Newsletter Bumdes Update – Peran Media dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa

WhatsApp Image 2018-12-08 at 10.07.05

Tidak ada desa yang tidak memiliki potensi. Namun demikian mengapa masih banyak desa yang tertinggal? Mengapa masih banyak desa yang belum mampu mengoptimalkan potensi desa untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa?
Ada tiga kemungkinan jawaban atas fenomena diatas
(1) Desa tidak miskin potensi, tetapi desa miskin keberanian dan kreativitas
Selama 30 tahun pemerintahan orde baru desa dipinggirkan, dilucuti kewenangannya dan ditakut-takuti. Sehingga bahkan ketika UU Desa memberikan kewenangan luas dan berbagai fasilitas, alam pikiran perangkat desa masih diliputi berbagai ketakutan dan kekhawatiran, sehingga masih senang untuk menunggu ‘petunjuk dari atas’
(2) Desa miskin konektor Pembangunan infrastruktur yang masif beberapa tahun terakhir ini sangat membantu menghubungkan satu daerah dengan daerah lain dan memangkas biaya logistik. Langkah itu harus dilanjutkan dengan menghubungkan desa dengan pasar. Potensi saat ini menjadi tidak begitu penting, karena Revolusi 4.0 membuktikan perusahaan transportasi terbesar tidak punya motor satupun, perusahaan retail terbesar tidak punya persediaan satu pun. Siapa yang bisa menjadi konektor, penghubung antara customer dan penyedia dia yang akan menang. Ditengah arus balik untuk kembali ke produk alami, melonjaknya minat wisata desa dan produk-produk lokal, Desa masih miskin konektor.
(3) Daya dukung vs Daya SaingUntuk menang di pasar butuh daya dukung dan daya saing yang kuat. Tidak semua Desa memiliki Daya Dukung yang cukup. Berbeda dengan Desa-Desa di Yogyakarta yang sudah dirancang untuk memiliki daya dukung yang cukup baik dari sisi kewilayanan, jumlah penduduk dan konektivitas, Desa-Desa di luar DIY dan Jawa masih banyak dengan daya dukung minus (tidak mampu mencukupi kebutuhan sendiri). Menyikapi kondisi seperti ini harusnya desa-desa dalam satu kawasan tersebut saling bekerjasama. Namun desa-desa masih dihinggapi semangat tarung “antar kampung”. Sehingga produknya kecil-kecil dan memiliki daya saing yang lemah.
Solusi yang coba kami gagas adalah “Saatnya Anak Muda kembali ke Desa”. Untuk mengatasi miskin keberanian, miskin kreativitas dan miskin konektor, maka anak muda harus kembali ke desa. Untuk lengkapnya bisa baca Newsletter Bumdes Update, terlampir
Salam Kolaborasi, Salam Terus Bergerak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *