Bumdes.id – Pelaksanaan Training of Trainers Angkatan 9 memasuki hari kedua, bertempat di Ruang Tengah Syncore, Kantor PT.Syncore Indonesia, Yogyakarta, Kamis (19/7/2018). Peserta mengikuti pelatihan dengan beberapa agenda penyampaian materi serta praktik. Kombinasi dua metode ini diharapkan dapat membuat peserta mendapat gambaran jelas mengenai tata kelola Bumdes yang lebih baik. Bumdes.id selaku penyelenggara selalu menerapkan beberapa metode pembelajaran dalam setiap pelatihan seperti diskusi, simulasi, praktik, kunjungan lapangan dan Focus Group Discussion. Hal ini bertujuan agar meningkatkan keaktifan dan antusias peserta selama pelatihan berlangsung.

Hari kedua dipandu oleh Bapak Azfa Pabulo selaku fasilitator pelatihan. Sebelum masuk pada materi inti, beliau menyampaikan beberap hal terkait dengan desa. “Saat ini untuk mengembangkan Bumdes kita bisa pakai ada sinergitas ABCGFM, yaitu akademisi, Bisnis, Community, Government, Financial Institution, dan Media “Tuturnya. Bumdes tidak bisa jika harus berjuang sendiri. Perlu ada sinergitas dari semua pihak.

Pada sesi pertama, Materi disampaikan oleh Bapak Rudy Suryanto selaku Founder Bumdes.id. Beliau menyampaikan materi yang mengenai Tata Kelola dan Pengelolaan Keuangan Bumdes. Menurutnya, salah satu faktor utama yang menyebabkan Bumdes belum berdiri karena faktor non teknis. “Kebanyakan masih kebingungan, trauma, kesulitan SDM, belum ada payung hukum, tidak punya potensi, bahkan tidak tahu” Ujar Rudy. Seharusnya faktor non-teknis tersebut bisa teratasi apabila kita bisa merubah mindset khususnya bagi masyarakat di desa. Hal tersebut bisa diawali dengan merubah mindset dari pekerja menjadi pengusaha

Selain itu penting juga untuk memahami filosofi Bumdes sebagai sebuah badan usaha. Bumdes tidak bisa diukur semata-mata dari aspek finansialnya saja. “Jangan hanya mengukur Bumdes dengan ukuran finansial saja, perlu untuk melihat social benefitnya, Tujuan dari hadirnya  Bumdes adalah kesejahteraan melalui pemberdayaan” Tambahnya. Dalam prosesnya, Bumdes pasti akan selalu dihadapkan dengan berbagai permasalahan. Tapi desa punya modal sosial yang kuat untuk menyelesaikannya yaitu dengan musyawarah. Hal tersebutlah yang harus diperhatikan dan dimanfaatkan.

Di sesi kedua, peserta melakukan praktik penganggaran dan pelaporan keuangan. Praktik ini berguna bagi pengelola maupun pendamping Bumdes dalam mengelola keuangan prinsip-prinsip Good Corporate Governance. Selain dapat memastikan keuangan Bumdes dikelola dengan baik, juga berfungsi untuk membangun kepercayaan masyarakat dengan prinsip transparan dan akuntabel. Bumdes harus mampu mengajak serta masyarakat untuk terlibat aktif khususnya dalam hal pengawasannya. Manajemen keuangan yang baik harus selalu diterapkan demi keberlanjutan sebuah bisnis.

Di sesi ketiga, peserta kemudian diajak untuk melakukan simulasi penggunaan Sistem Aplikasi Akuntasi Bumdes (SAAB). Peserta berperan sebagai pengelola Bumdes yang memiliki beberapa unit usaha seperti pasar desa, pengelolaan sampah, dan lain-lain. Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan pengelola Bumdes dalam melakukan transaksi keuangan dan penyusunan pelaporan. Peserta hanya perlu melaporkan setiap kas masuk dan keluar. Nantinya SAAB secara otomotis akan menyusun laporan keuangan Bulanan secara komprehensif.

Berlanjut pada sesi terakhir, hadir selaku pembicara adalah Yanni Stiadiningrat selaku Sekertaris Desa Ponggok yang memberikan materi sharing praktik terbaik Bumdes di Indonesia. Yanni  menceritakan tentang perjuangan dan proses yang dilalui oleh Bumdes Tirta Mandiri di Desa Ponggok. “Saya yakin semua desa memiliki potensi. Kita harus bisa menemungenali potensi dari desa kita” Ujar Yanni. Desa Ponggok yang dulunya hanya memiliki APBDes 14 juta, saat ini sudah memiliki pendapatan lebih dari 4 Milyar. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah Bumdes harus mampu mengajak serta masyarakat desa dalam menjalankan bisnisnya. Hal itu akan membuat masyarakat memiliki rasa kepemilikan terhadap Bumdes.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *