Prosedur Pendirian BUM Desa

BUM Desa adalah Badan Usaha Milik Desa yang secara khusus bertujuan membuat setiap desa mandiri secara ekonomi. UU Desa No 6/2014 menjadi dasar hukum dari BUM Desa,  Setiap desa perlu membentuk BUM Desa, sebagai salah satu upaya untuk memberdayakan masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah. “Peningkatan kualitas desa akan selalu dikejar diantaranya melalui 4 prioritas program Kemendes-PDTT yaitu Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), Embung Air, Satu Desa Satu Produk (One Village One Product/OVOP), Sarana Olah Raga Desa (Sorga Desa)” Ungkap  Eko Putro Sandjojo, BSEE, MBA., selaku Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

 

Dalam pendirian BUM Desa, terdapat beberapa langkah atau tahapan yang harus dijalankan yaitu:

  1. Sosialisasi BUM Desa kepada masyarakat

Melakukan sosialisasi mengenai BUM Desa kepada masyarakat. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang apa itu BUM Desa dan apa kegunaan dari BUM Desa itu sendiri.

  1. Pembentukan Tim Persiapan Pembentukan BUM Desa

Tim Persiapan Pembentukan BUM Desa atau bisa disebut TPP BUM Desa terdiri dari berbagai kalangan di masyarakat yaitu perangkat desa, Badan Pengawas Desa, BPD, PKK, Karang Taruna, dan tokoh-tokoh masyarakat. Pembentukan TPP BUM Desa bertujuan agar pendirian BUM Desa dapat terkordinir dengan baik.

  1. Rapat atau Workshop Pemetaan Potensi Dan Pemilihan Usaha

Selanjutnya TPP BUM Desa melakukan inventarisasi potensi dengan melakukan pengamatan, wawancara dan diskusi dengan berbagai komponen masyarakat. Untuk mendaftar potensi apa saja yang ada di desa tersebut. Selanjutnya yaitu memilih satu usaha yang akan di kembangkan di desa tersebut, untuk awal hanya satu usaha saja terlebih dahulu karena untuk fokus terhadap satu usaha memerlukan waktu yang cukup lama.

  1. Sosialisasi Pemetaan Potensi dan Pemilihan Usaha pada Masyarakat

Langkah berikutnya yaitu pemberian informasi pada masyarakat bahwa telah dipilihnya satu usaha yang akan di kembangkan, agar seluruh masyarakat desa tahu mengapa usaha tersebut dipilih untuk menjadi usaha BUM Desa.

  1. Penyusunan AD/ ART dan Raperdes

Menyusun Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) berdasarkan jenis usaha yang telah dipilih, dalam hal ini perlu diputuskan nama BUM Desa, tujuan BUM Desa, ruang lingkup usaha, pembagian hasil usaha, dan hal-hal pokok lainnya. Inti dari AD/ART merupakan bahan penyusun Raperdes pembentukan BUM Desa. Dalam pembuatan AD/ART perlu kecermatan agar Raperdes sinkron dengan isi pada AD/ART.

  1. Sosialisasi Draft AD/ART dan Raperdes

Selanjutnya TPP BUM Desa melakukan sosialisasi tentang isi AD/ART dan Raperdes pada seluruh komponen masyarakat agar masyarakat mengetahui dan memahami isi dan makna dari AD/ART yang telah disusun.

  1. Persiapan Pelaksanaan MUSDES

Apabila sudah di tampung semua masukan yang di berikan oleh masyarakat di sosialisasi Draft, maka sekertaris desa segera membuat jadwal untuk diadakannya Msyawarah Desa (MUSDES) dan mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dalam MUSDES untuk pembentukan BUM Desa.

  1. MUSDES pembentukan BUM Desa

Tahapan yang terakhir adalah dilakukan nya MUSDES, pada MUSDES ini dilakukan pengesahan Perdes pembentukan BUM Desa dan AD/ART BUM Desa, dengan demikian BUM Desa sudah resmi beroperasi.

One Reply to “Prosedur Pendirian BUM Desa”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *