Bumdes.id – Indonesia merupakan suatu negara yang memiliki keanekaragaman yang luar biasa dibandingkan dengan negara lain, baik dalam hal budaya maupun sumber daya alam. Hal tersebut sangat amat sangat disayangkan apabila tidak kita manfaatkan, terutama di wilayah pedesaan. Untuk memaksimalkan hal tersebut, pemerintah menetapkan sejumlah anggaran untuk wilayah desa untuk pembangunan  merata di Indonesia. Pengelolaannya salah satunya melalui Badan Usaha Milik Desa atau yang biasa kita singkat dengan “BUMDes”.

BUMDes merupakan sebuah lembaga usaha desa yang dikelola oleh pemerintah desa beserta masyarakat desa. Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa guna meningkatkan perekonomian masyarakat desa dengan cara mengoptimalkan potensi sumber daya alam untuk kebutuhan masyarakat, sehingga terjadi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.

Desa Sei Asam, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah memiliki BUMDes dengan nama “BUMDes Maju Bersama”. BUMDes Maju Bersama dibentuk sejak beberapa tahun lalu, namun belum berjalan dengan maksimal.

Untuk menanggapi pengelolaan BUMDes Maju Bersama yang mengalami kemacetan, Bapak Masrawan selaku Kepala Desa yang baru mengambil tindakan untuk mengadakan rapat. Dalam rapat tersebut dihadiri oleh Pengurus Desa Sei Asam, Badan Permusyawaratan Desa, beberapa Pengurus BUMDes yang lama, beberapa dari Anggota Karang Taruna Desa Sei Asam, serta beberapa dari masyarakat desa itu sendiri. Dalam rapat tersebut diputuskanlah untuk pembentukan pengurus, sehingga terbentukalah Kepengurusan BUMDes Maju Bersama yang baru yang diketuai oleh Bapak Kristanto.

Beberapa minggu setelah pembentukan, diadakan rapat Pertama BUMDes Maju Bersama, dan disitulah para anggota mengutarakan pemikirannya masing-masing terkait jenis usaha yang akan dijalankan oleh BUMDes tersebut yang tentunya memiliki dampak yang begitu besar dalam meningkatkan kesejahteraan desa, yakni di antaranya

1.Desa Wisata

Desa Sei Asam memiliki beberapa lokasi yang strategis cocok untuk dijadikan sebagai objek wisata, diantaranya:

  • Wisata Pesisir Sungai

Di wilayah bagian barat laut Desa Sei Asam memiliki lokasi yang terlihat sangat cocok untuk dijadikan tempat wisata. Perpaduan antara pesisir  buah jembatan besar membuat tempat tersebut terlihat berpotensi, dan ide ini sudah ada sejak beberapa tahun silam. Beberapa bulan yang lalu, Pemerintah Desa, BUMDes, Karang Taruna, dan dinas terkait bekerjasama melakukan pengukuran lahan tersebut untuk mulai merancang pembangunan Wisata Pesisir Sungai. Selain itu, sebagian lokasi saat ini juga digunakan lapangan sepak bola, dan pemerintah desa berjanji tidak akan menggusurnya melainkan akan dipertahankan serta dikembangkan menjadi sarana olahraga serta salah satu objek wisata.

Wilayah tersebut telah digunakan sebanyak dua kali dalam pelaksanaan acara resmi, yang pertama pelaksanaan lomba 17 agustus dalam memeriahkan HUT RI ke 73 dan acara Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas. Bapak Camat Kapuas Hilir, Bapak Joko Labadijunjung, S.H. telah menyampaikan bahwa lapangan tersebut akan diperlebar dan digunakan sebagai lapangan Upacara Bendera HUT NKRI pada tahun 2019.

Mengetahui hal tersebut, merupakan hal yang sangat berpotensi bagi BUMDes untuk menjalankan beberapa usaha apabila Wisata Pesisir Sungai ini direalisasikan, diantaranya adalah penyewaan perahu, penyewaan perahu sepeda, penyewaan ban/pelampung, banana boat, bilik-bilik jualan, penyewaan sepeda, penyewaan motor ATV, dan lain sebagainya. Serta yang pasti adalah apabila lokasi tersebut direalisasikan menjadi objek wisata tentunya akan menarik wisatawan untuk tempat foto-foto dan mencari jodoh (seperti yang diungkapkan Bapak Bupati Kapuas Ir. Ben Brahim S. Bahat, MM. MT.).

  • Wisata Hutan Alam

Mirip seperti Wisata Pesisir Sungai, namun bedanya ini di wilayah hutan. Terdapat tanah pengairan milik pemerintah di Desa Sei Asam, tanah tersebut awalnya dijadikan sebagai tempat penghijauan atau peogram penanaman 1.000 pohon pada beberapa tahun lalu. Melihat potensi tersebut, BUMDes berencana untuk menggarap lokasi tersebut yang tentunya bekerjasama dengan pemerintah untuk membangun beberapa sarana seperti sarana outbond, lokasi perkemahan, penyewaan tenda, penyewaan sepeda, penyewaan motor APV, budidaya madu lebah, rumah pohon, wisma, dan sebagainya.

  • Wisata Tempat Bersejarah / Ziarah / Mistis

Desa Sei Asam tepatnya di RT 7 (Dusun Basirih) terdapat sebuah pasah (pondok kecil)  yang disebut Pasah Datu Buhai. Pasah Datu Buhai merupakan tempat keramat bersejarah yang berbentuk pasah dan dipercaya dapat mengabulkan hajat orang yang berhajat di tempat tersebut. Biasanya banyak wisatawan dari luar yang datang mengantarkan kain kuning, kembang, dll, guna hajatnya terkabul. Belum lagi apabila sudah hajatnya terkabul terkadang diadakan pesta. Hal tersebut tentunya amat berpotensi untuk memasarkan beberapa produk lokal yang unik tentunya.

2. Agen Air Minum Kemasan Danum

Ketua BUMDes Maju Bersama saat ini juga menjabat sebagai direktur Perusahaan Air Minum Kemasan Danum, dan kebetulan pabrik tersebut berada di Desa Sei Asam, maka beliau menawarkan untuk keagenan air minum tersebut. Dalam hal ini BUMDes direncanakan untuk merekrut beberapa orang pemuda dari desa tersebut untuk mendistribusikan air minum ke beberapa lokasi dan instansi. Hal ini dibarengi dengan keluarnya peraturan pemerintah bahwa setiap instansi pemerintahan diwajibkan untuk menggunakan produk lokal dalam pelaksanaan acara pemerintahan. Hal tersebut tentunya berpeluang untuk membuka lapangan pekerjaan bagi para pemuda desa.

3. Budidaya Pohon Sengon

BUMDes juga berencana untuk membudidayakan pohon sengon, dimana pohon sengon saat ini memiliki nilai jual yang menguntungkan, terlebih lagi dengan dibangunnya sebuah pabrik kertas oleh Bapak Presiden Joko Widodo di daerah Pulang Pisau (kabupaten tetangga dengan Kabupaten Kapuas). Direncanakan BUMDes akan melakukan penanaman di lahan warga desa yang kosong atau tidak digunakan dengan sistem bagi hasil. Tentunya hal itu akan sangat bermanfaat mengingat masih banyaknya lahan di desa yang belum dimanfaatkan.

3. Budidaya Pohon Singkong

Budidaya singkong ini memang sekilas biasa dan kurang begitu menguntungkan. Namun apabila kita teliti lebih dalam, ini merupakan suatu usaha yang tidak hanya dilakukan oleh pria, namun juga wanita/ibu-ibu pun dapat menjalankannya. Dalam pengerjaan ini kaum pria yang melakukan budidaya sedangkan kaum wanita yang mengolah singkong tersebut menjadi produk yang bernilai jual, seperti keripik singkong, tapai, dan berbagai macam produk lainnya

5. Usaha Simpan Pinjam

Usaha simpan pinjam atau yang kita biasa sebut dengan kredit dapatlah menjadi suatu usaha yang menjanjikan, terlebih bagi warga yang perlu modal untuk menjalankan usaha. Salah satunya adalah dengan mengeluarkan sejumlah uang pada musim tanam untuk modal para petani, dan pelunasannya dilakukan pada musim panen dengan padi. Kemudian hasil panen tersebut tidak langsung dipasarkan melainkan diolah terlebih dahulu menjadi sebuah produk seperti dari padi menjadi beras, beras langsung dipasarkan, atau beras diolah menjadi tepung beras, atau bekerjasama dengan beberapa rumah makan. Hal tersebut sangat membantu tentunya, baik dari masyarakat dan BUMDes itu sendiri.

Kesimpulannya, betapa pentingnya peran BUMDes dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, mulai dari membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa, meningkatkan ekonomi desa, membantu warga yang memerlukan modal, lahan yang kosong menjadi tergarap, terdapatnya lokasi yang tidak hanya indah namun juga dapat menghasilkan dari segi ekonomi, terkenalnya wilayah desa akan wisata dan alamnya, dan lain sebagainya. Tentunya hal tersebut sangat berdampak positif apabila digarap dan dikelola dengan baik, terlebih bagi kesejahteraan warga desa itu sendiri.

Penulis : Akhmad Fauzi, Desa Sei Asam, Kapuas Hilir, Kapuas, Kalimantan Tengah

Peserta Lomba Menulis Artikel Taruna Desa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *