Prukades: Lokomotif Kemajuan Ekonomi Desa

Menteri Desa dan PDTT, Eko Putro Sandjojo, dikutip dari laman resmi kemendesa.go.id,  mengatakan saat ini jumlah BUMDes di seluruh Indoensia mencapai 18.446. Dalam tujuh tahun kedepan ditargetkan terbentuk 75.000 BUMDes di seluruh Indonesia. Menteri Eko

optimistis produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bakal menjadi lokomotif untuk mengerakkan roda perekonomian perdesaan. Bukan tidak mungkin, jika di masa depan perekonomian nasional bertumpu pada Prukades dan BUMDes.

Menteri eko juga mengemukakan bahwa keuntungan yang didapat BUMDes saat ini memang variatif. Saat ini terdapat BUMDes yang keuntungannya mencapai Rp 10 miliar, ada yang Rp 10 juta, ada pula yang Rp5 miliar. Jika rata-rata satu BUMDes mengantongi keuntungan Rp1 miliar maka potensinya akan sangat besar.

Beliau juga mengungkapkan bahwa Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah mempunyai strategi khusus untuk mengembangkan BUMDes. Di antaranya dengan mengandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bank pemerintah, hingga kalangan swasta untuk bekerja sama mengembangkan BUMDes.Contohnya, akan diadakan penyediaan bibit dan pelatihan untuk petani dari BUMN. Selain itu juga dengan mengembangkan Mitra BUMDes, sebagai upaya konsolidasi.

Menurut menteri Eko, selain BUMDes, percepatan perekonomian kawasan perdesaan juga dilakukan dengan mengembangkan klaster ekonomi melalui Prukades. Menurutnya, saat ini pengembangan perekonomian kawasan perdesaan tidak bisa dilakukan secara parsial karena skala ekonominya kecil. Percepatan ekonomi hanya bisa dibangun kalau kita membentuk desa-desa yang memiliki klaster ekonomi yang skalanya besar. Dengan skalanya besar kita bisa mengajak dunia usaha untuk partisipasi investasi di desa.

Salah satu contoh keberhasilan pegembangan kawasan ekonomi adalah Kabupaten Pandeglang, Kawasan sentra penghasil jagung ini telah bisa memproduksi 250 ribu ton jagung sekali panen dengan luas lahan 50 ribu ha. Masyarakatnya dari bertani jagung dapat menghasilkan Rp 1,5 triliun, sedangkan PAD Kabupaten Pandeglang hanya Rp 120 miliar. Model ini akan sangat potensial jika dikloning di daerah-daerah lain.Menteri Eko mengatakan bahwa saat ini metode serupa telah diuji coba di 43 kabupaten. Beliau juga mengemukakan bahwa Presiden telah merencanakan ini sebagai gerakan nasional untuk tahun depan, dan diharapkan akan terjadi akselerasi pendapatan atau pertumbuhan ekonomi di desa-desa.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *