Launching Sekolah Manajemen BUMDesa

Pada hari Sabtu 18 Februari 2017 diadakan acara Launching Sekolah Manajemen BUMDesa yang diselenggarakan di Ruang Tengah Syncore. Acara SMB ini diadakan untuk memetakan dan menggali potensi Desa serta pembentukan BUMDesa itu sendiri. Setelah itu, dilakukan pendampingan dan pembimbingan bagi Desa sudah terbentuk BUMDesa nya dan pembentukan BUMDesa bagi Desa yang belum terbentuk. Acara SMB ini dihadiri oleh peserta dari berbagai Desa yang ingin belajar dan menggali ilmu dalam membentuk BUMDesa dan mengembangkan BUMDesa yang sudah ada. Penyampaian materi diisi oleh 3 pemateri, yaitu : Bapak Wawan, Bapak Daes, dan Bapak Rudy Suryanto, SE.,M.Acc.,Ak.,CA. Kemudian acara dilanjutkan dengan tanya jawab. Sebelum ke acara inti, peserta melakukan Foto Bersama di Depan Ruang Tengah Syncore.

img_4585

 Acara yang pertama yaitu sambutan dari Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat  oleh Bapak Zan Riyanto. Bapak Zan Riyanto berterima kasih atas apresiasi dan kepedulian Bapak Rudy yang telah memberikan sarana dan media untuk sekolah manajemen BUMDesa. Hadirnya sekolah ini dapat dimanfaatkan untuk bertukar pikiran dalam mengelola dan mengembangkan BUMDesa di daerah-daerah. Sehingga BUMDesa di DIY dapat lebih maju, menjadi sebuah kebanggaan bagi masyarakat. Harapannya kedepan dapat terbentuk sebuah kerjasama seperti BUMDesa dengan Bulog.

Untuk sambutan yang kedua, diisi oleh perwakilan panitia yaitu Bapak Rudy Suryanto dan berlanjut dengan acara pembukaan oleh beliau. Disini Bapak Rudy Suryanto, SE.,M.Acc.,Ak.,CA mengharapkan dari launching sekolah manajemen BUMDesa ini dapat memberikan manfaat bagi semua. Bapak Rudy Suryanto, SE.,M.Acc.,Ak.,CA membuka launching sekolah manajemen BUMDesa dengan lafadz basmallah. Sebelum acara inti dimulai, dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Muhammad Syaifullah.

 

SESI PERTAMA…..

Bapak R Wawan Adinarmiharja menyampaikan materi mengenai Sinergi BUMN dan BUMDesa yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sekolah manajemen BUMDesa ini merupakan sekolah manajemen BUMDesa yang pertama kali ada. Tujuan dibentuknya SMB ini untuk membentuk tata kelola yang baik. BUMDesa sebagai salah satu wadah yang bisa meningkatkan perkonomian desa harus dijaga. Harapannya BUMDesa yang akan lahir nanti ke depan bisa menyesuaikan dengan potensi yang dimiliki masing-masing desa untuk meningkatkan perekonomian desa. “Banyak hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan perekonomian desa, seperti di Dlingo, yang BUMDesanya dapat berkembang dengan baik”, kata Pak Wawan . Potensi yang dimiliki oleh DIY sangat luar bisa, sehingga kembali kepada setiap desa untuk dapat lebih maju. Bank BNI bersinergi untuk menyukseskan BUMDesa. Beberapa BUMDesa di Yogyakarta sudah bersinergi dengan Bank BNI. Dengan harapan BUMDesa dapat lebih berkembang.

 

SESI KEDUA…..

Pada kesempatan kali ini, Bapak Daes menyampaikan materi mengenai Agen BNI 46. Beliau menjelaskan bahwa BNI sebagai jasa transaksi, siap menjadikan BUMDesa menjadi agen 46. Alasan BNI peduli kepada BUMDesa yaitu memfasilitasi rekan-rekan yang ingin meningkatkan potensi desanya. Pengawas mewakili kepentingan masyarakat serta melakukan pengawasan secara umum terhadap pengelolaan BUMDesa. “Target tahun 2019, masyarakat Indonesia dapat mengenal bank, karena masyarakat Indonesia masih memiliki pemahaman rendah terhadap bank”, jelas beliau. Oleh karena itu, BNI memberikan program agen BNI 46 sebagai salah satu upaya untuk mengenalkan masyarakat dengan bank, seperti yang dilakukan oleh BI dengan program LKD dan OJK dengan program Lakupandai. Setelah pemaparan materi oleh Bapak Daes, acara dilanjutkan dengan pemutaran video agen BNI 46. “Kekurangan dari agen 46 itu apa?. Nah, untuk Daerah tertinggal kemungkinannya bagaimana?” tanya peserta. “Kekurangannya yaitu ketika belum tau lokal konten yang akan terjual. Ketika ada 1, 2, atau 3 kota yang ditunjuk sebagai pengurus BUMDesa ternyata orangnya hilang. Konsistensi harus dijaga” jawab Bapak Daes. Beliau memberikan contoh BUMDesa di Karangtengah bentukan BNI yang mengelola Bank sampah untuk mengumpulkan sampah masyarakat. Kemudian, sampah tersebut ditimbang dan dijual. Tetapi, ada masyarakat yg belum mengetahui mengenai program bank sampah tersebut. Kemudian dibuatlah sticker untuk rumah-rumah yang akan diambil sampahnya. Butuh dorongan dari semua pihak untuk edukasi, jelas Bapak Daes.

 

SESI KETIGA…..

Pada sesi terakhir ini, Bapak Rudy menyampaikan materi tentang Sekolah manajemen BUMDesa. Beliau menegaskan BUMDes bukan merupakan  usaha yang mengambil alih atau mematikan usaha-usaha yang berkembang dalam masyarakat, tetapi BUMDes yang didirikan adalah untuk mendukung (mem-back up) dan memperkuat usaha-usaha yang berkembang dalam masyarakat tersebut. BUMDes dapat mengembangkan usaha yang belum dijalankan oleh masyarakat. Harapannya setelah lulus dari Launching Sekolah Manajemen BUMDesa, dapat membuat dokumen-dokumen yang nantinya digunakan BUMDesa.Akan dibentuk grup beberapa BUMDesa, untuk pemetaan masing-masing BUMDesa, sehingga BUMDesa bisa dilaksanakan. Setelah penyampaian materi oleh Bapak Rudy Suryanto, SE.,M.Acc.,Ak.,CA, acara Launching Sekolah Manajemen BUMDesa ini ditutup.

img_4628

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *