Unit-Unit Usaha Inovatif BUMDes Jambe Mule Desa Jelok

BUMDes Jambe Mule merupakan BUMDes asal Desa yang beralamat di Jalan Kedunggubah Km. 2,5  Jelok, Kaligesing, Purworejo. BUMDes Jambe Mule sendiri baru berdiri pada bulan Mei 2017 dan baru mulai menjalankan usahanya pada September 2017. Hingga saat ini BUMDes ini telah memiliki beberapa unit usaha diantaranya usaha layanan jasa PPOB, usaha produksi usaha makanan rumah tangga dan usaha cuci kendaraan, serta bank sampah.

Melalui wawancara dengan Ibu Mega Puspitasari, bendahara BUMDes,  tim Bumdes.id mencoba menggali lebih dalam terkait usaha-usaha yang dilakukan oleh BUMDes Jambe Mule. Salah satunya terkait unit usaha produksi usaha makanan rumah tangga, yang mana BUMDes bergerak sebagai pemasar untuk produk-produk makanan yang diproduksi oleh warga desa, brownis, keripik tempe,dll. Saat ini cakupan pemasaran produk masih berada di dalam desa, namun kedepannya diharapkan pemasaran dapat menjangkau daerah luar Desa Jelok.

BUMDes Jambe Mule sendiri memang sedari awal berkomitmen untuk dapat memberikan manfaat yang nyata demi kemajuan ekonomi masyarakat desa, salah satunya adalah membantu industri rumah tangga yang ada di desa. BUMDes Jambe Mule bahkan juga memfasilitasi pelaku IRT dengan memberikan pelatihan pengemasan dan mendaftarkan untuk dapat perizinan IRT, yang bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah dan Dinas Kesehatan, yang merupakan lembaga yang mengeluarkan PIRT.

Usaha lain yang juga membawa manfaat besar bagi masyarakat adalah pengelolaan Bank Sampah. Uniknya bank sampah yang dikelola BUMDes Jambe Mule memiliki program yaitu Program Lunas PBB dari Sampah. Program ini dijalankan dengan mensosialisasikan warga untuk memilah sampah dirumah menjadi sampah organik dan anorganik. Selanjutnya sampah anorganik akan diambil setiap 2 minggu sekali, dan dibeli sesuai dengan harga pasar. Uang yang didapat dari penjualan sampah kemudian ditabung untuk keperluan bayar Pajak Bumi Bangunan (PBB) dengan saldo minimal ditabungan 50ribu rupiah. Jika tabungan warga telah melebihi PBB, maka sisanya bisa diambil secara cash atau untuk bayar tagihan listrik, BPJS, dll.

Pemilihan unit usaha bank sampah ini didasarkan pada filosofi bagaimana mengubah sampah yang semula tak berguna, dapat dibuat berbagai bentuk barang yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dengan kreativitas, selain itu juga membuat lingkungan menjadi lebih tertata rapi dan bersih, selain itu dengan program menabung sampah juga sangat membantu warga untuk membayar berbagai iuran, sehingga tidak menjadi beban.

Dalam waktu dekat ini, BUMDes Jambe Mule berencana untuk membuka usaha baru, yaitu toko bangunan. Pemilihan jenis usaha ini bukan tanpa alasan, tetapi juga sebagai bentuk usaha BUMDes dalam menyelesaikan permasalahan warga. Selama ini banyak pembangunan yang dilakukan di desa, namun harus jauh-jauh untuk pergi beli material. Hal ini menjadi problematika tersendiri untuk warga, yang akhirnya memunculkan inisiatif BUMDes untuk memberikan akses yang mudah bagi warga untuk memperoleh bahan bangunan,

Desa Jelok sebenarnya memiliki potensi wisata yang juga dapat dikembangkan. Seperti Taman Pulau Mongo (meskipun saat ini masih rusak terkena banjir bandang dan masih dalam tahap perbaikan) dan Gardu Pandang Puncak Tanggulasi untuk melihat view alam sekitar yang memukau. Selain itu, Ibu Mega juga mengungkapkan adanya rencana untuk membangun desa wisata dengan tema edukasi kebencanaan, mengingat didaerah Desa Jelok masih sering terjadi bencana longsor dan tanah gerak, meskipun rencana ini bukan merupakan prioritas tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *