Tips Kunci Kesuksesan BUMDes

Salah satu alasan mengapa hingga saat ini banyak desa belum mendirikan BUMDes adalah adanya ketakutan baik dari Pemerintah Desa maupun masyarakat adalah ketakutan atau trauma bahwa BUMDes akan menjadi proyek gagal, seperti beberapa usaha ekonomi inisiatif yang digagas pemerintah lain. Banyak pihak yang menganggap bahwa BUMDes akan berakhir seperti proyek KUD yang kebanyakan hanya menyisakan nama tanpa ada wujud usahanya.

Hal ini tentu saja tidak dapat disalahkan, karena pendirian BUMDes sendiri, sama seperti halnya badan usaha lain, juga memiliki resiko untuk gagal. Oleh karena itu, pihak desa perlu dengan cermat memetakan potensi dan memilih jenis usaha. Hasil observasi Bumdes.id terhadap BUMDes yang telah sukses, menunjukkan beberapa kunci kesuksesan, yaitu:

  • Mereka fokus pada satu usaha;

Setiap desa pasti memiliki potensi, apabila ada desa yang merasa tidak memiliki potensi maka mereka perlu mengganti kacamata. Kacamata yang digunakan adalah perspektif konsumen/orang luar. Menarik atau tidak, kita harus lihat dari kacamata orang luar. Pada sisi yang lain, banyak desa yang terlalu optimis, sehingga melihat segala sesuatu sebagai potensi. Tetapi apakah semua potensi bisa jadi peluang bisnis?

Kunci dari itu semua adalah fokus dulu pada satu potensi yang memiliki peluang terbesar. Minimal peluang untuk tidak bangkrut yang paling besar, yaitu ketika pembeli sudah ada atau sudah siap. Misalnya usaha pengumpulan sampah, ketika problem itu memang ada dan calon customer sudah siap. Pasar desa, desa wisata, penjualan alat-bahan pertanian dan jenis usaha lain, aturannya sama.

Beberapa pertanyaan penting yang sebaiknya ditanyakan dalam proses pembangunan usaha meliputi, “Siapa pembeli/calon pembeli kita?”, kemudian “Seberapa besar nilai yang bisa kita jual selama setahun?”, dan “Cukupkah keuntungan menutup biaya operasional BUM Desa?”

2) Usaha mereka berbasis potensi lokal, sinergis dan memiliki keunikan atau keunggulan.

Kunci yang kedua adalah berbasis potensi lokal. Apabila ada desa yang ingin jadi produsen lele, tetapi di desa itu tidak ada ahlinya, bakal tidak berkelanjutan. Basisnya adalah kebutuhan dan potensi, bukan keinginan apalagi gengsi. Mulai dari apa yang bisa kita olah dan menghasilkan. Selama hasilnya tersebut bisa dijual dan menutup biaya operasional, itu lebih baik daripada suatu ide yang nampak bagus tetapi kita belum pernah uji atau lakukan sebelumnya. menciptakan sesuatu yang baru (creating value) lebih sulit daripada mengelola yang sudah ada (managing value).

Kunci berikutnya adalah sinergis, artinya jangan sampai usaha yang kita pilih menyaingi apalagi merebut aktivitas-aktivitas ekonomi yang sudah dijalankan oleh warga desa. Apabila ini yang terjadi maka akan timbul konflik baru antara BUM Desa dengan masyarakat. Pada gilirannya BUM Desa akan kalah, dan kalaupun menang tidak ada yang pantas dibanggakan dari membangun BUM Desa diatas bangkai usaha rakyat.

Kunci terakhir adalah usaha itu memiliki konsep yang jelas. Apa keunikan dan keunggulan yang mau ditonjolkan. Keunikan dan keunggulan ini bisa jadi belum kita miliki saat ini, tetapi akan kita upayakan terus dari waktu ke waktu.

Materi-materi pembentukan dan pengembangan BUMDes silahkan klik disini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *