Kemendesa: Prukades Bisa Serap 18 Juta Tenaga Kerja

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, melalui laman resmi kemendesa.go.id mengungkapkan bahwa saat ini kita masih melakukan impor terhadap sejumlah produk yang bisa diproduksi di dalam negeri. Padahal jika produk-produk tersebut bisa dikelola menjadi produk unggulan maka bisa mendatangkan banyak manfaat termasuk penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Beliau menjelaskan bahwa hingga saat ini Indonesia masih impor beberapa komoditas penting, seperti jagung, gula, dan garam. Indonesia mengimpor jagung sebanyak 5 juta ton, gula 3,5 juta ton, dan garam 3 juta ton untuk memenuhi kebutuhannya setiap tahun. Fakta ini dapat dilihat sebagai peluang baru untuk menjadikan jagung, gula, dan garam sebagai produk unggulan yang sedang dikembangkan di berbagai daerah

Pengembangan Prukades untuk komoditas-komoditas diatas tentunya juga akan memberikan keuntungan lebih dimana menyerap cukup banyak tenaga kerja. Beliau mencontohkan untuk memenuhi kebutuhan 5 juta ton jagung saja dibutuhkan 5 juta tenaga kerja. Perhitungan ini didasarkan pada setiap hektare lahan jagung membutuhkan 10 pekerja. Jika kebutuhan jagung 5 juta ton berarti dibutuhkan setidaknya 500.000 hektare dengan asumsi setiap 1 hektare lahan menghasilkan 10 ton jagung per tahun. Berdasarkan perhitungan kami untuk memenuhi kebutuhan gula dibutuhkan 10 juta pekerja dan untuk memenuhi pasokan garam kita membutuhkan 3 juta orang pekerja

Menteri Eko optimistis program produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades) ini akan banyak menyerapt banyak tenaga kerja. Kementerian Desa sendiri diproyeksikan program ini bisa menyerap hingga 18.000.000 tenaga kerja hanya dari pengembangan 3 komoditas diatas. Penyerapan tenaga kerja  berpotensi lebih besar jika muncul prukades-prukades lain seperti di bidang perikanan, pariwisata, dan produk pertanian lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *