Pelatihan Wirausaha di Bandung dan Medan

Pelatihan Wirausaha di Bandung dan Medan

BUMDES.ID – Telkomsel sedang punya gawe besar yakni mengembangkan kewirausahaan masyarakat pedesaan dengan tajuk Program Baktiku Negeriku. Telkomsel ingin mendorong wilayah pedesaan agar mampu mengakses teknologi komunikasi sehingga produk-produk desa mendapatkan kanal penjualan melalui jalur digital.

Untuk melancarkan program besar ini Telkomsel menggandeng 8Village sebagai partner dalam pengembangan teknologi dan Syncore Indonesia sebagai lembaga yang melakukan pelatihan dan pengembangan jaringan pedesaan. Sebanyak 11 kabupaten terpilih menjadi sasaran pertama program ini.

Pada program ini para pemuda utusan desa-desa yang daerahnya terpilih mendapat kesempatan mengikuti Pelatihan Kewirausahaan yang sepenuhnya dijalankan oleh Syncore. Selain Pelatihan Kewirausahaan, program ini juga memberian materi mengenai Digital Branding dan E Commerce bagi para peserta yang semuanya anak-anak muda.

Anak-anak muda desa ini, selanjutnya disebut sebagai sukarelawan, terpilih untuk bertugas melakukan pendidikan sosial pada warga desanya masing-masing terutama mengenai pemanfaatan teknologi informasi dan juga media sosial untuk mengembangkan berbagai jenis usaha yang berbasis di pedesaan.

Program ini sekaligus bakal meruntuhkan anggapan yang menyebut dunia digital hanya dikuasai oleh warga perkotaan saja. Padahal sesungguhnya warga desa-pn memiliki kesempatan yang hampir sama dalam menjalankan pengembangan usaha melalui pendekatan digital.

Pada Pelatihan Kewirausahaan, Syncore mengirimkan Senior Partner Rudi Suryanto untuk memberikan materi menganai Kewirausahaan pada beberapa sesi yang digelar Telkomsel di Bandung, beberapa waktu lalu.

Sesi perta acara ini digelar di Bandung dengan diikuti 20-an sukarealawan Baktiku Negeriku. Materi yang disuguhkan pertama mengenai paradigma baru pemberdayaan masyarakat dan dana desa, termasuk menjelaskan filosofi UU No 6 Tentang Desa Tahun 2014 yang hingga sekarang ini sebagian pegiat desa masih belum cukup memahaminya.

Pada materinya Rudi Suryanto menyatakan, selama ini desa sering dipandang sebagai tempat yang identik dengan keterbelakangan ekonomi, terpencil, miskin dan perlu dikasihani. Tapi anggapan itu runtuh kini. Didukung Dana Desa, maka desa memiliki kekuataan yang strategis menentukan langkahnya sendiri.  dirinya. esa adalah entitas yang memiliki kekuatan penuh untuk menentukan nasib dirinya.

Dalam forum itu Rudi menuturkan bahwa kini desa adalah calon penguasa ekonomi yang kuat di Indonesia dan BUMD adalah salahsatu instrumen milik desa yang dibangun untuk menjawab tantangan ini. Dalam fotum itu Rudi juga mengatakan, bahwa apa yang selama ini disebut ‘masalah’ oleh warga desa kini harus disulap menjadi unit usaha yang menguntungkan.

Materi lainnya adalah mengenai bagaimana cara warga desa memetakan potensi yang dimiliki desanya. Pada materi ini Rudi memberikan cara pandang yang unik pada potensi desa yakni melakukan pemetaan denga Teknik Pemetaan 7 Bentang yang dikembangkan Syncore.

Teknik pemetaan ini mengharuskan kita memandang secara komprehensif potensi yang terkait dengan Bentang Alam (Lanskap) dan Bentang Kehidupan alias Lifescape. Hasilnya, bakal muncul apa saja potensi yang layak diunggulkan sebagai unit usaha untuk dikembangkan di desa.

Pelatihan Kewirausahaan selanjutnya digelar di Medan. Sama dengan di Bandung, para peserta yang merupakan anak-anak muda utusan berbagai desa mengikuti seluruh rangkaian materi dengan antusias.

Soalnya, pelatihan ini mentargetkan agar para sukarelawan Telkomsel ini bisa langsung menggunakan pengetahuan yang didapatkannya melalui pelatihan ini untuk langsung di implementasikan begitu mereka tiba di desanya.

Kenapa para pesertanya anak-anak muda, karena anak muda memiliki kemampuan adaptif yang luar biasa pada dunia teknologi komunikasi sehingga diharapkan bakal bisa mendorong percepatan membangun kesejahteraan desanya masing-masing. (timmedia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *