Bumdes.id – Bertempat di Kantor Syncore, Jalan Solo Km.9,7, Yogyakarta dilaksanakan Training of Trainers (ToT) Pendamping Bumdes selama tanggal 18-20 Juli 2018. Peserta berasal dari berbagai kalangan mulai dari Kepala Desa, Ketua BUMDes, Pemerhati Bumdes, dan Akademisi.  Adapun peserta berasal dari berbagai daerah seperti Makassar, Madiun, Gresik, Cianjur, Kupang, dan Sumatera Utara. Beragamnya identitas dari masing-masing peserta menunjukkan bahwa Bumdes telah mampu menjadi pusat perhatian dari berbagai daerah dan profesi

Acara dibuka pada pukul 08.30 oleh Direktur Eksekutif Sekolah Manajemen Bumdes (SMB), Drs.Cahyo Binarto. MM. Lalu setelah itu langsung dilanjutkan oleh Wahyudi Anggoro Hadi yang membawakan materi Filosofi Bumdes dan Teknik Fasilitasi. Peserta diajak untuk membedah ulang makna dan filosofi Bumdes melalui sejarah regulasi mengenai desa. Diharapkan peserta paham mengenai konsep dasar tentang Bumdes.

Pada sesi kedua, materi yang dibawakan adalah pemilihan jenis usaha dan pemetaan bentang. Setelah mengetahui filosofi Bumdes, peserta diberikan penjelasan mengenai strategi dalam memilah dan memilih unit usaha yang sesuai. Serta yang terakhir peserta diberikan materi mengenai pemetaan bentang. Pemetaan bentang berguna untuk melakukan analisis potensi dan hambatan serta menguji kelayakan sebuah usaha

Pada sesi ketiga, peserta kemudian langsung melakukan praktek pemetaan bentang dan penyusunan rencana usaha. Peserta dibagi menjadi 6 kelompok, dimana setiap kelompok terdapat contoh satu desa yang dijadikan objek analisis. Diskusi dari setiap kelompok nantinya akan menghasilkan satu ide bisnis. Ide bisnis itu yang kemudian dianalisis mengenai studi kelayakan usahanya

Sesi selanjutnya adalah peserta diajak untuk melakukan simulasi penyelenggaraan Musyawarah Desa (Musdes). Peserta ada yang berperan sebagai Ketua BPD, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, dan Masyarakat. Pada sesi ini pula dipilih kelompok secara acak untuk menyampaikan hasil presentasi kelompok dalam simulasi Musyawarah Desa. Sehingga setiap kelompok yang presentansi mendapat masukan dari peserta yang lainnya

Peserta yang mengikuti rangkaian acara di hari pertama tampak antusias dan semangat. Kombinasi antara penyampaian materi, praktek, dan simulasi cukup untuk kemudian membuat setiap peserta terlibat aktif. Selain itu, peserta yang berasal dari berbagai macam profesi menambah banyak perspektif baru. Sehingga pemahaman mengenai bisa dilihat dari berbagai sudut pandang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *