BUMDes Desa Tumbang Habaon Sediakan Feri Penyeberangan

Sumber: Radar Sampit (Prokal)

Salah satu tujuan pendirian BUMDes adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan pelayanan umum, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Desa, sehingga keberadaan BUMDes tidak hanya untuk meningkatkan PADes tetapi juga harus membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di desa. Selain itu, kita juga telah melihat berbagai contoh keberhasilan BUMDes untuk menjalankan usaha yang potensinya tidak datang dari kekayaan alam, tetapi potensi usaha muncul dari promblematika yang dihadapi masyarakat.

Salah satu contoh usaha BUMDes yang mampu menjadi solusi untuk permasalahan yang ada di Masyarakat terlihat pada BUMDes milik Desa Tumbang Habaon, Kecamatan Tewah, Kalimantan Tengah. BUMDes ini menyediakan sarana transportasi untuk penyebrangan sungai yang sangat membantu warga dalam menjalankan kegiatan sehari-harinya.

Dikutip melalui laman berita Prokal.co, sejak Juli 2016 lalu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Tumbang Habaon mendirikan usaha penyediaan feri penyeberangan Habaon Hapakat. Keberadaan feri tersebut untuk melayani masyarakat yang ingin menyeberangi Sungai Kahayan, dari Desa Tumbang Habaon menuju Desa Sandung Tambun, Kecamatan Tewah atau sebaliknya.

Sebelum adanya feri penyeberangan ini, masyarakat biasanya hanya menyebrang menggunakan kapal kelotok yang mana memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Keadaan ini juga membuat kendaraan bermotor seperti mobil dan motor tidak dapat melintas.

Masih melalui laman berita Procal.co, Ketua BUMDes mengungkapkan bahwa kendala-kendala itulah yang mendorong Desa Tumbang Habaon membentuk BUMDes di bidang pelayanan feri penyeberangan. Kehadirannya pun tentu saja sangat bermanfaat bagi masyarakat kedua desa, atau masyarakat umum yang ingin menyeberang di dua desa tersebut.

Tidak hanya itu, pengelolaan feri penyeberangan ini juga memberdayakan masyarakat setempat dalam pengoperasiannya. Pada hari biasa, pemasukan dari feri penyeberangan tersebut mampu meraup laba Rp 100 ribu, dan dapat mencapai Rp 1 juta pada hari-hari yang dimana terdapat acara-acara tertentu.

Tarif yang dikenakan untuk sekali menyeberang, kita kenakan tarif Rp 10 ribu untuk sepeda motor, Rp 50 ribu bagi mobil kosong, dan Rp 75 ribu untuk mobil yang berisi angkutan. Ketua Bumdes Habaon Hapakat, mengungkapkan saat ini masih banyak kekurangan terutama di fasilitas dan akses menuju feri, namun kedepannya diharapkan keberadaan feri penyeberangan ini bisa diperbesar dan dapat memberikan pelayanan yang lebih luas lagi bagi masyarakat.

Sumber: http://sampit.prokal.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *