BUMDes Mukti Raharja Produksi Kopi Canggah Jadi Produk Unggulan Desa Cupunagara

BUMDes Mukti Raharja Produksi Kopi Canggah Jadi Produk Unggulan Desa Cupunagara

Banyak hal yang bisa kita kembangkan dalam upaya mengembangkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat, dan tentu saja dalam upaya mendapatkan Pendapatan Asli Desa, untuk pembangunan dan modal pengembangan infrastruktur dan sumber daya manusia di desa. Salah satunya adalah dari melihat apa yang menjadi komoditas di desa kita sendiri.

Pemerintah Desa Cupunagara misalnya, melalui BUMDes Mukti Raharja melirik kopi sebagai komoditas untuk mengangkat perekonomian masyarakat desa. Maka, dengan memanfaatkan Dana Desa, melalui BUMDes Mukti Raharja produk komoditas kopi dikelola dengan profesional; pengolahan, pengemasan, sampai pada pemasaran.

BUMDes Mukti Raharja menjadikan kopi di desanya sebagai produk unggulan desa, yaitu kopi arabika yang diberi merek Kopi Canggah. Inovasi ini mampu membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan pendapatan petani kopi.

Secara geografis, letak Desa Cupunagara adalah bagian dari Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang Jawa Barat. Wilayah yang terletak paling ujung dari Kabupaten Subang ini, memang telah lama menggeluti komoditas kopi. Sebelumnya, warga telah menanam kopi jenis robusta, sebelum akhirnya mulai juga menanam jenis arabika, bersamaan dengan keberadaan BUMDes.

BUMDes Mukti Raharja bekerja  sama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Subang mengedukasi warga desa tentang cara menanam dan memetik biji kopi arabika dengan benar. Sehingga keseluruhan proses dapat sesuai dengan standar yang ditetapkan, hal ini menjadi penting dalam mendapatkan produk akhir kopi yang berkualitas dan siap menyapa pecinta kopi.

Ciri khas kopi Arabika Desa Cupunagara adalah memiliki rasa manis yang unik hal ini karena ditanam di ketinggian di atas 1.200 meter di atas permukaan laut, dan lingkungan alam sekitarnya yang mendukung.

Sebelum keberadaan BUMDes, sebagian besar petani kopi menjual biji kopi basah ke tengkulak dengan harga yaitu Rp. 5000/kg. Kemudian dengan keberadaan BUMDes pendapatan warga dari bertani kopi mulai meningkat, sebab BUMDes berani membeli dengan harga Rp 7.000 hingga Rp 9.000/kg. Selain harga jual lebih tinggi, pembayaran dari BUMDes juga dilakukan secara tunai atau langsung.

Biji kopi arabika dari warga desa dibeli oleh BUMDes selanjutnya diolah, dikemas, dan diberi merek Kopi Canggah. Kopi Canggah telah dijual di kafe-kafe, baik di Kota Subang, Tasikmalaya, Cianjur, maupun Bandung dengan harga Rp 90.000/kg dalam bentuk green bean.

Untuk jenis kopi yang diolah oleh BUMDes Mukti Raharja yaitu menjadi green bean; natural, semi wash, full wash, dan honey. Yang pasti, dapat memanjakan lidah penikmat kopi di Indonesia bahkan dunia.

BUMDes Mukti Raharja yang baru berdiri sejak akhir 2017 ini, selain memiliki unit usaha kopi juga telah mengembangkan unit usaha lain yaitu depot pengisian air isi ulang. Dengan menjalankan dua unit usaha ini BUMDes memiliki pendapatan bersih mencapai Rp 10 juta/bulan. Hal ini sangat besar tentunya, mengingat modal awal yang mereka perlukan adalah Rp 50 juta yang berasal dari dana desa.

Selain, memberi keuntungan bagi desa dan petani kopi, keberadaan BUMDes Mukti Raharja juga membuka lapangan kerja bagi warga desa dalam menjalankan usaha BUMDes Mukti Raharja.

Semoga, keberhasilan BUMDes Mukti Raharja ini dapat memotivasi kita untuk menggali lebih dalam lagi apa yang menjadi potensi desa kita, sehingga kita dapat membuat inovasi dan memberi nilai ekonomi untuk warga desa. Semoga memotivasi dan bermanfaat. Salam Dari Desa. [ Ryanstori ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *