Rapat Terbatas Optimalisasi Dana Desa

Rabu, 18 Oktober 2017, Presiden Republik Indonesia memimpin Rapat Terbatas membahas Optimalisasi Dana Desa di Istana Bogor Jawa Barat.

Presiden Joko Widodo mengatakan, pada 2015 pemerintah pusat telah mengeluarkan dana desa Rp 20,76 triliun. Sementara pada 2016, dana desa ditambah menjadi Rp 46,98 triliun. Untuk itu, beliau meminta agar dana desa dapat digunakan untuk hal-hal yang produktif. Misalnya, untuk membuka lapangan pekerjaan.Beliau juga mengemukakan bahwauntuk tahun 2017 (dana desa) Rp 60 triliun. Ini adalah jumlah yang sangat besar, sangat besar dan yang perlu kita pastikan adalah dana itu bisa berjalan optimal di lapangan, Presiden Jokowi mengemukakan bahwa Dana Desa harus digunakan pula untuk mengurangi jumlah pengangguran didesa.

Beberapa poin penting dalam Rapat terbatas ini meliputi:

  1. Harus dipastikan 20% dari dana desa benar-benar dipakai kegunaannya untuk rakyat dan dilakukan secara swakelola
  2. Tidak boleh menggunakan kontraktor, harus dikerjakan oleh masyarakat.
  3. Untuk mengawasi dana desa telah dibentuk satgas baru, bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri, Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK yang akan melakukan random audit.
  4. Model Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) juga melibatkan Kementerian terkait, dunia usaha, perbbankan, dan Bupati untuk duduk bersama-sama melakukan program unggulan.
  5. Kalau ada penyelewengan, lapor satgas dana desa ke 1500040. Dalam waktu 3 x 24 jam akan dikirim pengawas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *