Bumdes.id – Hari terakhir pelaksanaan Training of Trainers Pendamping Bumdes Angkatan 9 dilaksanakan di Desa Panggungharjo, Kabupaten Bantul. Pada jam 9 pagi, peserta sebanyak 24 orang  diterima disalah satu unit usaha Bumdes Panggung Lestari, yaitu Kampoeng Matraman (KM). KM sendiri merupakan salah satu unit usaha Bumdes yang bergerak di bidang kuliner. Dengan mengusung konsep jawa tempo dulu, mulai dari sandang, pangan, dan papannya memberi nuansa jawa tempo dulu. Suasana khas pedesaan juga menambah kesan ala desa ketika berkunjung ke tempat tersebut.

Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh Bapak Eko Pambudi selaku Direktur Bumdes Panggung Lestari. Beliau menjelaskan mengenai tata kelola Bumdes Panggung Lestari yang sampai saat ini telah memiliki 5 unit usaha. “Hingga saat ini kita telah mengelola 5 unit usaha. Kampoeng Matraman ini merupakan salah satu unit usaha yang menyumbang omzet terbesar”Kata Eko. Dimulai pada tahun 2013, Bumdes Panggung Lestari saat itu hanya memiliki unit usaha pengelolaan sampah. “Dulu, diawal pendiriannya, kami hanya mengelola unit usaha pengelolaan sampah. Target kita sederhana, yang penting masalah sampah di desa kami terselesaikan. Tidak perlu dipaksakan mendapatkan keuntungan”tambahnya.

Dalam pengelolaan bisnis, tahap memulai itu memang yang paling berat. Apalagi yang dikelola adalah BUMDes. Dimana harus meyakinkan masyarakat desa terlebih dahulu agar dapat berjalan dengan baik. Desa Panggungharjo menyadari bahwa wilayah mereka tidak memiliki potensi alam yang dapat `dijual`. Dalam mengawali BUMDes nya, pemikiran mereka sangat sederhana yaitu menjalankan bisnis yang dapat menyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat. Memaknai potensi usaha tidak harus fokus dengan sumber daya alam. Bisnis juga dapat diarahkan untuk mengelola permasalahan di masyarakat.

Setiap desa pasti memiliki potensi untuk dijadikan bisnis. Permasalahan yang kerap terjadi adalah kita tidak dapat memilah dan memilih opsi-opsi bisnis tersebut. Konsep pemetaan bentang menjadi `tools` yang dikembangkan oleh Bumdes.id dapat membantu para stakeholder dan masyarakat desa untuk menemukan dan menggali setiap potensi bisnis di desanya masing-masing.

Setelah mendapatkan materi tentang BUMDes Panggung Lestari, peserta kemudian diajak untuk melakukan tur mengelilingi Desa Panggungharjo khususnya melihat unit usaha BUMDes Panggung Lestari. Salah satu objek yang dikunjungi adalah Kelompok usaha pengelolaan sampah (Kupas). Peserta mengunjungi Rumah Pengelolaan Sampah (RPS). Beberapa aktifitas yang dilakukan disitu seperti pemilahan jenis-jenis sampah, pengolahan minyak bekas pemakaian rumah tangga, serta pengolahan biji nyamplung menjadi minyak herbal. Selama ini Kupas memang mengelola sampah bukan hanya mengangkutnya dari lingkungan masyarakat, akan tetapi mengolahnya agar mendapatkan nilai tambah.

Lalu berlanjut dengan mengunjungi balai desa dan kantor BUMDes Panggung Lestari. Peserta bertemu dengan para pengelola BUMDes serta mendapat penjelasan khususnya tentang penyusunan dokumen studi kelayakan dan rencana usaha. Bumdes.id selaku penyelenggara mengharapkan output berupa peserta menyusun laporan studi kelayakan dan rencana usaha. sehingga ilmu tersebut dapat diaplikasikan di desa nantinya.

Tur kunjungan lapangan berakhir di Kampoeng Matraman. Pada sesi selanjutnya kemudian diisi oleh Bapak Cahyo Binarto. Materi yang disampaikan mengenai teknik pemasaran Bumdes. Sebagai salah satu ahli dalam UMKM, Bapak Cahyo memberikan beberapa tips untuk melakukan branding, pemasaran, dan inovasi dalam mengembangkan suatu produk.

Diakhir acara dilaksanakan launching Panggung.Bumdes.id di salah satu pendopo Kampoeng Matraman. Panggung.Bumdes.id adalah tempat dan media untuk berbagi praktik dan produk-produk unggulan 100 Bumdes sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *