Usaha Simpan Pinjam Bumdes Karya Tanjung Bantu Masyarakat Lepas dari Tengkulak

Berawal dari keprihatinan akan maraknya jasa peminjaman dengan bunga tinggi dan tidak resmi atau yang lebih dikenal dengan istilah tengkulak (rentenir) di Desa Tanjung Pasir, Langkat, Sumatera Utara, Bumdes Karya Tanjung memutuskan untuk membuka unit usaha simpan pinjam. Sebagaimana yang telah diketahui oleh masyarakat umum kehadiran tengkulak sebagai kreditor tidaklah menyelesaikan masalah dan cenderung menambah masalah terutama bagi para masyarakat kecil. Masyarakat dipinjami sejumlah uang dengan bunga yang sangat tinggi dan mendapat ancaman yang cukup membahayakan jika tidak mampu mengembalikan pinjaman tersebut.

Untuk dapat membebaskan masyarakat Desa Tanjung Pasir dari jeratan tengkulak tentunya bukanlah hal yang mudah terlebih lagi masyarakat masih menganut sistem menabung tradisional dimana masyarakat masih belum begitu familiar dengan bank. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat para pengurus dan pengelola Bumdes Karya Tanjung untuk memperkenalkan bank sebagai sebuah lembaga simpan pinjam terpercaya. Dengan bekerjasama dengan Bank BNI 46, Bumdes Karya Tanjung menyediakan berbagai jasa layanan perbankan meliputi pembukaan rekening baru, transfer, tarik tunai, pinjaman, dan sebagainya. Melalui jasa ini masyarakat diajak menabung dan meminjam melalui bank dengan berbagai kemudahan sehingga bisa terhindar dari jeratan tengkulak.

Menurut Rudolf Panggabean, Direktur Bumdes Karya Tanjung, hingga saat ini setidaknya tabungan masyarakat desa yang sudah tersimpan di Bumdes Karya Tanjung mencapai Rp 50.000.000,00. Sedangkan untuk pinjaman terus disalurkan kepada para pengusaha kecil, petani, dan nelayan untuk mengembangkan usaha mereka dengan suku bunga pinjaman sebesar 1% per bulan. Selain membantu para pengusaha kecil, Bumdes Karya Tanjung juga turut membantu pengusaha yang skala usahanya sudah lebih besar untuk mengajukan KUR ke BNI 46.

Selain usaha simpan pinjam, Bumdes Karya Tanjung yang omsetnya telah mencapai Rp 100 juta ini juga menjalin kerjasama dengan pengusaha-pengusaha kecil seperti pengusaha kerupuk dan terasi. Untuk usaha kerupuk, Bumdes Karya Tanjung membantu menyediakan bahan baku yang dibutuhkan seperti minyak goreng, tepung terigu, plastik, dan lainnya. Sedangkan untuk usaha terasi, Bumdes membantu menguruskan perizinan sertifikat halal MUI dan BPOM. Hingga kini sudah ada 3 pengusaha kerupuk dan 2 pengusaha terasi yang digandeng oleh Bumdes Karya Tanjung dengan kapasitas produksi mencapai 200 kg terasi per hari.  Dengan begitu, kehadiran Bumdes Karya Tanjung mampu menjangkau berbagai kalangan masyarakat desa dan memberikan manfaat untuk masyarakat. Bumdes Karya Tanjung, “peduli masyarakat desa”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *