Bumdes Raresep Hadir untuk Nelayan Desa Way Muli

Sebagai sebuah desa dengan 70% penduduk bermatapencaharian sebagai nelayan, Desa Way Muli yang terletak di Rajabasa, Lampung Selatan melihat adanya persoalan yang cukup serius yang harus dihadapi oleh para nelayan. Mahalnya harga BBM eceran menjadi salah satu kendala yang tidak bisa dibiarkan begitu saja mengingat para nelayan di desa ini bergantung pada BBM untuk berlayar. Melihat keadaan yang seperti ini membuat Bumdes Raresep ingin mengangkat hak-hak nelayan untuk bisa turut menikmati BBM bersubsidi dengan harga yang sewajarnya. Setelah melihat adanya masalah tersebut Bumdes Raresep mengangkat masalah ini ke musyawarah desa dimana hasilnya disepakati lah salah satu unit usaha Bumdes Raresep guna mendukung peningkatan hidup para nelayan yaitu melalui usaha distribusi BBM bersubsidi.

Bumdes yang didirikan sejak tahun 2015 dan sempat vakum selama 2 tahun tersebut pun mencoba untuk menjalankan usaha ini dari nol. Untuk dapat mengisi stok penjualan pengelola Bumdes setiap harinya membeli BBM bersubsidi di SPBU terdekat dengan menggunakan dirigen setidaknya 2 kali dalam sehari. Harga jual BBM bersubsidi untuk jenis solar per liternya dijual sebesar Rp 7.000,00. Nelayan cukup datang ke kantor unit usaha Bumdes yang dikelola oleh ketua kelompok nelayan dan menunjukkan kartu yang diberikan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan setempat. Pembelian BBM bersubsidi oleh para nelayan di Desa Way Muli ini pun tidak dibatasi kuantitasnya karena para nelayan pun membeli dalam jumlah yang wajar. Kehadiran unit usaha distribusi BBM bersubsidi milik Bumdes Raresep disambut sangat baik oleh para nelayan di sana.

Dalam pelaksanaannya, unit usaha distribusi BBM tidak selalu berjalan dengan mulus. Adanya kendala dalam mendapatkan pelayanan dari SPBU menjadikan pendistribusian ini tidak dapat berjalan dengan optimal. Meskipun Bumdes Raresep telah mengantongi izin dari Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, SPBU terpaksa membatasi jumlah BBM yang dapat dibeli dikarenakan adanya peraturan yang membatasi pembelian dengan dirigen.  Namun, kendala ini tidak menyurutkan semangat para pengelola Bumdes Raresep.

Diskusi dengan pengelola SPBU pun ditempuh demi menemui titik temu untuk dapat meningkatkan kapasitas penyaluran BBM bersubisidi kepada para nelayan. Pihak SPBU pun menyarankan Bumdes Raresep untuk membuka SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan). Abdul Kholik, Direktur Bumdes Raresep, menyampaikan bahwa untuk dapat membuka SPBN ini membutuhkan modal yang cukup besar yang mana saat ini belum dapat dipenuhi, baik oleh Bumdes Raresep maupun oleh Pemerintah Desa Way Muli.  Meskipun begitu, hal ini tidak menghentikan langkah Bumdes Raresep dalam mendistribusikan BBM bersubsidi karena hingga saat ini unit usaha pendistribusian BBM untuk para nelayan masih terus berjalan. Senyuman yang tersungging di wajah para nelayan di Desa Way Muli lah yang terus menjadi penyemangat bagi pengelola Bumdes Raresep untuk tetap mempertahankan usaha ini dengan harapan dapat terus menebarkan manfaat pada masyarakat luas.

Selain membangun usaha distribusi BBM bersubsidi untuk nelayan, Bumdes Raresep juga memiliki usaha lain yaitu pendistribusian kebutuhan pokok/sembako, pelayanan pembayaran PPOB, dan Agen BNI 46 Laku Pandai. Ke depannya Bumdes Raresep akan terus mengembangkan unit usaha yang telah ada dan membangun unit usaha baru mengingat masih ada kelompok masyarakat lainnya yang juga membutuhkan fasilitas pendukung untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Semoga Bumdes Raresep dapat terus menebarkan manfaat untuk masyarakat luas khususnya masyarakat Desa Way Muli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *