Ketentuan Modal dan Hasil Usaha BUMDes Bersama

Menurut pedoman pelaksanaan yang dikeluarkan oleh Kemendes, modal awal BUM Desa Bersama terdiri atas:
a. Penyertaan modal antar-Desa. Penyertaan modal antar-Desa merupakan kekayaan Desa yang dipisahkan dengan mengutamakan Dana Desa dan ditujukan untuk pendirian BUM Desa Bersama.
b. Penyertaan modal BUM Desa. Penyertaan modal dari BUM Desa terdiri dari: hasil penggabungan modal dari 2 (dua) BUM Desa atau lebih; dan/atau hasil peleburan 2 (dua) BUM Desa atau lebih setelah mengajukan kepailitan sesuai peraturan perundang-undangan.
c. Penyertaan modal kelompok masyarakat Desa di kawasan perdesaan. Penyertaan modal masyarakat Desa di kawasan perdesaan berasal dari aset kelompok masyarakat Desa yang berkedudukan di kawasan perdesaan.
d. Bantuan Pemerintah, pemerintah daerah dan swasta yang ditujukan untuk pembangunan kawasan perdesaan.

Lalu bagaiaman mekanisme dalam pembagian hasil usaha dari BUMDes Bersama? Pembagian Hasil Usaha BUM Desa Bersama dilakukan berdasarkan keuntungan bersih usaha. Bagi Hasil BUM Desa Bersama dialokasikan untuk:

a. Pendapatan Desa;
b. Pemupukan modal usaha;
c. Pendidikan dan pelatihan pengurus;
d. Penasehat;
e. Pengelola/ Direktur;
f. Kepala Unit Usaha dan karyawan;
g. Pengawas; dan/atau
h. Dana Cadangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *