Satu Pelatihan Desa Wisata, Lima Kunci Rahasia Ada Di tangan

Desa Nganggeran Pelatihan Desa Wisata

Kenapa Pelatihan Digital Marketing ramai diburu orang, karena pelatihan ini menawarkan kemampuan-kemampuan menjual sesuatu melalui jaringan teknologi digital salahsatunya media sosial. Pariwisata adalah salahsatu bidang yang sangat membutuhkan penguasaan mengenai materi ini. Terbukti banyak Desa Wisata menuai kejayaan berkat promosi yang dilakukan melalui digital.

Sebut saja obyek wisata Tebing Breksi yang berjarak sekitar lime kilometer dari Candi Prambanan. Tebing bekas pertambangan batu itu didatangi lebih dari satu juta orang sepanjang 2018. Apakah karena hebatnya ukiran di dinding batunya atau daya tarik lainnya. Kenapa pula ratusan ribu orang rela mendaki lereng-lereng terjal bebatuan bekas Gunung Api Purba Nglanggeran yang bakal melelahkan itu? Mau tahu caranya?

Salah satu cara yang dilakukan beberapa obyek wisata ini adalah para pengelolanya menciptakan sebanyak mungkin gambar yang cantik dari berbagai sudut mengenai Tebing Breksi. Foto-foto itu lalu diunggah ke akun media sosial para pemuda dan lalu menyebar.

Tapi itu hanyalah salahsatu dari cara yang harus ditempuh para pegiat Desa Wisata. Sebelum memasuki masa promo melalui digital media, desa yang ingin menjadi Desa Wisata haruslah melakukan pembacaan diri mengenai potensi dan berbagai daya dukung yang yang ada.

Bumdes.id punya cara mengikuti apa yang dicapai oleh Tebing Breksi, Nglanggeran dan beberapa obyek wisata desa, untuk Anda. Bumdes.id telah mengembangkan beberapa langkah yang harus dilakukan desa yang kepincut membangun diri sebagai Desa Wisata.

Setidaknya ada lima langkah penting hingga akhirnya Anda bisa memainkan Digital Marketing dan  bisa mencapai prestasi seperti itu. Apa sajakah lima kunci sukses membangun wisata di desa, berikut ini urutannya:

1.  Memetakan Potensi

Ada banyak desa memiliki alam yang indah dan menakjubkan bahkan. Lalu apakah semua desa yang memiliki keindahan alam bakal bisa menjadi Desa Wisata yang hebat? Belum tentu. Soalnya membangun desa wisata membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat desa. Apakah harus warga satu desa memberi dukungan? Ya, karena desa wisata melibatkan berbagai elemen desa dalam satu kesatuan konsep wisata.

Selain itu harus dipikirkan, apakah ada jalan yang memadai sampai ke obyek wisata, apakah ruang parkirnya cukup luas, bagaimana keramah-tamahan warga setempat dan bagaimana pula dengan keamanan dan kenyamanan para pengunjung.

Maka pengelola butuh melakukan pemetaan potensi terlebih dahulu. Bumdes.id telah mengemabnagkan alat pemetaan yang disebut sebagai Pemetaan 7 Bentang. Sistem pemetaan ini ini akan membantu kita untu melakukan analisa yang partisipatif dan integratif sehingga bakal terbaca potensi Bentang Alam (Landscape) dan Bentang Hidup (Lifescape).

2.  Definisi Produk

Setiap desa punya potensi, tapi masalahnya potensi saja tidaklah cukup. Tanpa pembeli maka tidak akan pernah ada uang. Ada banyak desa dengan gunung yang gagah menjulang, air terjun bak mutiara berjatuhan. Tapi kenapa pemandangan menakjubkan itu tidak mendatangkan gelombang wisatawan datang berkunjung? Itu karena desa tidak mampu menemukan peluangnya. Ini artinya, warga desa bisa mengenai potensi dirinya tapi tidak mampu menemukan peluangnya. Apa yang harus dilakukan?

Peluang itu terletak pada siapa yang mau membeli atau membayar produk-produk kita baik berupa produk maupun jasa /layanan kita. Maka menentukan siapa target costumer adalah hal terpenting yang harus dilakukan ketika mulai berpikir mengenai Marketing.  Ingat, ada empat tingkatan produk yaitu komoditi, produk, layanan dan experience.

3.  Menyelaraskan Proses

Sebelum memutuskan memoles dan menjual obyek wisata Anda maka Anda harus paham tren yang sedang diburu para wisatawan saat ini. Salahsatunya, sekarang ini wisatawan bukan hanya pingin melihat alias menjadi penonton melainkan mereka juga ingin bermain. Mereka juga ingin menjadi petani meski hanya dua jam saja, itulah yang membuat Paket Wisata Kampung Tani selalu dibanjiri peminat.

Wisatawan juga ingin merasakan menjadi orang desa maka mereka juga ingin mencicipi seperti apa proses memasak dengan menggunakan kayu bakar. Maka paket yang Anda jual harus bisa memberikan ‘pengalaman berkesan, pengalaman tak terlupakan dan pengalaman untuk diceritakan.

4.  Memperhatikan kelayakan

Ini yang sering menjadi blunder banyak obyek wisata. Para pengelola melakukan promosi besar-besaran untuk mengundang wisatawan datang. Tapi mereka lupa bagaimana memberikan kepuasan pada para pelancongnya.

Maka ada tiga hal penting yang harus dilakukan yakni kelayakan finansial kelayakan sosial dan kelayakan lingkungan. Kelayakan finansial artinya, pendapatan di tempat wisata itu harus bisa menutup berbagai biaya operasional. Kedua, Kelayakan sosial kehadiran obyek wisata itu tidak dan jangan sampai menimbulkan gesekan-gesekan antarwarga atau kelompok masyarakat. Sedangkan Kelayakan Lingkungan adalah jangan sampai kegiatan kepariwisataan mengakibatkan kerusakan.

5.  Usaha kolektif

Yang sangat penting dan membutuhkan proses yang paling lama dalam prose smembangun desa wisata adalah, membangun kesadaran warga mengenai desa wisata. Soalnya tidak mudah pula bagi setiap orang memahami desa wisata. Jadi, proses membangun desa wisata tidak hanya mengenai cara memoles sebuah tempat sehingga memiliki tempat parkir dan tiket masuk melainkan bagaimana seluruh warga desa memberi dukungan dengan menjadi bagian dari aktivitas wisata yang ada di desanya. 

Jika desa Anda telah melakukan lima tahap ini, maka bakal ada temuan mengenai apa yang sebaiknya di kembangkan di desa Anda jelas sudah apa yang bisa dicapai.

Setelah itu Anda harus melakukan Digital Marketing alias memasarkan, mempromosikan dan menunjukkan pada semua orang mengenai uniknya desa Anda, obyek wisata serta keramahtamahan warga. Pingin mendapatkan seluruh materi termasuk Digital Marketing, Anda bisa mengikuti Pelatihan Desa Wisata yang digelar Bumdes.id secara berkala.  Hubungi Bumdes.id maka semua materi bakal ada dalam genggaman Anda. (tim bumdes.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *