Sekolah Manajemen BUMDesa (SMB) : Sesi Mengenal Potensi Desa

Pada hari Sabtu, 04 Maret 2017 diselenggarakan Sekolah Manajemen BUMDesa Sesi 1 yang diselenggarakan di Ruang Tengah Syncore. Sekolah Manajemen BUMDesa merupakan sekolah yang digagas oleh PT. Syncore Indonesia yang awalnya untuk memetakan dan menggali potensi Desa serta pembentukan BUMDesa itu sendiri. Setelah itu, dilakukan pendampingan dan pembimbingan bagi Desa sudah terbentuk BUMDesa nya dan pembentukan BUMDesa bagi Desa yang belum terbentuk. Acara SMB ini dihadiri oleh peserta dari berbagai Desa yang ingin belajar dan menggali ilmu dalam membentuk BUMDesa dan mengembangkan BUMDesa yang sudah ada. Narasumber yang dihadirkan oleh Syncore adalah Ibu Yeni Nurhayati, S.E, M.Si sebagai Pemateri dan Bapak Rudy Suryanto, SE.,M.Acc.,Ak.,CA.

Pada kesempatan pertama, Bapak Niza Wibyana Tito, M.Kom selaku Direktur PT. Syncore Indonesia mengucapkan terima kasih kepada peserta Sekolah BUMDesa atas kehadirannya pada acara Sekolah Manajemen BUMDesa hari ini di Syncore. Beliau menjelaskan tujuan acara ini untuk membantu mendampingi Sekolah Manajemen BUMDesa  dan menindaklanjuti Sekolah Manajemen BUMDesa. Harapannya bisa membantu dalam pengelolaan keuangan yang akan di rencanakan pertemuan 5 kali kedepan, baik itu di Ruang Tengah Syncore atau di desa. Selanjutnya , Bapak Edy selaku perwakilan dari Peserta juga mengucapkan terima kasih karena bisa mengikuti sekolah BUMDesa. Tujuan mengikuti acara ini ingin menimba ilmu dan sharing terkait BUMDesa. Banyak hal yang bisa mendorong desa yang mandiri, salah satunya melalui komunitas yang terbentuk bisa berkesinambungan dengan Sekolah BUMDesa, sehingga bisa mensinergikan BUMDesa dengan Syncore untuk mengembangkan pengelolaan yag baik. Acara pada hari ini terbagi menjadi beberapa sesi dalam pelaksanaannya. Sebelum acara dimulai, MC mengarahkan untuk foto bersama peserta Sekolah Manajemen BUMDesa.

 

SESI PERTAMA

Penyampain materi oleh  Ibu Yeni Nurhayati, S.E, M.Si untuk menjelaskan agenda Sekolah Manajemen BUMDesa, mengecek daftar hadir peserta, menyampaikan silabus dan materi mengenai Sekolah Manajemen BUMDesa. Acara SMB ini akan diadakan 5 kali pertemuan di tempat yang nantinya sudah disepakati bersama. Pertemuan ke 5 akan diadakan presentasi di Pemkab Bantul. Selanjutnya, Ibu Yeni Nurhayati, S.E, M.Si menjelaskan tentang materi yang akan diberikan mengenai Potensi Bisnis, Model Bisnis, Struktur Organisasi dan Tata Kelola dan yang terakhir Keuangan. Untuk metode pelaksanaan Sekolah Manajemen BUMDesa nya sensiri adalah diskusi kelompok, presentasi kasus komprehesif, tugas tiap pertemuanPeserta wajib mengerjakan dan mengumpulkan tugas, mengikuti presentasi di Pemkab Bantul. Peserta SMB  menunjuk salah satu anggota untuk menjadi ketua kelompok untuk pertemuan kedepannya.

Acara selanjutnya adalah Diskusi Dan Tanya Jawab peserta BUMDesa. Salah satu peserta BUMDesa menanyakan “Kalau yang BUMDesanya belum jalan yang mau diinput apanya itu mba? “ kata salah satu peserta. Disini narasumber menjelaskan, “ nanti kita akan berikan contoh juga bapak. Nanti ada beberapa dikasih contoh yang ada di kantor tapi bukan dari BUMdesa tapi dari beberapa contoh seperti di perusahaan dengan skala web yang kecil. Kan pada dasarnya BUMdesa itu laporan keuangannya akan menggunakan subjek PSAK ETAP yang ada di UMKM. Kami ada sekumpulan transaksi UMKM, kita samarkan nanti boleh di contek. Pada dasarnya sama, cuma  ada uang masuk berapa. Uang keluar berapa dan sebagainya nanti akan kita input” penjelasan dari Narasumber. Pelaksanaan sesi pertama selesai, peserta melakukan ishoma dan coffee break. Setelah itu, memasuki sesi ke 2.

 

SESI KEDUA

Disini Bapak Rudy Suryanto, SE.,M.Acc.,Ak.,CA menyampaikan tambahan materi di Modul 1. Tujuan dari modul 1 adalah bagaimana caranya dapat menemukan peluang, kekuatan untuk menjadi jenis usaha yang bagus. Jenis usaha yang dipilih harus berdasarkan irisan antara peluang yang ada didesa dan kapasitas yang ada didesa. Peluang adalah permasalahan yang bisa diatasi. Setiap masalah harus memiliki sesuatu yang bisa dijadikan solusi yang jitu. Bapak Rudy memberikan contoh misal: “Di panggungharjo dekat dengan perkotaan, tempat buang sampah sulit, jadi ada masalah dengan penduduk”. Dari situlah masalah itu dapat menimbulkan peluang. Setelah penyampaian materi oleh Bapak Rudy, acara Sekolah Manajemen BUMDesa ini ditutup. Untuk selanjutnya, acara pendampingan BUMDesa akan dilakukan di Desa-desa dan melakukan diskusi menggunakan Modul 1 sampai 5 yang telah di jelaskan sebelumnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *