Menteri Desa: 20% Dana Desa Untuk Upah Pekerja

Melalui website resmi Kemendesa (kemendesa.go.id) Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo menghimbau agar 20% dana desa dialokasikan untuk upah para pekerja di desa. Hal tersebut ditujukan agar pembangunan fisik yang menggunakan dana desa dapat memberi dampak langsung berupa peningkatan pendapatan masyarakat. Menteri Eko juga mengatakan bahwa proyek dana desa harus dilakukan secara swakelola, sehingga pihak Kemendes akan menegur pihak desa yang masih pakai kontraktor.

Menteri Eko juga mengemukakan bahwa dengan fokus pengerjaan pembangunan yang dilakukan secara swakelola, maka uang dapat berputar di desa tersebut. Diharapkan dengan adanya pemasukan tambahan maupun belanja di desa, daya beli masyarakat pun akan meningkat. Pekerja dan pemasok material setempat harus diprioritaskan dalam setiap proyek yang menggunakan Dana Desa. Selain untuk pembangunan, penyaluran dana desa juga didesain untuk menciptakan lapangan kerja di pedesaan. Dengan pengerjaan yang dilakukan secara swakelola, maka banyak tenaga kerja di desa yang terserap untuk proyek tersebut.

Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar upah bagi warga yang bekerja dalam pembangunan dengan dana desa harus dibayarkan harian atau mingguan. Hal tersebut ditujukan agar daya beli masyarakat desa meningkat. Menteri Eko mengemukakan bahwa, dengan penetapan 20% dari alokasi Rp 60 trilyun di 2018 mendatang, maka ada Rp 12 triliun yang diterima langsung oleh masyarakat yang bekerja, sehingga bisa menciptakan daya beli di desa hingga Rp 60 triliun per tahunnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *