Bumdes.id – Berbicara tentang perubahan tentunya tidak terlepas dari sebuah kerja proses, bisa saja perubahan itu dari arah kiri ke kanan, dari bawah ke atas dan dari mundur menjadi maju, atau bahkan sebaliknya. Perubahan menjadi hal yang sangat diharapkan oleh setiap individu, yang tentunya mengarah pada hal yang positif, maju menuju ke arah yang lebih baik.

Suksesnya perubahan tentu sangat bergantung pada siapa yang berani memulainya, jadi butuh seorang pelopor yang harus menjadi tonggak utama terjadinya sebuah perubahan. Perubahan sangat identik dengan sebuah kemajuan ataupun kemunduran, sang pelopor menjadi kunci ke arah mana perubahan tersebut akan dibawa. Spirit terjadinya perubahan berada pada sosok pemuda yang acap kali menjadi tokoh utama dan berperan langsung dalam melakukan suatu perubahan.

Mengapa pemuda sering di sebut-sebut dalam suatu perubahan? Sebab pada diri kaum muda banyak potensi yang bisa diharapkan. Pemuda memiliki semangat yang sulit dipadamkan. Terlebih jika semangat itu diadaptasi dan dipoles dengan ilmu pengetahuan serta dapat diimplementasikan melalui suatu aksi nyata. Maka akan terciptalah suatu perubahan.

Pemuda Mempunyai peranan yang sangat besar dalam mengusung setiap agenda perubahan disuatu bangsa. Kiprah mereka telah terukir indah dalam tinta emas sejarah. Pemuda merupakan harapan besar dalam hidup dan kehidupan. Terlebih kelompok pemuda intelektual, karena selain diharapkan oleh masyarakat peran mereka pun sangat didambakan oleh kelompok masyarakat lainnya sebagai pionir perubahan ke arah yang lebih baik.

Posisi mereka sebagai “pemuda” memang menjadi peluang bagi khalayak untuk mengembangkan potensi sebesar- besarnya dengan cara saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Tidak heran jika perubahan sosial politik diberbagai belahan dunia dipelopori oleh gerakan pemuda.

Secara teori Tabularasa memang benar adanya seorang anak yang berkembang tergantung lingkungannya, oleh karena itu masa muda merupakan jenjang kehidupan manusia yang paling optimal, dengan kematangan jasmani, perasaan dan akalnya, sangat wajar jika pemuda memiliki potensi yang besar dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainya yang sudah mulai udzur. Kepekaan yang besar terhadap lingkungan banyak dimiliki oleh pemuda.

Pemikiran kritis, logis, berwawasan luas yang mereka miliki sangat diharapkan masyarakat. Di mata masyarakat, pemuda adalah agen perubahan (agent of change) jika masyarakat terkungkung oleh tabir kezaliman dan kebodohan. Pemuda juga sebagai motor penggerak kemajuan ketika masyarakat melakukan proses perubahan keadaan.

Tongkat estafet peralihan suatu peradaban terletak di pundak mereka. Baik buruknya nasib komunitas masyarakat kelak, bergantung pada kondisi pemudanya saat ini. Sebagai pemuda, mereka memiliki karakter yang positif, antara lain idealis, energik, dan berupaya akademis.

Idealis berarti mereka para pemuda yang mempunyai impian dan bercita- cita tinggi. Mempunyai spirit pantang menyerah. Dan senantiasa belajar dimanapun ia berada.

Ada sebagian Ulama’ yang menyatakan bahwa seorang pemuda mempunyai tiga peran penting dalam kehidupan, yakni:

1. Sebagai generasi penerus: Menggantikan orang-orang yang sudah rusak secara karakter dan berpegang teguh pada Islam guna mewujudkan suatu perubahan.

2. Sebagai generasi berikutnya: Melanjutkan nilai-nilai ajaran murni Islam secara universal dan tetap relevan dengan perkembangan masa.

3. Sebagai agen pembaharuan: Memperbaiki kerusakan yang menghambat kemajuan masyarakat Islam di masa yang akan datang.

Selain ketiga faktor peran penting pemuda di atas, peran Islam yang merupakan ideologi sangat memberikan nilai dan manfaat besar bagi kehidupan dunia muda di berbagai pelosok negeri. Hal ini dimungkinkan karena eksistensi Islam bisa merubah seluruh aspek dalam kehidupan bermasyarakat, bukan hanya merupakan pola saja tetapi juga merupakan sesuatu hal yang bisa mempengaruhi emosi, pemikiran,  perasaan dan fisik. Apalagi konsep hidup yang ditawarkan adalah senantiasa berlandaskan nilai al-akhlaqul karimah.

Ada berbagai cara untuk membangkitkan partisipasi masyarakat dalam membangun pemuda yang mempunyai Character Building. Sebuah karakter yang terstruktur dan memiliki ciri khas dengan yang lainnya. Menyediakan infrastrukutur pemberdayaan pemuda yang memadai. Juga sebagai ajang pelatihan dalam mendidik kader muda menjadi memiliki wawasan dan turut berpartisipasi aktif dalam perkembangan dunia di masa datang.  Hal paling utama bagi seorang pemuda adalah sebagai promotor penerus perjuangan, promotor yang bisa bergerak dan memberikan sebuah perubahan, berbagi ilmu dan pengalaman yang berharga untuk mengajak mereka bergotong-royong maju untuk merubah keadaan dunia ke arah yang lebih maju.

Pemuda menyimpan potensi besar untuk memimpin pembangunan di Desa. Mereka dapat menjadi kunci keberlanjutan pembangunan dengan pemikiran-pemikiran Zaman Now. Aktivitas pemuda saat ini, sangat dekat dengan kecepatan informasi dan perkembangan teknologi. Hal tersebut diyakini menjadi modal besar bagi para pemuda untuk tidak lagi cuek-cuek bebek terhadap pembangunan di desanya. Selain itu lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa pun menjadi dasar bahwa kini desa adalah subjek pembangunan itu sendiri. Kegiatan dan kelembagaan kepemudaan desa pun  bisa menjadi media yang efektif untuk berkumpul, saling berbagi inspirasi, dan membuat kreatifitas, tentunya sambil ngopi.

Dalam membangun sebuah Desa tugas pemuda tidaklah gampang, karena permasalahan desa yang begitu banyak pemuda harus mampu menciptakan Inovasi yang tepat agar semangat perubahan dalam membangun desa tidak berbenturan dengan budaya dan adat istiadat desa, bukan tak mungkin permasalahan akan muncul dari para kaum tua desa yang mungkin adanya miss persepsi dengan cita-cita pemuda desa itu sendiri.

Dalam rangka menjadi pegiat desa pemuda harus mampu membangun sinergi, bekerja sama, hal itu tidaklah mudah karena akan membutuhkan komitmen dan konsisten terhadap komitmen itu sendiri.

Kepercayaan diri dari masyarakat desa pun harus terus ditingkatkan. Jangan malu jadi orang desa, karena tanpa desa, masyarakat kota tidak bisa apa-apa. Mari kita sedikit merenungi penggalan lagu Ibu Pertiwi: “Hutan gunung sawah lautanSimpanan kekayaan “Pertanyaannya sekarang adalah, dimanakah simpanan kekayaan itu? Ya di Desa. Masyarakat Kota tanpa Desa tidak akan bisa berbuat apa-apa, beras yang dijual di supermarket, Alfa Maret, Indomaret, itu adanya dari mana? Dari Desa, minyak, ikan, ayam, sayuran, telur dsb itu sumbernya dari mana? Ya dari Desa. Oleh sebab itu jangan minder jadi orang Desa dengan keunikannya sendiri. Peran aktif pemuda zaman now dalam membangun Desa. Peran pemuda yang pertama adalah memperdalam ilmu dan pulang kembali ke desa untuk menyampaikannya ke masyarakat.

Riilnya adalah seperti ini, jika seorang bersekolah maka hendaklah bersungguh-sungguh dan mengerti apa tujuan utama ia bersekolah. Yaitu melakukan perbaikan diri. Hasil yang ia capai hendaknya tidak hanya semata-mata digunakan untuk mencari harta, tapi juga untuk pengabdian. Ia tularkan ilmu yang telah didapatkannya kepada masyarakat, baik anak-anak maupun dewasa sesuai dengan kapasitas dan daya tangkap masyarakatnya.

Peran kedua adalah menjadi wakil terdepan dalam berbagai ajang kompetisi masyarakat. Kompetisi di sini tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebatas perlombaan. Tetapi bagaimana, pemuda memiliki daya saing yang handal dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Sehingga desa ini diperhitungkan oleh masyarakat lain maupun pemerintah, karena kualitas dan kuantitas pemuda yang ada.

Peran Ketiga, Ikut aktif dalam berorganisasi dan mengorganisir diri dalam lembaga kemasyarakatan Desa yang bisa menjadi wadah bagi teman-teman pemuda untuk berdinamika, menyalurkan ide, berkreasi dalam bidang Olah Raga, Seni Budaya, Wirausaha dan mengabdikan dirinya pada bidang laiinya.

Peran Keempat, Membangun sinergi dengan para sesepuh desa dan perangkat desa. Hal ini sangatlah perlu karena dalam sebuah desa sudah ada tatanan dan perundang – undangan yang mengikat baik tertulis maupun tidak tertulis, keberadaan kaum sesepuh kadangkala akan menjadi penghambat gerakan pemuda jika tidak ada pendekatan yang mengedepankan rasa sehingga para tokoh memahami akan tujuan gerakan kaum muda itu. Keterlibatan perangkat desa sangat membantu jalannya organisasi pemuda sehingga permasalahan yang timbul bisa diselesaikan bersama.

Peran Kelima, Memperkuat unsur keuangan organisasi. Pendanaan organisasi adalah ruh yang menggerakkan  organisasi disamping anggota dan semangat bersatu dan membangun desa, “kalau tidak ada duit ya susah brow” keuangan organisasi bisa diperoleh dari iuran anggota atau sumbangan, sumbangan bisa dari perseorangan maupun institusi misalnya dari Pemerintah Desa melalui kegiatan yang dibiayai dari APBDesa.

Peran Keenam, Mengingat pemuda sebagai Agent Of Change dan Agen Controlling, tantangan dalam proses pembangunan desa kedepannya sangat di perlukan pemuda dalam mengawasi serta mengontrol kebijakan maupun pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah desa. Karena selain pemuda memiliki idealisme tinggi, juga tidak banyak memiliki kepentingan terselubung dalam melakukan aktivitasnya.

Oleh karenanya, revolusi mental perlu digalakkan untuk pemuda zaman sekarang atau yang biasa mereka sebut kids zaman now biar lebih semangat dalam bertahan memperjuangkan nilai-nilai bangsa seperti membaca dan menulis. Melahirkan generasi baru, wujud kecintaan hamba pada tuhannya. Menghadirkan anak-anak muda, bentuk kasih-sayang pemerintah sama rakyat yang dipimpin. Sayang, masih ada rasa tabu di antara para pemimpin tanah air untuk mendatangkan sosok penting dari luar maupun dalam negeri ke bangsa ini dengan harapan bisa memberi kontribusi dan pelajaran hidupnya kepada anak-anak muda di Indonesia.

Penulis : Fathin Hamamah

Peserta Lomba Menulis Artikel Taruna Desa

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *