Jelajah Desa Wisata “Kampoeng Mataraman” Cita Rasa Tradisional

Kampoeng Mataraman merupakan gagasan baru dari desa Panggungharjo yang akan dijadikan lokasi desa wisata dengan mengedepankan adat tradisional jawa. Suasana jawa khas era kerajaan Mataram sangat terasa disana, dimulai dari lokasinya yang masih sangat sejuk di pinggir hamparan sawah, bangunan joglo yang masih sangat tradisional, berbagai permainan yang masih tradisional seperti egrang, seruling bambu dan gangsing bambu, membajak sawah menggunakan kerbau, menanam padi di sawah, berbagai spot foto yang sangat menarik ditambah dengan menggunakan atribut adat jawa serta hidangan makanan yang disajikan pun adalah hidangan tradisional khas jawa. Fasilitas kegiatan yang diberikan menambah kental suasana adat jawa di era Mataraman. Selain itu di Kampoeng Mataraman juga sudah tersedia beberapa fasilitas sarana prasarana seperti tempat sholat, toilet dan tempat parkir yang luas.

Salah satu view Kampoeng Mataraman
Bisa mencoba membajak sawah menggunakan kerbau

Pilihan yang tepat untuk mengadakan acara buka puasa bersama di Kampoeng Mataraman karena semua hidangan yang dihidangkan membuat kesan tradisional yang nikmat tak terlupakan. Hidangan yang disajikan sebagai hidangan pembuka untuk takjil adalah dawet dan cincau yang dibuat sendiri secara tradisional dengan kuah santan yang terbuat dari santan kelapa parut alami. Kemudian ada kue apem dan coro yang merupakan makanan tradisional khas jawa, apem dan coro juga dibuat langsung di tempat menggunakan bahan-bahan alami dan cetakan tradisional. Tidak lupa untuk menyertakan minuman teh nasgitel (panas, legi, kenthel) yang merupakan teh khas masyarakat desa di Jawa. Teh nasgitel merupakah hidangan teh yang wajib disajikan saat masyarakat desa mengadakan sebuah acara yang sering disebut “kumpulan”, teh nasgitel dibuat menggunakan teh tubruk alami yang dicampur dengan sedikit air panas dan banyak gula sehingga menghasilkan teh yang panas, legi (manis) dan kenthel (pekat).

Jajanan Tradisional

Selain makanan pembuka, menu makanan yang dihidangkan sebagai hidangan utama juga tak kalah menarik perhatian dan sangat mencerminkan kesan tradisional adat jawa mataraman. Hidangan yang disajikan adalah nasi putih dari kualitas beras yang baik dan dimasak menggunakan kethel (alat penanak nasi tradisional) sehingga menghasilkan nasi putih yang sangat pulen. Kemudian hidangan sayur yang disajikan ada dua jenis, yaitu sayur oseng-oseng genjer dan sayur lodeh kluwih yang merupakan makanan tradisional khas jawa karena dibuat dari bahan-bahan yang sangat mudah dijumpai di lingkungan desa. Kemudian ada juga mie lethek khas Bantul, yaitu mie bihun yang dimasak hingga berwarna abu-abu kusam sehingga menurut orang jawa itu dinamakan mie lethek. Walaupun tampilannya agak sedikit unik dan berbeda dari mie bihun biasanya namun rasanya sangat nikmat luar biasa dan sangat mengesankan. Selain itu lauk yang dihidangkan adalah ayam goreng dan tempe goreng yang merupakan hidangan lauk favorit orang jawa, apalagi ditambah dengan sambal dan kerupuk yang membuat hidangan semakin lengkap.

Hidangan Utama Cita Rasa Tradisional

Semua hidangan makanan dan minuman yang disajikan dimasak di dapur tradisional yang masih menggunakan kayu bakar untuk memasaknya, sehingga cita rasa masakan yang dihasilkan pun berbeda dengan cita rasa masakan modern yang menggunakan kompor gas.

Pawon Tradisional

Semua hidangan tradisional khas jawa mataraman yang disajikan di Kampoeng Mataraman menambah kuat cita rasa tradisional dan sangat mengesankan ketika kita berkunjung kesana.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *