Manajemen Strategik untuk Kemajuan BUMDes yang Lebih Pesat

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada dasarnya tidak dapat disamakan dengan bada usaha lain, karena merupakan sebuah badan usaha yang tidak saja mencari profit tetapi juga harus membawa benefit sosial bagi masyarakat setempat.

Meskipun demikian, BUMDes juga tidak boleh dijalankan dengan setengah-setengah dan mengabaikan fakta bahwa BUMDes juga sebaiknya berhati-hati agar tidak mengalami kebangkrutan.

Adapun salah satu cara yang dapat dilakukan oleh BUMDes untuk menghindari kebangkrutan adalah melakukan perencanaan startegik. Secara sederhana, strategi sendiri diartikan sebagai strategi sebagai alat untuk mencapai tujuan instansi maupun perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang, program tindak lanjut, serta prioritas.

Salah satu artikel dalam Jurnal Administrasi Publik berjudul “Strategi Manajemen Aset Bumdes

dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan Desa” (Hayuna&Pratiwi, 2012) mengungkapkan bahwa strategi manajemen memiliki dasar pokok meliputi:

a) Mengamati lingkungan (enviromental scanning)

BUMDes sebelum melakukan pembentukan usaha sebaiknya mengamati lingkungan, serta melakukan kegiatan monitoring faktor internal organisasi dan eksternal organisasi melalui konsep kekuatan (strength), kelemahan (weakness), kesempatan (opportunity) dan ancaman (threaths).

b) Penyusunan strategi (strategy formulation)

Tahap selanjutnya yang dapat dilakukan BUMDes, adalah penyusunan strategi membahas menganai pengembangan rencana jangka panjang seperti penentuan visi dan misi, tujuan yang akan dicapai, mengembangkan strategi yang diwujudkan dalam suatu program maupun prosedur sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan organisasi.

c) Pelaksanaan strategi (strategy implementation)

Setelah strategi selesai disusun, masuk ke tahap pelaksanaan strategi yang merupakan penerapan kebijakan-kebijakan yang telah ditentukan melalui pengembangan program, budget, dan prosedur. Pelaksanaan strategi pada setiap organisasi dapat berbeda-beda atau menyesuaikan dengan keadaan dari lingkungan organisasi tersebut.

d) Evaluasi atau kontrol

Tahap ini dilakukan untuk mengetahui apakah suatu organisasi berjalan sesuai dengan strategi yang telah disusun maka, organisasi memerlukan sebuah pengawasan baik dari keanggotaan atau pihak internal maupun pihak ketiga atau eksternal.

Keempat tahap manajemen strategik ini, jika dijalankan dengan benar tentunya akan membawa dampak signifikan bagi perkembangan BUMDes.

Salam BUMDes!

Sumber: Hayuna&Pratiwi, 2012. Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol. 2, No 1 (STRATEGI MANAJEMEN ASET BUMDES DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENDAPATAN DESA)

Materi BUMDes selengkapnya, silahkan klik disini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *