Bumdes.id – Yayasan Desa Wisata Nusantara menyelenggarakan Festival Desa Wisata Nusantara (FDWN) pada tanggal 12-14 Oktober 2018 di Lapangan Astina, Ubud Gianyar, Bali. FDWN diselenggarakan dalam rangka untuk mengenalkan dan meningkatkan lagi promosi Desa Wisata di Indonesia. FDWN sendiri hadir sebagai kegiatan pendukung dari pertemuan tahunan International Monetery Fund (IMF) & World Bank Group yang akan dihadiri oleh 187 negara anggota. Diperkirakan sekitar 15.000 orang akan menghadiri pertemuan tersebut. Hal tersebut tentu saja dapat menjadi ajang promosi bagi seluruh desa wisata di Indonesia ke dunia internasional.

Menurut Ketua Yayasan Desa Wisata Nusantara, Drs. Mangku Nyoman Kandia, M. Ag, kegiatan ini sangat strategis bagi desa wisata mempromosikan objek wisatanya bukan hanya di lingkup nasional akan tetapi internasional. Kegiatan ini diharapkan diikuti oleh pengelola, pemerintah, maupun para penggiat desa wisata sehingga dapat menjadi ajang pertemuan untuk bersilaturahmi dan bertukar pikiran. Selain itu, ajang ini juga ditujukan bagi para pengelola BUMDes yang mengelola unit usaha di bidang pariwisata. “Kami juga mengundang para pelaku BUMDes yang memiliki unit usaha pariwisata, untuk terlibat dalam kegiatan ini,” Tambahnya. BUMDes harus berani tampil untuk mengenalkan wisata di desanya. Sektor pariwisata dinilai menjadi salah satu unit usaha yang saat ini banyak dikelola oleh BUMDes.

FDWN sendiri akan diselenggarakan beberapa kegiatan seperti pameran dengan menampilkan stand-stand desa wisata dari seluruh Indonesia, Seminar Desa Wisata, Cooking Class yang bekerjasama dengan Indonesian Chief Association (ICA), Lomba Melukis untuk anak-anak, Permainan Tradisional, kunjungan ke desa wisata serta Awarding Night.

Antusiasme masyarakat sudah terlihat dalam mengikuti acara ini. “Hingga saat ini sudah ada sekitar 45 pengisi stand yang sudah mendaftar untuk memeriahkan kegiatan ini, dan tentu saja akan terus meningkat,” Ujar Mangku Nyoman Kandia yang juga selaku penanggungjawab FDWN. Disamping itu, akan dilaksanakan Cooking Class yang bertujuan untuk mengenalkan berbagai masakan khas pedesaan di Indonesia. Selain mengenalkan desa wisata, kegiatan ini juga mengajak kembali masyarakat untuk menikmati permainan-permainan tradisional seperti gasing kayu. “Selama ini, anak-anak kita sudah disibukkan dengan gadgetnya, sehingga kami merasa perlu untuk mengenalkan kembali permainan-permainan tradisional agar mereka lebih sadar akan pentingnya bersosialisasi  secara langsung,”Tambahnya.

Rangkaian kegiatan ini dirancang agar peserta mendapatkan pengalaman berharga baik dari aspek konseptual maupun praktiknya. Desa Wisata perlu didorong agar lebih produktif untuk melakukan kreatifitas dan inovasi dalam hal pengelolaannya. Desa menawarkan banyak potensi wisata terutama dalam hal keindahan alam maupun kebudayaan didalamnya. Hal ini dikarenakan Desa menawarkan kehidupan yang lebih tenang, tentram, dan tentu saja ikatan sosial masyarakatnya yang masih kental dalam menjaga kebudayaannya. Inilah yang menjadi nilai lebih bagi desa `menjual` pariwisatanya dibanding kawasan perkotaan yang sudah sangat penuh dengan segala macam aktifitasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *