Pengelolaan Keuangan Sangat Penting Dalam Pengelolaan BUMDES

Dua hari suadah berlalu saat dilaksanakan nya workshop pengelolaan BUMDES dari Kecamatan Jati Agung pada tanggal 24 Maret 2018. Pada workshop ini diisi dengan tiga sesi yaitu sesi pertama yang di isi oleh Ibu Yeni Nur Hayati, sesi ke dua diisi oleh Bapak Rudy Suryanto, dan sesi ke tiga oleh Ibu Yeni Nur Hayati.

Pada sesi pertama, materi yang disampaikan lebih mendorong para peserta untuk praktik dalam penyusunan strategi pengembangan BUMDES. Para peserta dibagi kelompok dengan anggota per kelompok berjumlah 4 orang. Narasumber selanjutnya memaparkan materi secara umum mengenai penyusunan BUMDES serta mengarahkan para peserta untuk menyusun pekerjaan di kertas kerja dan lembar kerja. Pemetaan potensi desa menjadi tugas awal peserta untuk berdiskusi. Selepas para peserta berdiskusi, setiap ketua kelompok mempresentasikan hasil diskusi. Presentasi yang dilakukan berisi tentang pemaparan kondisi yang ada di desa serta jenis usaha yang dipilih. Setelah presentasi tentang pemetaan potensi selesai, diskusi dilanjutkan untuk menghitung kelayakan usaha. Kelayakan usaha ini sangat dibutuhkan untuk mengetahui apakah usaha tersebut layak atau tidak untuk dijalankan. Pada kelayakan usaha ini pendapatan dan biaya yang di keluarkan harus konsisten antara harian atau bulanan. Diskusi ini dilanjutkan pada presentasi atau pemaparan kelayakan usaha yang dijalankan. Presentasi ini menutup sesi pertama, dan dilanjutkan sesi kedua yang dilakukan setelah para peserta makan siang.

Sesi kedua diisi oleh bapak Rudy Suryanto, materi yang disampaikan berupa bagaimana cara mengelola BUMDES dan mengelola keuangan yang ada di BUMDES. Sesi ini mengajak para peserta untuk berpikir seperti pola piker pengusaha. Cara berfikir pengusaha lebih kepada kalau bisa dikerjakan orang lain, kenapa harus dikerjakan sendiri. Beliau menambahkan bahwa membuka laporan keuangan itu sangat penting. Kalau selama membuka usaha tidak pernah membuka laporan keuangan, maka mentalnya pekerja dan bukan mental pengusaha. Pengusaha tidak dapat diketahui orang kaya dan miskin kalau tidak membaca laporan keuangan. Melihat harta juga tidak hanya dengan laporan keuangan, namun juga melihat harga saat ini (appraisal). Pada akhir sesi ini para peserta mengajukan beberapa pertanyaan seputar pengelolaan BUMDES dan pengelolaan keuangan BUMDES. Sesi berikutnya dilanjutkan setelah para peserta melakukan coffe break.

Sesi terakhir atau sesi ketiga dilanjutkan dengan peraktik aplikasi keuangan atau yang disebut SAAB (Sistem Aplikasi Akuntansi BUMDES), sesi ini diisi oleh Ibu Yeni Nur Hayati. Pada sesi ini para peserta dibagi menjadi dua kelompok, dan setiap kelompok para peserta di ajarkan untuk menginput biaya keluar dan biaya masuk yang ada di BUMDES. Aplikasi ini memudahkan pelaku BUMDES dalam mengelola keuangannya, karena pada aplikasi ini orang yang menginput tidak perlu orang yang mahir dalam akuntansi. Semua laporan keuangan dapat terekam dalam aplikasi ini. Para peserta sangat berantusias dalam mempelajari aplikasi ini.

Setelah sesi satu sampai tiga selesai, dilanjutkan dengan penutupan acara workshop. Acara workshop ini ditutup dengan para peserta foto bersama dengan para pemateri pada hari tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *