Program Padat Karya Cash Siap Diajalankan di 1000 Desa

Surat Keputusan Bersama (SKB) pelaksanaan Program Padat Karya Cash ditandatangani secara resmi pada 18 Desember 2017 oleh 4 Kementerian. Penandatanganan ini ini dihadiri oleh Puan Maharani (Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), Eko Putro Sandjojo (Menteri desa PDTT), Tjahjo Kumolo (Menteri Dalam Negeri), Sri Mulyani (Menteri Keuangan) dan Bambang Brodjonegoro.(Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)).

Surat Keputusan Bersama (SKB) salah satunya berisi tentang pelaksanaan program padat karya yang akan dijalankan pada1000 desa dari 100 kabupaten dipastikan bakal segera bergerak sejak awal Januari tahun depan. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani mengemukakan bahwa penandatanganan SKB ini sebagai wujud percepatan pelaksanaan Undang-Undang Desa, dengan mensinergikan beberapa kementerian yang terlibat. Poin penting dari penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) ini adalah pelaksanaan program padar karya cash yakni program kegiatan yang memprioritaskan penyerapan lapangan kerja bagi warga desa. Warga yang bekerja bakal langsung mendapat upah secara harian atau mingguan. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat yang saat ini dinilai sedang lesu.

Padat Karya Cash merupakan program yang menggunakan warga desa sebagai tenaga kerja untuk proyek-proyek pembangunan yang menggunakan Dana Desa. Hal ini sesuai dengan prinsip swakelola yang disarankan pemerintah dan dilakukan untuk menjaga agar Dana Desa tetap berputar di desa. Program ini akan membayarkan upah pekerja secara Kas baik itu harian ataupun mingguan.

Program Padat Karya Cash juga ini diharapkan kedepannya akan meningkatkan aliran dana di desa dan meningkatkan daya beli masyarakat, selain itu juga akan menyerap banyak tenaga kerja. Hal ini diharapkan dapat terus meningkatkan tingkat penurunan kemiskinan di daerah pedesaan yang tahun ini telah mencapai 4,5%.

Pada kesempatan ini, Kementeran Desa juga mengemukakan tidak hanya akan terus menggenjot program Padat Karya ini, tetapi juga program Prukades (Produk Unggulan Kawasan Pedesaan) sebagai sebuah skema pengembangan ekonomi desa melalui BUMDesa.

(sumber: Tempo.co)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *