Bumdes Gerbang Nusantara Bina Kelompok Usaha Kompos Berkualitas

Ide untuk mendirikan usaha bisa datang dari mana saja. Bisa berasal dari melihat adanya peluang pasar, tren yang sedang booming, bahkan bisa juga berasal dari masalah. Usaha ini pun tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya bisnis tersendat karena sepi pembeli, kesulitan mendapat pemasok, harga bahan baku yang sedang mahal, keterlambatan pembayaran oleh konsumen, dan sebagainya. Melihat adanya permasalahan tersebut yang dialami oleh para pengusaha pupuk kompos di Desa Dataran Kempas, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, Bumdes Gerbang Nusantara pun memutuskan untuk turun tangan dan membantu para pengusaha kompos di desa mereka terlepas dari permasalahan tersebut.

Apa yang dilakukan oleh Bumdes Gerbang Nusantara bukan lah memproduksi pupuk kompos sendiri melainkan membina, memasarkan, dan mendistribusikan kompos yang dihasilkan oleh Kelompok Tani SIS (Sekawan Inti Sejahtera). Bumdes Gerbang Nusantara dan kelompok usaha ini telah menjalin kerja sama dimana Bumdes berperan sebagai pemberi modal dan Kelompok Tani SIS sebagai produsen kompos. Selain memberikan penyertaan modal untuk kelompok, Bumdes Gerbang Nusantara juga tengah menyiapkan kerjasama dengan salah satu perusahaan di Desa Dataran Kempas yaitu PT. Wirakarya Sakti (PT. WKS).

Untuk dapat menjalin kerjasama dengan perusahaan tersebut tentunya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh Bumdes Gerbang Nusantara dan Kelompok Tani SIS. Salah satunya adalah mampu memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh perusahaan. Kabar baiknya adalah kompos Kelompok Tani SIS berhasil memenuhi persyaratan tersebut setelah melalui rangkaian uji coba di laboratorium PT Wirakarya Sakti. Komposisi yang didapatkan oleh Kelompok Tani SIS ini bukanlah tanpa perhitungan. Untuk bisa mendapatkan komposisi yang tepat dan sesuai standar, Nardi Aza, Ketua Bumdes Gerbang Nusantara, adalah orang yang meracik kompos tersebut. Keberhasilan Nardi dalam menemukan formulasi yang tepat tentunya membutuhkan banyak percobaan. Dengan berbekal keyakinan dan keinginan untuk membawa manfaat bagi para pelaku usaha kompos percobaan demi percobaan dilakukan hingga akhirnya ditemukan lah komposisi yang tepat.

Komposisi dari kompos ini terdiri dari beberapa bahan baku yang berasal dari limbah pabrik sawit berupa abu boiler dan fiber kelapa sawit ditambah limbah perkebunan kelapa sawit yaitu pelepahnya. Untuk bahan-bahan tersebut Kelompok Tani SIS mendapatkannya dari desa karena mayoritas penduduk di sana memang petani sawit. Sedangkan untuk bahan lain yaitu kotoran ternak harus membeli dari desa-desa tetangga. Untuk saat ini bantuan dari Bumdes Gerbang Nusantara memang baru berupa bantuan penyertaan mdal saja tetapi ke depannya direncanakan dapat membantu menyediakan bahan baku khusus untuk usaha kompos.

Lalu apa yang didapatkan oleh Bumdes Gerbang Nusantara dari pembinaan ini? Melalui surat perjanjian kerjasama antara Bumdes dengan kelompok tani, Bumdes Gerbang Nusantara hanya meminta Rp 20,00 dari setiap kilogram pupuk kompos yang dijual. Ada pun harga jual kompos yang dihasilkan oleh Kelompok Tani ini adalah Rp 1.135,00 per kilogram. Lalu mengapa Bumdes Gerbang Nusantara memilih untuk membina kelompok tersebut? Rupanya bukan keuntungan besar lah yang diharapkan oleh Bumdes ini. Pembayaran yang “menggantung” alias terlambat sering kali dialami oleh kelompok tani yang ternyata menjadi alasan utama Bumdes Gerbang Nusantara hadir untuk membina kelompok tani ini. Harapannya kehadiran Bumdes di Desa Dataran Kempas ini dapat membantu kelompok tani mendapatkan pembayaran tepat waktu, menyediakan modal atau bahan baku yang mereka butuhkan sehingga mereka tidak lagi kebingungan untuk melanjutkan produksinya sehingga produksi dapat terus berjalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *