Perguruan Tinggi Perlu Turun Gunung Dampingi Bumdes

Selama sepuluh tahun ini Provinsi Lampung telah banyak berbenah. Bandara Radin Inten berdiri sangat megah dan semakin ramai dengan penerbangan dari dan ke berbagai kota di Indonesia. Tidak akan lama lagi juga akan ada jalan tol yang menghubungkan antara Lampung dan Palembang.

Berbagai kemajuan tersebut tentu membawa dampak ekonomi yang positif. Tetapi bagaimana dengan kondisi desa-desa di Lampung? Apakah berbagai kemajuan tersebut dapat berimbas pada perbaikan kesejahteraan, atau masyarakat desa hanya akan jadi penonton saja?

26220341_1554599287969824_7729046890976314188_o

Desa kita sadari bersama tidak kekurangan potensi sumberdaya alam, maupun potensi lainnya. Kendala utama di desa adalah kekurangan sumberdaya manusia, utamanya untuk ide kreatif dan manajemen usaha. Potensi tersebut banyak ada di pemuda desa, tetapi sebagian besar mereka, setelah lulus sekolah memilih mengadu nasib di kota.

Situasi ini perlu segera dirubah dengan membuat desa menarik untuk karir anak muda. Disinilah peran strategis Perguruan Tinggi untuk hadir dan mewarnai desa. Perguruan Tinggi memiliki banyak sumberdaya manusia unggul dan pengetahuan yang bisa diaplikasikan ke desa. Setiap tahun ribuan mahasiswa turun ke desa untuk melaksanaan Kuliah Kerja Nyata. Dosen selain mengajar dan meneliti juga memiliki kewajiban untuk melakukan pengabdian pada masyarakat.

26233606_1554623274634092_4549597506028732516_o

Hal ini yang dilakukan oleh Politeknik Negeri Lampung dengan mengadakan TOT Pendampingan BUMDES untuk dosen dan mahasiwa terpilih. Perguruan Tinggi saat ini memiliki banyak skema untuk Program Pengabdian Pada Masyarakat, Program Kreativitas Mahasiswa, Program Hibah Bina Desa dan program hibah lainnya. Program-program tersebut selain akan melatih kemampuan softskills mahasiswa juga akan meningkatkan reputasi Perguruan Tinggi.

26024188_1554601974636222_6216830638897844344_o

Paska UU Desa ini telah terjadi banyak perubahan positif di desa, salah satunya adalah peluang masing-masing desa untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Penyertaan Modal BUMDES oleh Pemerintah Desa dapat diambilkan dari Dana Desa. Hanya saja saat ini masih banyak desa yang memiliki kesulitan dalam memetakan potensi desa, memilih jenis usaha yang prospeknya bagus, mempersiapkan syarat administrasi dan memenuhi syarat legal formal, memilih pengelola dan menjalankan manajemen Bumdes. Peluang sebaik apapun tanpa manajemen yang baik tentu tidak akan optimal. Tunggu apalagi, segera bergabung bersama kami terjun ke desa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *