TOT Angkatan 7 Menghadirkan Pembicara yang Sangat Inspiratif

Foto Bersama Peserta TOT dan Direktur SMB

Rabu, 14 Maret 2018. Bumdes.id mengadakan acara Training On Trainer (TOT) yang diadakan di Ruang Tengah Syncore (RTS) acara ini diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari akademisi sampai pelaku BUMDES itu sendiri. TOT ini dilakukan selama 3 hari yaitu pada tanggal 14-16 maret 2018. Pada hari pertama ini dilakukan dua sesi, sesi pertama diisi  dengan penyampaian materi yang dilakukan oleh Bapak Rudy Suryanto, S.E., M.Acc., Ak.,CA dan sesi kedua disampaikan oleh bapak Yani Stiadiningrat.

Penyampaian Materi Sesi Pertama

Pada sesi pertama diberikan kesempatan kepada Bapak Rudy Suryanto, S.E., M.Acc., Ak.,CA selaku pembicara untuk memaparkan terkait Filosofi BUMDES dan Teknik Fasilitasi untuk memberikan gambaran BUMDES. Materi yang disampaikan sebagai berikut :

Filosofi BUMDES

Perbedaan BUMDES dan Pemdes yakni BUMDES adalah badan usaha/BUMN di tingkat desa, sedangkan Pemdes adalah pemerintah. Awal pembentukannya berbeda dengan CV maupun PT. Desa itu duitnya kalau 1 M hanya untuk bikin jalan dan tidak menguntungkan jangka panjang, sehingga perlu disisihkan di awal. Ketika entitas yang berbeda maka dapat melakukan transaksional, maka strategi yang paling tepat adalah bagaimana strategi desa dilakukan oleh BUMDES. Bagaimana caranya uang dari Pemdes masuk ke BUMDES sehingga dapat menghasilkan PADes. Desa itu akan maju kalau uang itu berputar di desa.

Skema Tata Aturan BUMDES

Mendirikan BUMDES adalah sunnah karena bahasanya adalah “dapat”. Bisa memastikan 2019 dana desa masih ada tapi tak bisa menjamin setelah 2019 masih ada karena sistem pemerintahan yang akan berganti. Ada political move untuk mengganti. Terdapat banyak aturan mengenai BUMDES, kuncinya cukup diatur dengan Perdes di masing-masing desa. Peraturan UU yang tinggi di Indonesia yang ada gambar garuda emasnya : UU, Peraturan Daerah, dan Perdes. Semangat BUMDES diturunkan dari pasal 33 mengenai demokrasi ekonomi (dari, oleh, dan untuk masyarakat desa) serta dikelola oleh pemerintah desa (kekuasaan tertinggi pada musyawarah desa).

 

Pada sesi pertama, peserta TOT sangat antusias dalam mendengarkan dan bertanya seputar BUMDES. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan yaitu pertanyaan untuk mengembangkan BUMDES di daerah masing-masing. TOT Pendampingan BUMDES Angkatan 7 ini setelah sesi 1 selesai, dilanjutkan sesi kedua dengan pemateri Bapak Yanni Setiadiningrat.

Penyampaian Materi Sesi Kedua

Pada sesi kedua, materi yang disampaikan mengenai Sharing Praktik Terbaik BUMDES di Indonesia khususnya di Desa Ponggok sebagai gambaran BUMDES yang telah berhasil di Indonesia. Pada sesi ini dilakukan sharing tentang apa yang telah dilakukan oleh BUMDES di Desa Ponggok hingga Desa tersebut dianugerahi menjadi desa terbaik dan desa termandiri di Indonesia. Para peserta hampir tidak percaya dengan apa yang telah disampaikan oleh bapak Yani Stiadiningrat karena menurut peserta jika tidak melihat secara langsung hal tersebut sangatlah tidak mungkin didapatkan.

Pada hari pertama dilakukannya TOT terlihat semangat para peserta untuk mengikuti kegiatan ini selama tiga hari kedepan. Hari pertama telah usai, peserta TOT dipersilahkan untuk pulang dan beristirahat agar dapat melanjutkan TOT pada keesokan harinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *