Balkondes Sedang Bergegas Menjadi Magnit Wisata Desa Sekitar Borobudur

Balkondes Sedang Bergegas Menjadi Magnit Wisata Desa Sekitar Borobudur

BUMDES.ID – Siapa yang tak mengenal nama satu ini: Borobudur. Inilah salahsatu candi paling kondang di dunia dan telah dikunjungi jutaan orang dari seluruh penjuru dunia. Maka diperlukan upaya untuk melestarikan warisan leluhur yang luar biasa ini sekaligus mensejahterakan warag yang tinggal di sekitar sang candi.

Maka beberapa BUMN membangun Homestay di 20 desa di sekeliling candi yang disebut sebagai Balkondes. Dimaksudkan agar semakin meningkatkan pendapatan warga dari sektor wisata. Sayangnya, upaya itu belum mendatangkan hasil seperti yang diharapkan. Apa yang harus dilakukan?

UNESCO dan Citi Indonesia lalu menfasilitasi digelarnya Pelatihan pada segenap pegiat desa yang terlibat dalam kegiatan kepariwisataan Balkondes ini. Bumdes.id (Syncore Indonesia) diundang sebagai lembaga yang memberikan materi dan pendampingan terhadap potensi wisata yang luar biasa ini.

Para peserta pelatiha adalah kepala desa pengelola BUMDes, pengurus BUMDes, perwakilan pemuda dan para ibu PKK. UNESCO sangat berkepentingan dalam even ini karena keberadaan Bakondes memang diperuntukkan sebagai upaya melestarikan warisan sejarah dunia.

Sementara Balkondes sendiri sesungguhnya memililiki prospek yang sangat strategis sebagai unit usaha yang dikelola BUMDes mengingat Borobudur sebagai magnit wisata internasional.

Pada materi pelatihan yang disuguhkanya, Syncore menggelar pelatihan selama dua hari di kelas dan dua hari di lapangan. Pelatihan di ruangan membahas berbagai pemahaman mengenai BUMDes dan manajemen usaha. Sesi yang membahas BUMDes dan pemahaman filosofi UU Desa menjadi sangat penting karena sebagian perangkat desa memang masih belum memahami sepenuhnya hak dan kewajiban yang dimiliki desa sebagaimana dimaktubkan dalam UU Desa.

Pelatihan lapangan para peserta diajak berkunjung ke Desa Panggungharjo, sebuah desa di Bantul yang berhasil membangun BUMDes meski tidak memiliki bentang alam seindah kawasan pedesaan di Borobudur. Para peserta juga terkagum-kagum dengan prestasi Panggungharjo merubah sampah menjadi pendapatan bagi BUMDes serta membuka banyak lapangan kerja bagi warga.

Salahsatu hasil dari pelatihan ini adalah menciptakan keunggulan Dusun Klipoh sebagai sebuah nilai tambah bagi daya tarik tamu agar berkunjung dan menginap di Balkondes. Dusun Klipoh adalah dusun yang sjak ratusan tahu nlalu dikenal sebagai penghasil produk gerabah tradisional. Bahkan kisah pembuatan gerabah di dusun ini juga termaktub di dalam relief pada dinding candi nan megah itu.

Mengangat eksotisme pembuatan gerabah di Klipoh adalah sebuah contoh yang diharapkan bakal menjadi inspirasi bagi desa-desa lain yang memiliki Balkondes untuk menciptakan nilai lebih sehingga hoestay-homestay megah dan indah yang mereka miliki bakal mengundang tamu untuk datang dan menikmati keindahan desa mereka. Bagaimana dengan potensi desamu?(timmedia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *