Menteri Desa: Kedepannya BUMDes Akan Go Public!

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo hari ini menyambangi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 28 November 2017. Dalam kunjungan tersebut Menteri Eko berkesempatan untuk menyampaikan potensi-potensi besar yang dimiliki desa dan menekankan bahwa kontribusi pembangunan di desa bisa menyumbang pembangunan nasional.

Kementerian Desa PDTT telah menjalankan 4 program unggulan yang bertujuan untuk meningkatkan pembangunan di desa. Salah satu program ini adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang menjadi ujung tombak dalam usaha akselerasi perekonomian di desa.Melihat tingginya potensi yang dimiliki desa, Menteri Eko optimis bahwa setiap BUMDes dapat menhasil untukng hingga Rp 1 miliar per tahun.

Saat ini kondisi BUMDes di Indonesia masih sangat beragam, Menteri Eko berkata bahwa saat ini keuntungan BUMDes masih variatif dari dari rentang Rp10 juta hingga ada yang Rp10 miliar. Halinilah yang memicu munculnya PT Bumdes Nusantara yang akan menjadi jembatan sinergi untuk BUMDEs bekerjasama denganperusahaan BUMN lain serta perusahaan swasta.

Sehingga dengan adanya konsolidasi BUMDEs ini kedepannya BUMDes dapat menjadi perusahaan publik dengan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia.Hal tersebut adalah cita – cita jangka panjang pemerintah yang dapat direalisasikan dalam 7 tahun lagi, saat itu jumlah BUMDEs sudah mencapai 75 ribu BUMDEs.

Menteri Eko mengemukakan bahwa seluruh 75 ribu BUMDEs telah terbentuk, dan setiap BUMDEs mendapatkan untung minimal Rp1 miliar, makan sudah menghasilkan consolidated net profit Rp75 triliun, dan pasti bisa melakukan IPO.

Oleh karena itu, pemerataan menjadi tujuan pembangunan ekonomi Desa untuk tahun 2018, dan hal ini ditandai dengan terus dikembangkannya BUMDes di seluruh desa yang ada di Indonesia.Sampai saat ini, datayang dimiliki oleh Kementeria Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menunjukkan bahwa saat ini BUMDEs sudah mencapai 18.000 BUMDEs yang tersebar di lima provinsi di Jawa. Kedepannya jumlah ini diharapkan terus bertambah dan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah Jawa, tetapi juga pulau-pulau lain di seluruh penjuru nusantara.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *