mengenai kewirausahaan, identifikasi potensi, mengenalkan pemanfaatan teknologi komunikasi berbasis internet untuk membangun jaringan pasar sekaligus praktik baik menggunakan internet untuk menjadi kanal pengetahuan yang bisa mendorong produktivitas ekonomi warga.

Desa Trikora adalah desa di pinggir pantai Kaimana, tempat paling pas menyaksikan keindahan senja. Kenapa senja di Kaimana begitu elok, itu karena setiap senja tiba, tentu saja pada musim matahari bersinar terang, kawasan Kaimana akan berubah warna menjadi merah lembayung khas warna senja. Bukan hanya langitnya yang menebar warna menawan itu, tetapi seluruh kawasan ini seperti menyala.

Tahukah Anda, keindahan senja hanyalah salahsatu dari pesona Kaimana. Kabupaten ini juga memiliki kolam sisir, sungai bersambungan dengan laut berbentuk memanjang dengan tebing tegak di tepiannya. Airnya yang jernih menyuguhkan suasana alami yang tak akan mudah Anda jumpai di tempat lain. Itu belum seberapa, pernahkah Anda mendengar Triton?

Triton adalah kawasan yang tak kalah elok dengan Raja Ampat. Triton adalah kawasan pantai dengan pulau-pulau karang berdiri tegak bertebaran. Menggunakan kapal yang disewakan para pengelola wisata tempat ini, Anda bakal menikmati pemandangan paling menakjubkan di tempat ini. Kaimana memang surga keindahan alam yang tak akan pernah Anda lupakan jika telah melihatnya.

Tetapi potensi wisata di tempat ini memang tak mudah membuatnya banjir wisatawan. Letak Kaimana yang tak mudah dijangkau, harus melalui kapal dengan jarak dan waktu tempuh yang panjang atau melalui jalur udara yang tak bisa dianggap murah oleh kebanyakan orang, membuat wisata di tempat ini tak bisa dinikmati sembarang orang. Soalnya pula, untuk menuju ke Triton misalnya, Anda masih harus naik kapal dari Kaimana.

Tapi meski demikian, Kaimana tetap memukau para penyuka pemandangan alam yang memesona. Meski sebuah kota kecil tapi penerbangan ke tempat ini selalu mendapatkan banyak pengguna. Sebagian penumpang pesawat adalah mereka yang memahami wisata alam berkualitas tinggi: alam perawan Papua.

Akan halnya Desa Trikora. Dinamakan Trikora karena desa ini lahir dari gabungan tiga kampung beberapa puluh tahun lalu. Desa Trikora memiliki tekstur landai dengan perbukitan yang tidak terlalu tinggi di belakangnya. Di kampung ini Anda akan menemukan buah salak sebagai keunggulannya.

Salak Kaimana dikenal manis dan menjadi buah favorit bagi segenap warga kabupaten Kaimana. Hanya saja, untuk memasarkan keluar pulau, butuh berbagai langkah yang tak mudah. Jauhnya jarak tempuh menuju wilayah lain karena harus melalui kapal atau pesawat udara membuat salak Kaimana tak berkutik menghadapi mahalnya biaya pengangkutan. Alhasil, salak lebih banyak menyasar pasar lokal saja.

Tetapi warga Trikora tak kurang akal. Mereka membentuk kelompok-kelompok kerja, terutama para perempuannya, mengolah buah salak menjadi sirup. Jadilah Sirup Salak Kaimana dengan cita rasa yang sangat khas. Hanya saja lagi-lagi, produk unik ini selama bertahun-tahun harus menyerah pada mahalnya biaya distribusi untuk bisa dipasarkan ke tempat lain.

Untuk menopang kebutuhan hidupnya, sebagian besar warga sepanjang pantai di Utarom ini memilih pergi melaut alias nelayan. Pada beberapa titik pantai, berjajar-jajar kapal nelayan hilir-mudik mengarungi hamparan pantai dan laut yang gemerlapan ditimpa cahaya matahari itu.

Situasi inilah yang menjadi salahsatu fokus dari Tim peserta Program Baktiku Negeriku. Anak-anak muda karyawan Telkomsel lalu membekali dirinya dengan materi kewirausahaan dan berbagai informasi mengenai potensi desa untuk didorong menjadi pengungkit kesejahteraan. Mereka datang ke Desa Trikora, menginap di beberapa rumah warga dan mendengarkan langsung beragam kisah mengenai potensi desa dari warga yang ditemuinya.

Selama dua hari tim ini memberikan materi mengenai bagaimana menggali potensi desa menjadi sumber penghasilan baru dan memanfaatkan teknologi informasi digital sebagai saluran untuk memasarkan produk mereka.

Digital Center didirikan untuk menjawab beberapa kebutuhan sekaligus. Pertama, menjadi pusat informasi bagi warga menggali berbagai informasi penting mengenai pengolahan produk lokal mereka. Telkomsel berharap, Digital Center akan menjadi gerbang bagi warga mendapatkan berbagai asupan informasi mengenai bagaimana mengolah salak menjadi rupa-rupa produk turunan sekaligus membangun jaringan pemasaran dengan berbagai sasaran konsumen di luar pulau mereka. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga payung yang diharapkan akan menjadi kapal besar bagi berbagai jenis usaha yang dikembangkan warga. Kehadiran Digital Center diharapkan akan membuat tempat ini tak perlu lagi merasa jauh dari hiruk-pikuk dunia. Sehingga syair lagu mengenai keindahan Kaimana akan mengundang orang untuk datang berwisata dan membuktikan, betapa kota ini memang memiliki keindahan senja yang cantik tiada tara. Siapapun yang pernah menatap lembayung senja di tempat ini, pasti tak akan pernah lupa karena Senja di Kaimana memang luar biasa. (aryadji/bumdes.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *