Perlu Penguatan dan Penyehatan Bumdes-Bumdes di Seluruh Indonesia

Perlu Penguatan dan Penyehatan Bumdes-Bumdes di Seluruh Indonesia

“Pendampingan Bumdes saat ini perlu bergeser dari pembentukan ke penguatan, dan bahkan dalam beberapa kasus Penyehatan. Menurut data Kemendes PDTT saat ini sudah ada 41.000 Bumdes terbentuk. Namun sebagian besar masih jalan di tempat. Apabila Bumdes setelah terbentuk dua atau tiga tahun masih jalan di tempat , maka pasti ada yang salah. Apa itu ? Temuan kita 90% adalah pada pemetaan potensi dan pemilihan usaha yang kurang tepat. BUM Desa adalah bentuk usaha yang khusus, perlu¬†pendekatan dan metodologi khusus. Tidak hanya memakai apa yang sudah ada untuk Badan Usaha pada umumnya. BUM Desa perlu dipahami dalam konteks organisasi hybrid, yaitu memiliki fungsi badan usaha, dan juga memiliki kharakteristik sosial, bahkan di belakangnya ada negara. Tanpa memetakan konteks secara matang, yang kami sebut Pemetaan 7 Bentang, yaitu mencakup Landscape (bentang alam) dan life scape (bentang hidup) maka hadirnya BUM Desa jangan-jangan hanya layu sebelum berkembang. Inilah perlunya aliansi ABCGFM untuk menguatkan dan menyehatkan Bumdes-Bumdes di seluruh Indonesia. Semakin hari Bumdes semakin bertambah, sehingga tugas berat ini perlu dibagi dan jalan bersama. Untuk kebaikan Bangsa dengan Memandirikan Desa”

Masalah lain yang muncul adalah masih rendahnya dukungan Kepala Desa untuk kemajuan Bumdes. Sebagian besar Kepala Desa masih mendirikan Bumdes hanya demi memenuhi aturan (coercive), ikut-ikutan (mimetic) atau guna mendapatkan bantuan dana, bukan berdasarkan kebutuhan. Mendirikan Bumdes dengan motivasi-motivasi yang kurang kuat, berakibat jalannya Bumdes masih jauh dari harapan. Sehingga yang pelu di latih dan pahamkan mengenai Bumdes bukan hanya pengelola Bumdes tetapi juga unsur Kepala Desa, Perangkat Desa dan BPD, serta tokoh masyarakat dan Taruna Desa.

Padahal kalau kita hitung-hitung tidak kurang-kurangnya pemerintah dalam menyelenggarakan pelatihan. Tetapi mengapa hasil pelatihan-pelatihan tersebut kurang bisa diukur dengan pasti? Karena pelatihan-pelatihan tersebut tidak diselenggarakan secara berkelanjutan. Untuk membentuk Bumdes yang sehat dan kuat tidak hanya bisa dilakukan dengan sekali pelatihan. Perlu pelatihan dan pendampingan secara kontinyu. Apabila hanya sekedar dilatih tetapi tidak ada pendampingan lebih lanjut, tentu Bumdes-Bumdes akan banyak menemui kendala untuk menerapkan ilmu yang didapat tersebut.

Sehingga Pemerintah perlu membuka ruang partisipasi dan menggalang dukungan dari unsur ABCGFM dalam penyediaan pelatihan yang lebih luas dan pendampingan berkelanjutan. Hanya dengan cara seperti ini Bumdes bisa maju dan berkembang.

Kami mencanangkan program Satu Kabupaten Satu Sekolah Bumdes. Sekolah Bumdes tersebut dikepalai oleh seorang Master Trainer yang telah dididik secara khusus. Sekolah Bumdes ini akan berperan aktif dalam menumbuhkan, mengguatkan dan mengembangkan Bumdes-Bumdes di Kabupatent tersebut dan sekitarnya. Untuk angkatan pertama kami akan berkomitmen membentuk 20 Master Trainer untuk 20 Kabupaten Terpilih. Anda siap dan tertarik, hubungi kontak kami dibawah ini.

*Catatan Angkatan 12 TOT Pendampingan Bumdes,menuju Satu Kabupaten Satu Sekolah Manajemen Bumdes. Satu Kabupaten Satu Master Trainer dan Satu Percontohan Bumdes.

Mau tahu lebih lanjut tentang pendidikan dan pelatihan BUMDes? Bagaimana cara pemetaan potensi dan masalah menjadi usaha BUMDes? Ayo kunjungi Sekolah BUMDes, yang mana Sahabat BUMDes akan mendapatkan materi perihal usaha BUMDes dan juga Cek Kesehatan Usaha (CKU) BUMDes. Selain itu, Sahabat BUMDes juga bisa melakukan kunjungan ke BUMDes-BUMDes terbaik di Jogjakarta bersama Bumdes ID sehingga bisa mengadopsi berbagai ilmu dari BUMDes-BUMDes tersebut dan transfer ilmu serta mampu menerapkannya di BUMDes masing-masing. Informasi pendaftaran Sekolah BUMDes lebih lanjut silakan hubungi nomor 0857 72 900 800. (tim/bumdes.id)

#TerusBelajar #TerusBergerak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *