Indonesia Siap Kembangkan Sustainable Tourism

 

 

 

Sebagai salah satu sektor yang berkembang pesat dan mampu memberikan dampak nyata terhadap pembangunan Indonesia, sektor pariwisata kini dituntut untuk berkembang dengan menetapkan prinsip berkelanjutan. Sustainable tourism atau pariwisata yang berkelanjutan saat ini menjadi perhatian oleh banyak pihak mulai dari Pemerintah, masyarakat umum, aktivis lingkungan, akademisi, dan juga turis.

Pengembangan wisata berbasis berkelanjutan tentunya akan menarik perhatian wisatawan terlebih dengan adanya isu lingkungan yang akhir-akhir ini semakin memprihatinkan. Wisatawan akan mencari destinasi wisata yang bisa menghadirkan suasana yang berbeda dari aktivitas mereka sehari-hari, sebuah suasana yang baru dan menyegarkan yang tidak bisa mereka dapatkan di perkotaan. Apalagi keindahan alam yang dimiliki Indonesia tidak terhitung jumlahnya tentunya akan sangat disayangkan jika tidak dikembangkan secara berkelanjutan.

Pariwisata berkelanjutan di Indonesia merupakan sebuah usaha yang menjanjinkan dimana  telah terbukti mendorong peningkatan ekonomi masyarakat lokal sekaligus turut melestarikan alam. Kementerian Pariwisata pun telah menunjukkan apresiasinya kepada daerah-daerah yang telah menerapkan konsep ini melalui Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2017. Penghargaan tertinggi yaitu Juara Umum atau Green Platinum Award diberikan kepada destinasi wisata Nusa Dua di Badung, Bali. Sedangkan pemenang untuk kategori tata kelola diraih Banyan Tree di Bintan, kategori ekonomi diraih Desa Wisata Nglanggeran di Gunung Kidul, D.I.Yogyakarta, kategori budaya diraih Desa Wisata Panglipuran di Bali, dan kategori lingkungan diraih Desa Wisata Pemuteran di Buleleng. (baca juga Kunci Usaha Wisata Desa)

Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan wisata berkelanjutan?

Pariwisata yang berkelanjutan merupakan sebuah konsep pengembangan wisata yang erat kaitannya dengan lingkungan, sering disebut juga ecotourism, dimana harapannya potensi wisata yang dikembangkan dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Adapun prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan menurut Tourism Concern yaitu: (1) penggunaan sumber daya secara berkelanjutan; (2) mengurangi konsumsi berlebih dan limbah; (3) menjaga keanekaragaman hayati; (4) mengintegrasi pariwisata ke dalam perencanaan; (5) mendukung ekonomi lokal; (6) mengembangkan komunitas lokal; (7) konsultasi antara publik dan pemangku kepentingan; (8) pelatihan; (9) pemasaran pariwisata yang bertanggungjawab; (10) memperdalam riset pariwisata.

Semoga bermanfaat!

Salam Bumdes!

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *