Tenaga Pendampingan Profesional Desa: Pendamping Teknis

Pendampingan Desa adalah kegiatan untuk melakukan tindakan pemberdayaan masyarakat melalui asistensi, pengorganisasian, pengarahan dan fasilitasi Desa. Peraturan mengenai pengertian, tugas, kualifikasi dan proses rekrutmen Tenaga pendamping profesional diatur dalam Permendesa no. 3 Tahun 2015 Tentang Pendampingan Desa.

Tenaga pendamping profesional terdiri atas 3 tingkatan, yaitu:

  1. pendamping Desa (berkedudukan di kecamatan)
  2. pendamping Teknis (berkedudukan di kabupaten)
  3. Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (berkedudukan di Pusat dan Provinsi)

Selanjutnya, apa yang dimaksud dengan Pendamping Teknis dalam kegiatan Pendampingan Desa?

Pasal 13 Permendesa ini mendeskripsikan Pendamping Teknis sebagai tenaga profesional yang bertugas mendampingi Desa dalam pelaksanaan program dan kegiatan sektoral.

Adapun tugas dari Pendamping Teknis meliputi:

(1) Pendamping Teknis membantu Pemerintah Daerah dalam hal sinergitas perencanaan Pembangunan Desa.

(2) Pendamping Teknis mendampingi Pemerintah Daerah melakukan koordinasi perencanaan pembangunan daerah yang terkait dengan Desa.

(3) Melakukan fasilitasi kerja sama Desa dan pihak ketiga terkait pembangunan Desa.

Lalu Pendamping Teknis harusnya dapat melakukan apa saja?

Pasal 25 menjabarkan kompetensi apa saja yang harus dimiliki oleh pendamping teknis, yaitu memenuhi unsur kualifikasi berikut:

  1. memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam mengorganisasi pelaksanaan program dan kegiatan sektoral;
  2. memiliki pengalaman dalam pemberdayaan masyarakat dan pengorganisasian masyarakat;
  3. pengalaman dalam melakukan fasilitasi kerja sama antarlembaga kemasyarakatan; dan/atau
  4. mampu melakukan analisis kebijakan terhadap implementasi program di wilayahnya.

Terkait tentang mekanisme rekrutmen,rekrutmen Pendamping Desa, Pendamping Teknis dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat sama-sama dilakukan secara terbuka. Rekrutmen tersebut dilaksanakan di daerah dan ditetapkan oleh Menteri. Ketiga jenis tenaga pendamping profesional ini juga harus memiliki sertifikasi kompetensi yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi. Sertifikasi kompetensi ini sendiri akan dijalankan secara bertahap.

Pendamping desa, pendamping teknis dan tenaga ahli pemberdayaan masyarakat diberikan pembekalan peningkatan kapasitas dalam bentuk pelatihan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan. Pelatihan-pelatihan ini dapat diselenggarakan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten/Kota.

Permendesa no. 3 Tahun 2015 download di sini!

Sebelumnya=> Tenaga Pendampingan Profesional Desa: Pendamping Desa

Selanjutnya=> Tenaga Pendampingan Profesional Desa: Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *