Tenaga Pendampingan Profesional Desa: Pendamping Desa

Pendampingan Desa adalah kegiatan untuk melakukan tindakan pemberdayaan masyarakat melalui asistensi, pengorganisasian, pengarahan dan fasilitasi Desa. Peraturan mengenai pengertian, tugas, kualifikasi dan proses rekrutmen Tenaga pendamping profesional diatur dalam Permendesa no. 3 Tahun 2015 Tentang Pendampingan Desa.

Tenaga pendamping profesional terdiri atas 3 tingkatan, yaitu:

  1. pendamping Desa (berkedudukan di kecamatan)
  2. pendamping Teknis (berkedudukan di kabupaten)
  3. Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (berkedudukan di Pusat dan Provinsi)

Pertama, tentu kita sudah sering mendengan istilah Pendamping Desa, Apasebenarnya yang dimaksud dengan Pendamping Desa?

Pendamping Desa menurut Permendesa no. 3 Tahun 2015 adalah Tenaga pendamping profesional bertugas mendampingi Desa dalam penyelenggaraan pembangunan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa.

Pendamping Desa menjalani beberapa tugas, meliputi:

  1. mendampingi Desa dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan terhadap pembangunan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa;
  2. mendampingi Desa dalam melaksanakan pengelolaan pelayanan sosial dasar, pengembangan usaha ekonomi Desa, pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi tepat guna, pembangunan sarana prasarana Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa;
  3. melakukan peningkatan kapasitas bagi Pemerintahan Desa, lembaga kemasyarakatan Desa dalam hal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa;
  4. melakukan pengorganisasian di dalam kelompok-kelompok masyarakat Desa;
  5. melakukan peningkatan kapasitas bagi Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa dan mendorong terciptanya kader-kader pembangunan Desa yang baru;
  6. mendampingi Desa dalam pembangunan kawasan perdesaan secara partisipatif; dan
  7. melakukan koordinasi pendampingan di tingkat kecamatan dan memfasilitasi laporan pelaksanaan pendampingan oleh Camat kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

Kompetensi yang harus dimiliki pendamping Desa minimal harus memenuhi unsur kualifikasi berikut:

  1. memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam pemberdayaan masyarakat;
  2. memiliki pengalaman dalam pengorganisasian masyarakat Desa;
  3. mampu melakukan pendampingan usaha ekonomi masyarakat Desa;
  4. mampu melakukan teknik fasilitasi kelompok-kelompok masyarakat Desa dalam musyawarah Desa; dan/atau
  5. memiliki kepekaan terhadap kebiasaan, adat istiadat dan nilai-nilai budaya masyarakat Desa.

Terkait tentang mekanisme rekrutmen, Rekrutmen Pendamping Desa, Pendamping Teknis dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat sama-sama dilakukan secara terbuka. Rekrutmen tersebut dilaksanakan di daerah dan ditetapkan oleh Menteri. Ketiga jenis tenaga pendamping profesional ini juga harus memiliki sertifikasi kompetensi yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi. Sertifikasi kompetensi ini sendiri akan dijalankan secara bertahap.

Pendamping desa, pendamping teknis dan tenaga ahli pemberdayaan masyarakat diberikan pembekalan peningkatan kapasitas dalam bentuk pelatihan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan. Pelatihan-pelatihan ini dapat diselenggarakan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten/Kota.

Permendesa no. 3 Tahun 2015 download di sini!

Selanjutnya=> Tenaga Pendampingan Profesional Desa: Pendamping Teknis

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *