One Village One Product (OVOP)

One Village One Product (OVOP) atau produk unggulan kawasan pedesaan merupakan salah satu dari 4 pilar prioritas Kementerian Desa. Program OVOP berjalan beriringan dengan program Dana Desa yang tahun ini dialokasikan Rp 60 triliun. Program OVOP pertama kali di  Jepang tahun 1980. Konsep ini  kemudian menjadi sangat populer diberbagai belahan dunia karena sangat efektif dalam peningkatan nilai jual barang. Oleh karena pendekatan OVOP menjadi pilihan strategis yang bagus untuk mempercepat pembangunan ekonomi pedesaan Indonesia.

Tujuan dari konsepini adalah membuat desa dapat menghasilkan produk dalam sekala besar. Setiap desa harus fokus pada pengembangan satu produk tertentu untuk menghasilkan output dalam skala yang lebih besar.

Kementerian DPDTT mengemukakan masalah yang dialami oleh perekonomian desa adalah masyarakat desa tidak fokus pada produksi satu produk tertentu sehingga sulit untuk menyediakan berbagai infrastruktur yang diperlukan untuk produksi. Contohnya jika masyarakat bertani dengan jenis tanaman yang berbeda, akan terjadi kesulitan untuk menangani hasil panen yang berbeda.

Program OVOP ini disambut baik tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari beberapa negara yang siap untuk bekerjasama dalam mengelola produk desa. Contohnya saja Korea Selatan dan Selandia baru.

Kementrian Desa dan PDTT juga melihat ini sebagai sebuah peluang yang bisa dikelola oleh BUMDes. Melalui BUMDes dapat mengambil peran untuk mengolah, memasarkan, dan mengelola produk unggulan yang dimiliki masing-masing desa.

Program ini dinilai sangat tepat dilakukan di Indonesia karena, banyaknya pptensi yang dimiliki oleh desa di Indonesia yang tidak hanya memberikan simberdaya, dan talenta ekonomi, tetapi juga memiliki keunggulan kompetitif (competitive advantage).

 

Baca juga: Ayo Awasi Penggunaan Dana Desa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *