Pemetaan Potensi Usaha Desa dan Pemilihan Jenis Usaha

Desa tidak memiliki potensi? anda yakin? anggapan seperti itu merupakan sesuatu yang salah. setiap desa itu pasti memiliki potensi untuk dikembangkan, tinggal bagaimana kita saja untuk menganalisa potensi tersebut. cara memetakan potensi dan permasalahan dalam wilayah desa adalah sebagai berikut:

  1. Buat peta umum wilayah desa;
  2. Tentukan simbol-simbol untuk tiap potensi yang ada dalam wilayah desa;
  3. Tentukan simbol-simbol untuk tiap permasalahan yang ada dalam wilayah desa;
  4. Pasangkan simbol-simbol potensi yang ada dalam wilayah desa pada peta desa sesuai dengan posisi yang diyakini keberadaannya berdasarkan hasil pengamatan di lapangan;
  5. Pasangkan simbol-simbol permasalahan yang ada dalam wilayah desa pada peta desa sesuai dengan posisi yang diyakini keberadaannya berdasarkan hasil pengamatan di lapangan;
  6. Beri keterangan untuk setiap item simbol yang terdapat dalam peta.

Setelah diperoleh data tentang potensi wilayah desa, maka kita perlu menindaklanjuti analisis potensi wilayah desa dengan membandingkan potensi tersebut dengan potensi serupa pada lingkup wilayah yang lebih luas. Hal ini penting dilakukan untuk menggambarkan dan menentukan apakah potensi yang dimiliki wilayah desa tersebut tergolong pada kategori yang sudah baik atau belum atau jika ada standarnya apakah potensi tersebut sesuai atau tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Hal ini penting untuk melihat posisi potensi wilayah tersebut dalam level wilayah yang lebih luas. Langkah-langkah dalam menentukan posisi potensi wilayah desa dalam level wilayah yang lebih luas (wilayah kecamatan, wilayah kabupaten/kota atau wilayah provinsi) adalah sebagai berikut:

  1. Lakukan analisis terhadap potensi wilayah desa;
  2. Urutkan data potensi sesuai golongan atau kategorinya, misalnya  data  geografis,  data  demografis,  data sumber daya alam, data ekonomi  dan  sebagainya;
  3. Siapkan data potensi wilayah pada level yang lebih luas (data potensi wilayah kecamatan, data potensi wilayah kabupaten/kota, data potensi wilayah provinsi, atau data potensi nasional);
  4. Bandingkan data potensi wilayah desa dengan data potensi wilayah pada level yang lebih tinggi tersebut;
  5. Tentukan atau ambil kesimpulan mengenai posisi data wilayah desa dalam level wilayah yang lebih luas tersebut;
  6. Beri penjelasan, apa makna yang terkandung dalam posisi data tersebut.
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *